Kamis, 14 Februari 2019

Koruptor Kecil

Nah. Ini postingan kedua aku setelah yang tadi. I dont know where i just throw my unek-unek. Karena tempat uneg-uneg ku udah hilang, jadi semestinya sih... Aku keluarin di sini aja ya kan.

Blog menjadi tempat paling setia disaat aku senang, galau, sedih, hampa, marah dan sebagainya. Thankyou so much!

Oke, back to topic. Jadi aku punya problem yang cukup bikin sakit kepala. Ya, masalah yang bikin aku stress berkepanjangan untuk beberapa hari ini.

Aku akan cerita dari awal sesingkat-singkatnya ya.

Jadi, di kampusku, dosen menyediakan buku untuk dibeli. Memang pada awalnya adalah dosen tidak memberikan paksaan untuk wajib membeli. 'bagi siapa yang mau, silakan di beli.'

Tapi uniknya, banyak rumor yang bilang, kalau tidak membeli buku nilai pasti tidak memuaskan, walaupun absen, tugas, uts, uas sebagus gimanapun. Sekali lagi, ini adalah "KATANYA". Mungkin beberapa kating bilang itu emang 'FAKTA' untuk beberapa dosen.

Aku kuliah bukan di kota besar yang banyak toko buku macam Gramedia atau toko buku lain yang tersedia menjual berbagai macam buku. Jadi, jika dosen menyediakan buku, tentu saja itu memudahkan mahasiswanya. Daripada mencari-cari lagi yang belum tentu dapat. Itu menurutku lho ya. Jadi dipandanganku, beli buku ya gapapa. Selama buku juga dipakai.

Akhirnya, ku belilah buku seharga 100rb rupiah itu. Si dosen memberikan kebebasan untuk mengambil dulu bukunya baru bayar nanti. Uangnya dibayarkan ke ketua kelas (yang kalau sebutannya di sini adalah komti).

Akhirnya satu kelas setuju dengan hal itu. Beberapa minggu kemudian, aku membayar buku seharga 100rb itu ke komti. Jadi secara tidak langsung, kewajibanku untuk buku itu sudah beres. Sekarang itu adalah tanggungjawab dari komtinya yang telah dipercayakan untuk memegang uang buku dan memberikannya kepada sang dosen.

Hampir satu kelas semua sudah membayar, sampai pada saat UTS, dosen menagih uang buku. Namun sangat dipertanyakan, "kenapa jadi banyak yang belum bayar buku?!"

Protes berdatangan dari beberapa mahasiswa yang mengaku sudah membayar tapi di kertas yang ada tertulis belum membayar. Saksi mata ada yang melihat bahwa dia sudah membayar.

Pintar bersilat lidah. Kata dosenku ke komti tersebut.

Tapi memang benar. Dia baru mahasiswa semester 1 tapi sudah berani mencari masalah dengan dosen. Katanya kakak tingkat angkatan 2017. Kenapa kelakuannya seperti anak SD? Eh. Anak SD pun sepertinya lebih jujur dan bertanggungjawab.

Menjelang UAS, dosen tetap kekeuh dengan haknya dalam mengambil uang buku. Si komti bilang "nanti..nanti..nanti". Dari sepengetahuanku, dia bilang uangnya dipakai untuk keperluan keluarganya. Keuangan keluarganya lagi nggak baik. Tapi kabar yang diterima dari sang dosen adalah untuk biaya pengobatan orangtuanya.

Berbagai alasan keluar dari mulutnya itu, untuk menutup-nutupi bahwa ia telah menggunakan uang buku tersebut.

Akhinya ibu dosen memberikan suatu ancaman. "Suami saya polisi, lho. Jangan berani bohong kamu."

Setelah dibegitukan, si komti akhirnya jujur bahwa ia memang menggunakan uangnya. Padahal awalnya, dia bilang bahwa nggak pernah memakai uangnya sama sekali.

Sampailah setelah UAS, tetap ditagihin sama dosennya. Temanku tanya sama si komti, "gimana urusan buku? Udah beres?"

"Udah beres. Aku kerja ini." Kata komtinya ke temanku.

Aku mendengar itu ya, sudah tenang. Sampai akhirnya semua nilai sudah keluar, nilai yang bersangkutan belum keluar. Akhirnya jadi was-was. Apakah benar gara-gara masalah uang buku yang dipakainya itu? Ngomong-ngomong uang buku yang dipakai sebesar 4.800.000. Ya. 4,8jt. Tentunya bukan uang yang sedikit bukan?

Ternyata oh ternyata, memang benar adanya. Semua karena uang buku. Nilai yang lambat keluar, akhirnya keluar 2 hari yang lalu. Selasa sore. Nilai yang keluarpun isinya D semua. Tidak lulus sekelasan! Apakah mungkin seperti itu??

Logikanya ya nggak mungkin dong. Akhirnya seisi grup emosi habis-habisan. Dan well. Kemarin mencari solusinya. Dan thankyou for my friend, yang sudah rela datangin ke orangtuanya.

Orangtua si komti neleponan sama sang dosen. Beliau menjelaskan apa yang terjadi. Dan ya, orangtuanya nggak tahu menahu dengan kejadian ini. Jadi, alasannya untuk pengobatan itu bohong! Baru mahasiswa udah pintar bohong.

Yah, dia yang berulah, kok satu kelas juga kena? Terus dia katanya juga nggak kerja. Apa yang dibilangnya semua bohong. Hah? Konyol!

Akhirnya orangtua si komti setuju untuk membayar 4,8jt yang dimaksud dan ya sang dosen juga bersedia untuk mengubah nilai all D yang menyebabkan tidak lulus sekelasan.

Tapi ternyata, tidak semudah itu untuk menarik nilai yang sudah terupload. Katanya butuh lapor ke ketua jurusan lagi. Dan aku nggak mau menahu urusan itu. Takut dan ragu berurusan dengan fakultas. Apalagi ke ketua jurusannya. Haduh. Pusing deh.

Semoga cepat beres deh nilainya. Dan mendapatkan nilai yang memuaskan. A kalau perlu, hehe.

Semoga IP nya 3+ ya. Amin......

Kayaknya itu aja deh. Pelajaran untuk kita semua. Next time jangan bikin komti untuk semua matkul. Kan jadinya gini.

Juga, ini lah bibit-bibit koruptor. Dari hal seperti ini saja sudah kelihatan mau korupsinya. Memakan uang orang seenaknya saja! Berani bertanggungjawab nggak. Malah orangtuanya yang kena! Hadeh. Jangan sampai deh terjadi di aku.

Jujur emang paling terbaik. Walaupun jujur kadang menyakitkan ya, haha.

14 Februari 2019
Palangkaraya, 1:27

Selamat Hari Kasih Sayang 2019

Halo halo haii!

Hari ini, tanggal 14 Februari, bertepatan dengan hari kasih sayang alias Valentine. Apakah kalian merayakan? Hehe.

Sebenarnya, hari Valentine nggak mesti dirayakan dengan pacar aja kan? Kasih sayang bisa sama siapa saja kok. Entah pacar, temen, orangtua, sahabat, mantan, atau siapa saja.

Dan juga, kita memberikan kasih sayang kita bukan disaat valentine aja. Sementang hari valentine, jadi perhatian. Besok-besok sok gak peduli. Ya jangan dong ya.

Ngomong-ngomong tadi aku ketemu sama clubnya dia. Bodohnya aku kok kepo ya? Ah, seharusnya aku nggak terlalu mencampuri urusannya lagi. Heum. Salah banget kayaknya jalan-jalan ke server selain LG2. Karena di server itu kan, server padet. Pasti lah ya jarang anak club dia main disitu.

Padahal sebelumnya aku cukup excited ya, sama orang yang punya room nya. Yah setidaknya, aku bertemu sama temen baru. Walaupun pada akhirnya temennya si dia datang. Ah. Setiap liat namanya selalu bikin gimana gitu. Tapi yasudahlah ya. Mau digimanain juga nggak guna ya kan?

Intinya sih ya, gak lama lagi bakalan sibuk dengan dunia nyataku. Jadi siap-siap say goodbye sama yang namanya galau-galauan. Karena itu bakalan buang waktu aja dan bikin nggak fokus!

Oh ya. Ada satu cerita lagi nih yang mau kuceritakan. Mungkin di next post aja kali ya.

Bertepatan dengan hari ini, Minor Fajree juga ulangtahun. Keren ya, ulangtahunnya dirayain banyak orang haha. Yasudah deh. Cukup sekian cerita hari ini.

Happy Valentine Day!

14 Februari 2019
Palangkaraya, 0:53

Minggu, 10 Februari 2019

Meet New Friend

Hari ini, adalah hari kedua dimana aku menghapus pertemanannya dari ayodance. Well. Its going so fine. Aku rasa aku lebih baik daripada aku harus fl-an sama dia. Lebih ngerasa lepas, nggak tertekan dan merasa lebih have fun.

Yah tapi, maaf juga nih ya, karena udah ngehapus fl-nya. Di lubuk hatiku terdalam aku juga berat hati buat ngehapusnya. Aku pikir, kalau aku hapus semua akan benar-benar lepas kontak. Tapi sekali lagi, aku berpikir, dia aja bisa nggak peduli, kenapa aku harus peduli?

Dibawa slow aja, gak usah yang ribet-ribet.
Kalau masih ngeadd dia bikin ribet hati ini, ngapain dipertahankan? Mending hapus! Toh masih banyak lelaki lain di ayodance. Dikira aku nggak bisa gitu juga?

Ups. Maaf. Terbawa emosi. Yah mau gimana lagi ya, udah bener-bener kecewa.

Setelah beberapa hari main ayodance lagi, so happy, akhirnya bisa beradaptasi lagi. Mungkin faktor dari ngehapus fl nya juga. Jadi lebih enjoy mainnya.

Tadi sempat ketemu anak EnjoyMyStyle, club lama di ayodance. Terus juga, tadi ketemu sama member lama QualityTime si BOSS alias si Bagas. Uniknya aku masih ingat dia. Well, kalau aku sih orangnya inget-inget aja sama orang yang udah pernah aku add mediasosialnya. Kalau kalian baru add di ayodance nya aja, jangan harap aku bakal ingat lama ya.

Jadi... Bersyukurlah kalian yang sudah dapat dan sempat dekat dengan aku. Karena aku juga pilih-pilih buat lanjut ke line. Padahal sih, kalau dipikir-pikir gak ada faedahnya ya wkwk. Ya mestinya bangga dong :p *maksa*.

Udah jadi lebih baik. Lebih suka begini. Aku gak tau apa-apa. Sama-sama nggak peduli. Emang harus begini seharusnya.

Terus tadi, mabar lagi sama anak Reunited- si om Farhan. I dont think any special things sih. Cuman, seneng aja, bisa ada partner CD wkwkwk.

Terus mabar sama cece Anisa, cece E-Bek, cece Jenni, yang notabene-nya baru kenal dan aku sksd.

Terus ketemu orang yang lumayan asik tapi dia out dan aku nggak nyusulin. Jadi yah, sampai situ saja wkwk.

Malemnya, main CD lagi, seperti biasa. Kagetnya adalah, aku ketemu 2 anak Palangkaraya yang anak Ayodance juga!  Wow banget kan. Wow lah, sangat jarang terjadi. Namanya.. Lucky sama Dino. Nice too meet you deh. Semoga bisa temu dan mabar asli ya di real life nya.

Terus... Setelah itu, aku main CD lagi. Ketemu sama anak nevermind. Yah lucu sih. Antimenstrim orangnya, dan aku lumayan demen. Namanya Fikri. Cukup aneh. Katanya anak 96, tapi kok bilang umur 21. Gubrak deh. Antara penipu apa gimana. Wkwk.

Nggak lama ada partner CD, om Farhan haha. Dia nanyain kapan cere dong! Gila aja kali ya wkwk. Sayang euy udah mau edel, dan kasian juga sama coupleku yang udah biayain aku segininya. Setidaknya aku hanya bisa setia saja hahaha.

Apalagi ya... Kayaknya sih itu aja. Mataku sudah lumayan mengantuk ingin dipejamkan. Saatnya tidurr~

Minggu, 10 Februari 2019
Palangkaraya, 0:41

Jumat, 08 Februari 2019

New Life

Haiii! Apa kabar? Aku upload lagi nih. Mungkin sih bakalan nulis rutin beberapa bulan ini. Biasa lah ya, kalau udah nulis pasti ada sesuatunya.

Oke, jadi. Hari ini aku mengambil keputusan yang lumayan berani ya menurutku. Aku akhirnya menghapus friendlist ayodanceku dengan dia. I don't think when aku sama dia masih fl-an.

To be honest, ketika dia online, perasaanku rada gimana gitu ya. First of all, biasanya ketika dia online, pasti dia paling gak ngewm untuk nyapa. Tapi gimana.. setelah kejadian itu, itu udah bukan jadi kebiasaannya lagi.

Okayy. It's okay. Aku udah mulai biasa dengan itu. Pada awalnya emang rada kecewa sih. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, buat apa coba aku kecewa? Toh ya, dianya juga udah gitu. Ngapain dipikirin? Yakan?

Itu yang pertama.

Yang kedua, karena aku ada dapat pmp dari event, dengan mudah dong bisa ngestalk dia ada dimana. Aliansi gitu. Kadang kalau aku rajin bisa aku datengin tuh. Eh taunya terciduk main berdua sama cewek HEHE. Walau ceweknya juga udah wedding sih. Tapi tetap aja kan, ada rasa kretek-kretek gitu. </3

Yaudah lah, kalau dipikir-pikir lagi, itu hak dia. Aku pun juga pernah gitu. Walaupun itu hanya sama temen. Dan lagipula, ngapain aku marah? Toh juga bukan suatu yang salah. Suka-suka dia lah intinya. Kok aku yang repot? Iyakan?

Simpelnya sih, aku bukan siapa-siapa dia. Dan dia punya hak mau main sama siapapun.

Aku cukup sadar diri lah ya.

Jadi, karena itu aku memutuskan untuk unfriend dia. Aku berpikir, ketika aku tetap berteman sama dia, aku gak akan bisa moveon. Karena aku orangnya penasaran emang to the max. Jadi suka kepo. Nah, mendingkan nggak usah tau. Nggak usah peduli.

Mungkin bagi beberapa orang, ngerasa ini jalan yang sangat bocah sih. I think so. Aku pun juga berpikir gitu. But sorry, aku emang gini orangnya. Jadi maafkan kalau aku udah gini. Pernah ngeblock, terus gak lama di unblock. Terus mainannya unfriend. Tapi gimana ya. Kalau nggak gini, bakal susah kedepannya. Aku bukan orang yang bisa sok bodoh amat. Bukan orang yang bisa pura-pura nggak peduli. Sama sekali nggak bisa.

Kayak kemarin aja, aku wm dia. Haha. Sedih kan. Kayak gak bisa moveon gitu. Makanya dengan langkah ini aja biar kehidupan berubah wkwkwk.

Seriously.

Itu juga demi kebaikan dia kayaknya.
Kasian digangguin terus.

Jadi pelan-pelan menghilang lagi. Sampai benar-benar lupa everything dan merasa biasa aja lagi. Targetku sih Mei ini ya. Jadi bisa ngucapin ultah dia dengan biasa aja. Nggak yang gimana-gimana.

Pasti bisa kok. Nothing is impossible.
Apalagi bulan itu bulan-bulan sibuk kuliah. Jadi harus fokus juga, hehe.

Semangat deh yaaa. Biasanya nyemangatin orang lain. Sekarang harus bisa nyemangatin diri sendiri. Kalau nggak gitu, kapan majunya?

Jumat, 8 Februari 2019
Palangkaraya, 23:46

Kamis, 07 Februari 2019

Hanya Mimpi

Semua hanya mimpi.
Tapi dari mimpilah terkadang membuat orang brrsemangat.
Mungkin.
Kadang kala, juga membuat orang bersedih.

Lagi-lagi, aku memimpikan tentangnya. Dia tidak ada habisnya hadir ke dalam alam mimpiku dengan seenaknya. Selalu muncul ketika tidak diinginkan. Padahal memang, di dalam lubuk hati terdalam ingin sosoknya hadir menghiasi tidurku.

Hanya saja, semua ini hanyalah mimpi. Mimpi yang mungkin tidak akan pernah terwujudkan. Mungkin. Kita tidak tahu kedepannya memang. Tapi, untuk saat ini kemungkinannya adalah tidak terjadi.

Sedih? Iya.
Galau? Iya.
Senang? Iya juga.

Tapi lebih banyak mananya? Lebih banyak sedihnya. Lebih banyak galaunya.

Sedihnya adalah, kenapa harus mengenal rasa aneh ini lagi padahal aku dan dia tidak akan pernah bersatu?

Senangnya adalah, aku dipertemukan orang yang benar-benar bisa membuatku merasa seperti itu lagi. Orang yang begitu sabar, begitu pengertian.

Mungkin. Dia lakukan ke semua orang.
Mungkin. Dia hanya baik hati.
Mungkin. Dia hanya melakukan itu untuk terlihat baik.

Bukan untuk tujuan tertentu.
Bukan untuk kepentingan apapun.

--

Aku udah mau melanjutkan post ini, tapi sayang sekali, ketika mau dipost, postingannya hilang begitu saja. Dan, ide-ide yang udah dituangkan hilang begitu saja. Alhasil, jadi malas untuk melanjutkannya. Gapapa ya, setengah jadi gini. Sakit hati deh, udah ngetik panjang lebar eh malah ilang. Emang salah aku juga sih, gak di copy dulu. Udah tau kemarinnya sempet ditinggal.

Yaudah lah ya. Kapan-kapan lagi ngeuploadnya! Hehe.

Kamis, 7 Februari 2019
Palangkaraya, 18:49

Minggu, 03 Februari 2019

Mimpi

Sudah hampir beberapa kali aku memimpikan dia. Sejak aku dengan dia memutuskan untuk biasa-biasa saja..

Yang aku tau, orang yang muncul di mimpiku karena mereka memikirkan kita atau bahasa simpelnya, mereka rindu kita.

Tapi, di beberapa situs yang pernah aku baca, kemungkinan juga karena aku yang terlalu merindukannya.

Jadi yang mana yang benar dong?

Mungkin pilihan yang kedua kali ya yang lebih menggambarkan aku saat ini.

Ingin sekali rasanya aku menumpahkan segala kerinduan ini langsung di depannya. Mengatakan aku benar-benar rindu dengan semuanya. Tapi, aku takut, jawaban dia dan harapanku akan jawabannya membuat kecewa. Sebenarnya, yang membuat kecewa adalah harapanku itu. Bukan, dia nya.

Jadi akhirnya, aku mengurungkan niat untuk mengatakan langsung. Lebih baik sepertinya untuk dipendam kan?

Mungkin sejak Januari kemarin, aku sudah memimpikannya 3-4x dalam tidurku. Of course, mungkin karena kehilangan itu. Sama halnya, beberapa hari setelah kehilangan kalkulator, aku juga sempat memimpikannya.

Hmm. Tapi setidaknya aku bersyukur bisa temu-kangen dengannya, walau di dalam mimpi. Untung ketika memimpikannya, mimpi yang indah. Jadi bisa untuk dikenang. Sesenang itu?

Iya, sesenang itu.

Entah kenapa, dia spesial. Di awal aku merasa dia bukanlah apa-apa dibanding sebelumnya. Orangnya kaku, tertutup dan ya beda lah. Seiring berjalannya waktu, aku berpikir, dia spesial dengan caranya sendiri.

Lama-lama, dia punya suatu poin dimana itulah yang membuat aku jatuh hati.

Dia baik. Dia sabar. Dia punya kharismanya di mata aku sendiri. Dia tahu betul bagaimana cara menyayangi keluarganya. Dia pendengar yang baik. Dia pemberi saran yang baik. Dia penghibur yang baik. Dia, dengan suaranya yang menurut aku sangat-sangat khas membust aku rindu.

Aku nulis ini dengan hati yang berdebar-debar, lho! Nggak tahu kenapa.

Kangen.

Mau bilang tapi takut. Takut jawabannya tidak sesuai harapan. Siapa tau dia tidak gitu? Dan berujung dengan kecewa.

Dia spesial di mata aku. Sangat spesial.
Dia pun mempunyai ruang tersendiri di hati aku. Dari awal sampai akhir.

Mungkin hubungan kami pun bisa dibilang sangat sebentar. Tapi, yang sebentar itupun sudah membuatku seperti ini. Bagaimana yang lama? Mungkin bisa lebih sakit hati.

Ah. Hujan kemarin membuatku sangat mellow. Sehingga memikirkannya dalam-dalam. Lalu terbawa sampai alam mimpi. Dan paginya seperti ini. Aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

Salah aku, yang seperti ini.

Sedih.

Tapi mau digimanain lagi, nggak akan merubah sesuatu. Hubungan kami sudah rusak. Sudah retak. Sudah patah. Tidak akan sempurna jika ingin dikembalikan.

Berharap dan berdoa yang terbaik untuk aku dan kamu. Semoga kita berbahagia dijalannya masing-masing. Kelak, semoga kita bisa bertemu di dunia nyata. Aku punya mimpi untuk bisa bertemu teman-temanku yang dari game di dunia nyata. Semoga ya.

Amiiin.

Biasanya kalau update blog, di malem hari. Ini di siang hari. Hahaha.

Minggu, 3 Februari 2019
Palangkaraya, 12:34

Rabu, 30 Januari 2019

Reunited-

Haaii! Long time no see you. Padahal baru kemarin post ya! Haha.

Akhirnya setelah galau-galauan poll kemarin. Uring-uringan gak jelas. Bimbang antara mau hapus line atau nggak. Bimbang mau menghabiskan waktu untuk apa dan gimana. Mau menghabiskan buat nonton, bukan mood nya untuk nonton. Mau menghabiskan waktu untuk baca novel, bukan moodnya buat baca novel. Mau nulis apalagi! Mikirin idenya itu loh. Susah betul.

Jadi akhirnya, aku main game. Iya, aku balik lagi ke dunia peraudian. Lucu ya, padahal sudah dua kali aku kena baper di game itu. Tetep aja kekeuh mainin itu game. Heran banget kan.

Pas mau main, banyak terjadi kendala. Dari patcher ayodance yang susah banget untuk dibuka. Terus pas udah masuk, gak bisa ready. Kalau ready pasti ujung-ujungnya patah-patah dan mengharuskan untuk di restart pc-nya.

Heu. Untungnya keinginanku untuk back audi bener-bener kepengen banget. Akhirnya, dengan segala kesabaran aku login audi terus menerus. Sampai akhirnya bener-bener bisa.

Pas online, ada beberapa temanku yang emang sudah lama fl-an. Cuman temen audi doang. Deketnya ya di game. Bukan kemana-kemana deketnya. Jadi ya udah tuh, dia ngewm. Nyapa, seperti biasa. Ya, aku bales juga. Ku sapa balik. Dan unexpectedly, itu orang ngajakin join salah satu komunitas dan plat ayodance, yaitu Reunited-.

Feel blessed, bisa diajakin join gitu. For free! Terus tanpa aku pikir panjang, kok kayaknya ini kesempatan emas buat bersosialisasi lagi? Akhirnya, aku oke-in aja untuk join ke com-nya.

Yah sejauh ini, tentunya masih fine-fine aja ya. Karena member baru, kayaknya aku memanfaatkan ini sebagai ajang buat perkenalan deh. Walau masih canggung gimana gitu. Tapi diusahain dideker-deketin. Dengan jurus sksd, haha.

Ya, tapi sksdnya gak yang keterlaluan juga. Perlahan aja dong, hehe.

Nggak tau bakal sampai sejauh mana aku bertahan dengan Rd ini, cuman berharap bakal lebih akrab dan lebih bisa mengenal arti solidaritas dan kekeluargaan sih di dalam com ini. Biar bisa jadi pribadi yang lebih dewasa aja dalam bertutur kata dan bersikap.

Jadi sih, intinya bakalan sibuk dengan komunitas ini. Yes, in game. New experience. Pengalaman baru yang kelihatannya bakal seru habis. Let's see deh ya. Semoga aja bisa keep in touch sama member-membernya.

Yaudah itu aja sih cerita hari ini. Jadi hari ini, ditutup dengan hepi dong ya. Bisa sok-sok akrab sama orang wkwk.

See u di cerita selanjutnya!

Entah, bakal cerita hepi atau cerita galau kayak kemarin. Urusan galau, kayaknya bener-bener harus di ikhlaskan perlahan. Diampuni perlahan. Biar nggak beban di hati. Biar nggak kepikiran lagi. Itu aja sih mungkin intinya. Butuh sesuatu yang bisa bikin aku sibuk dan lupa waktu buat buka hape. Jadi gak bikin kepikiran dia lagi. Intinya gitu aja. Nanti juga pertengahan bulan ini bakal sibuk ngurusin hima jurusan, jadi yah, mungkin bakal lupa sejenak. Dan it's feels good. 🙂

Tuh kan. Jadi ngebahas lagi.

Yaudah, sekian dulu buat hari ini.

30 Januari 2019
0:19, Palangkaraya

Senin, 28 Januari 2019

Lika-liku Januari 2019

Haaii! Hari ini adalah hari Senin, tanggal 28 Januari 2019. Tidak terasa ya, sudah dipenghujung akhir Januari.

Kalau di ulas balik, dibulan ini banyak banget aku mengalami yang namanya kehilangan. Which is itu kehilangan dia, yang dulunya selalu menjadi tempat aku berkeluh-kesah. Tempat menampung segala sesuatunya. Tapi sekarang, di awal Januari kemarin, kami memutuskan untuk melepas ikatan spesial itu. Walaupun memang hubunngan tanpa status. Tapi ada sesuatu spesial di dalamnya.

Dari situ aku sangat galau. Iyalah galau, dimana-mana yang namanya kehilangan orang yang kita sayangi itu nggak pernah bikin senang. Menjelang UAS, aku fokus untuk UAS, dan terjadilah kehilangan kalkulator ilmiahku. Aku pengen marah. Lebih tepatnya sudah marah. Sudah nangis. Dan semua usaha udah aku kerahin. Dari nyari di kelas, dari nanya cleaning service, nanya kakak tingkat yang pakai kelasnya dan minta tolong nanya kating satu organisasi yang kenal dengan kating yang pakai kelasnya. Tapi hasilnya nihil.

Kalkulatornya tidak balik. Rela gak rela harus direlakan. Keduanya. Kalkulator dan dia, si Gemini. Entah, aku seakan tidak punya hak lagi untuk memanggilnya pakai 'ku'. Yasudahlah..

Urusan kalkulator aku lebih marah kediri ku sendiri. Yang tidak bisa menjaga barang. Yang ceroboh dan teledor. Yang pelupa, sampai bikin kalkulator ketinggalan di kelas sehabis UAS.

Untuk yang mengambil kalkulator itu, aku hanya berharap kalkulatornya digunakan dengan baik dan bertanggungjawab. Itu kalkulator pemberian. Makanya aku sangat sedih ketika itu hilang. Walaupun aku tidak mengeluarkan uang sepesar pun. Tetap saja aku menangis ketika kalkulator itu tidak ada di tas atau meja belajarku.

Tapi mau nangis seberapa lamapun, hilang tetaplah hilang.

Sama dengan halnya kehilangan manusia. Tapi sangat bersyukur masih hanya kehilangan statusnya saja. Bukan secara fisik. Amit-amit cabang bayi. Jauhkan bala. Gini-gini, aku juga masih pengen untuk ketemu si Gemini di real life. Kalau ditanya kangen apa gak...

Mungkin udah pada tau jawabannya kali ya?

Ya jelas kangen!

Kangen everything about him! Hehe.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, lebih baik untuk dipendam. Cukup aku saja yang tahu dan merasakan. Aku sudah tidak ingin menganggu kehidupannya lagi. Biarkan dia kembali ke dunia realitanya.

Terkadang apa yang kita pikirkan dan rencanakan tidak melulu terjadi semulus pantat bayi. Pasti ada lika-likunya.

Sudah digalaukan oleh kehilangan dia. Malah ditambah kehilangan kalkulatorku. Yaampun. Sedih dan galaunya double.

Kalau bisa ngulang waktu.. Kepengen banget buat nyadar kalau kalkulatornya ketinggalan. Iya, timbul suatu penyesalan.

Seandainya, gak aku keluarin dari tas..
Seandainya, aku ingat masukin ke tas..
Seandainya, pagi itu aku nyadar kalau ketinggalan..

Seandainya, dulu aku gak suka mikir yang aneh-aneh.
Seandainya, dulu aku gak baper.
Seandainya, dulu aku biasa-biasa saja.
Seandainya, dulu nggak kenalan....

Apakah semuanya akan baik-baik saja?

Selalu pertanyaan-pertanyaan macam itu yang muncul di benak ini. Benar, terlalu pemikir. Memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Yang tidak penting. Dan sudah terjadi. Tentunya pertanyaan yang sebenarnya jawabannya gak bisa dijawab dengan pasti.

Blog ini selalu ramai kalau udah urusan galau. Kalau urusan happy, udah, lupa semua dengan blog-blogan. Disaat galau, tumpah semua jadi tulisan. Yang ketika dibaca, bakal mewek dan merasa mellow lagi. Berulang terus seperti itu.

Entahlah. Dibilang nikmati saja. Ya susah.

Dibilang pergi saja, ya susah.

Disuruh stay saja, apalagi ini. Sangat susah.

Jadi maunya apa?

Mungkin lebih baik untuk maju-mundur. Haha.

Buat yang disana juga. Terimakasih banyak atas segala kenangannya. Kenangan indah dan buruknya. Punya ruang tersendiri di hidup aku. Aku nggak pernah benci dia. Nggak pernah menyesali pertemuannya.

Tapi aku malah benci ke diri aku sendiri yang terlalu egois. Yang terlalu serakah. Kenapa aku harus jatuh hati. Padahal sudah tahu itu akan menjadi sulit..

Sedih memang. Bukan takdirnya. Bukan jalannya. Ya terus? Mau gimana lagi? Tidak bisa dipaksakan. Tidak bisa ditekan. Semua sudah ada jalannya. Semua udah ada rencana yang Tuhan berikan. Mungkin, bertemu dengannya adalah suatu rencana Tuhan menuju pribadi yang lebih baik lagi.

Everything will be alright.

Semoga secepatnya bakal kembali baik.. dan normal. Ya. Secepatnya.

28 Januari 2018
23:54, Palangkaraya

Rabu, 02 Januari 2019

Happy New Year 2019

Haloo~ selamat tahun baru 2019. So happy and excited for the first time to waiting 2019. Tapi udah lewat tanggal 1, eh sorenya malah galau. Sedih banget gak sih haha.

Apa yang ditakutkan sejak awal terjadi. Memang, mungkin dari awal semua ini adalah suatu kesalahan. Mungkin ada beberapa hal yang perlu disesali, ingin serasa di ulang. Tapi apalah, semuanya sudah terjadi. Tapi kenapa? Hal ini terjadi bertepatan dengan hari pertama di tahun 2019?

But, i believe ini bukan suatu hal yang membuat tahun 2019 menjadi buruk. Make it better than before. Mungkin ini juga bisa menjadi jawaban atas segala pertanyaanku sama Tuhan. Jadi, buat apa disesalkan? Toh semuanya sudah terjadi. Ya, begitu saja.

Kalau ditanya perasaanku gimana, i cant tell my feeling. Susah untuk dijelaskan. Hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang pernah merasakan namanya kehilangan.

tepat jam 00.00 aku mengirimkan wish super panjang untuk dia. Tapi apalah, hanya dijawab dengan seadanya. Bukan kah itu sudah menjadi tanda? Seharusnya aku sadar dari awal.

Ah, balik lagi di awal. Untuk apa disesalkan? Toh udah terjadi.

Tapi aku berterimakasih. Mungkin ini udah jalannya. Udah waktunya. Kan dari awal aku juga sudah berkata bahwa kami tidak akan bertahan lama. Pada dasarnya adalah, pertemuan adalah awal dari perpisahan.

Tidak ada perpisahan yang menyenangkan. Apalagi perpisahan dengan orang yang pernah berjasa buat kehidupan kita.
Tidak ada kata enak dalam menunggu. Kalo bertahan, kalo sabar pun juga ada batasnya.

Aku juga hanyalah perempuan biasa. Yang bisa kecewa. Sementang aku orangnya cepat lupa akan masalah, jadi seenaknya menambah masalah? Ah yasudahlah.

Emang seharusnya tidak perlu dilanjutkan dari awal. Itulah penyesalan. Selalu datang terlambat. Selalu datang belakangan. Sekali lagi, dijadikan pengalaman hidup.

Aku harus bertemu dengan yang namanya move on lagi. Setelah hampir 9 bulan kenal, akhirnya semuanya runtuh begitu saja. Tepat di awal tahun baru. Sangat sip sekali untuk dikenang.

Perpisahan kami sepertinya begitu dramatis. Masih banyak pertanyaan yang harus kutanyakan sama dia. Mungkin dalam waktu dekat ini, aku harus menanyakan habis. Aku tadinya tidak berpikir untuk menanyakan. Tapi tiba-tiba terlintas begitu saja. Akan ku habiskan pertanyaan itu sampai aku benar-benar puas. Entah jawaban jujurnya mungkin akan menyakitkan hati. Tapi itu lebih baik. Setidaknya, bisa dibuat untuk lebih dongkol kepadanya. Biar cepat moveon hehe.

Sebentar lagi bakal UAS, dan aku dihadapi oleh hal ini. Begitu baiknya Tuhan membuatku mendapatkan kesempatan yang seperti ini. But i believe everything will be okay. Not now, but eventually.

Mungkin setelah UAS aku akan kembali okay. Semoga berhasil move on kali ini! Jawaban Tuhan memang BIG NO. Itu lah my saviour. Jawaban atas segala pertanyaanku. Thanks God, i'm blessed.

Bless this year.
It'll be a blessed year.
with more happiness.
more love.
more laugh.
more grateful.
more thankful.
more beautiful.
more healthy.

✨✨✨✨

HAPPY NEW YEAR 2019 EVERYONE.
banyak semoga yang terlontarkan di tahun ini dan banyak semoga yang akan terlontar kan lagi. Semoga apa yang disemogakan dapat tercapai secepatnya 🙏❤️

2 Januari 2019
Palangkaraya, 1:26

Minggu, 30 Desember 2018

And It's Happen

Dan itu terjadi..
apa yang kutakutkan jauh-jauh hari itu benar-benar terjadi. Kami sudah kehilangan apa arti sebuah hubungan. Mungkin salah aku yang terlalu egois. Mungkin salah aku yang tidak mengerti.
Mungkin salah aku yang selalu menuntut ini itu.
Mungkin saja itu kenyataannya.

.
.
Ingin melupakan, tetapi masih memikirkan.
Ingin melupakan, tetapi masih merindukan.
Ingin melupakan, tetapi masih mendoakan.

Iya, benar.
Aku rindu.
Rindu suaranya, rindu candanya yang 'gitu-gitu saja'. Rindu semua tentangnya yang membedakan dia sama orang  lainnya.

Sekali lagi, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku rindu. Tapi, kejadiannya sulit untuk membuatku melanjutkannya lagi. Toh, dianya juga seperti tidak peduli. Mungkin dia sudah lelah, hehe.

Aku tidak sesabar dia dulu saat masih awal-awal kenal. Aku egois, aku selalu mempunyai pikiran-pikiran aneh. Entahlah... aku merasa bersalah padanya, kenapa aku dan dia harus dipertemukan. Seharusnya dia tidak perlu dipertemukan denganku. Seharusnya dia mengenal orang yang lebih dari aku... yang lebih cocok dengannya. Karena, aku dan dia terlalu banyak perbedaan.

Mungkin benar, ini adalah saatnya untuk give up and move on. Life is goes on! Tanpa dia atau tidak hidupku terus berjalan menuju masa depan yang masih menjadi rahasia Tuhan. Aku hanya berharap yang terbaik untuk kehidupanku dan kehidupannya.

Bukan menyalahkan pertemuannya.
Bukan menyalahkan perkenalannya.
Bukan menyalahkan perpisahannya.
Tapi bersyukur atas segalanya. Telah dipertemukan, hingga mengenal dia lebih dalam lagi, dan mengenal lagi apa itu perpisahan.

Again, pertemuan adalah awal dari perpisahaan.

Doaku yang terbaik selalu besertamu 🤗💞
thank you and sorry for everything. You're the best memories for my life.
Tentu saja, tidak mudah untuk melupakanmu yang selama beberapa bulan ini telah memenuhi hari-hariku.
Yasudahlah. Itu biar menjadi urusanku.

Hidup dengan baik, my Gemini.
Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku. Yang lebih cocok denganmu. Thankyou for the memories! ❤️ Walaupun kita sudah menjadi seperti ini, jangan lupakan aku ya! Hehe 😋

Palangkaraya,
30 Desember 2018
0:11

Jumat, 07 Desember 2018

One more closer

Haiii! I'm very happy that i did my first interview for join organization. Yes! It's my first time.

I don't know the result will be.. but I did my best for today. And I hope will get the best result too.

Kalau hasilnya nanti keterima, I'll update my post about the interview, okay? Jadi, doakan aku ya temen-temen. Supaya bisa mencoba dan merasakan bisa berorganisasi :))

Dan doakan juga buat Christmas Celebration in 20th of December! Semoga bisa berjalan dengan lancar..walaupun dengan biaya yang minim sekali. Semoga 🙏

Berharap.
Berdoa.

God bless me...
and
God bless us...

Senin, 03 Desember 2018

This Is D-DAY!!

Hai! Penantian tanggal menuju hari magangnya sudah berakhir. Dan hari ini adalah hari magangnya, yaitu tanggal 3 Desember 2018.

Yuhuuu~ aku tidak tahu harus bersikap bagaimana. Tentunya perasaanku campur aduk. Senang bahwa dia akan mengalami pengalaman baru, dan menuju tahap tugas akhir yang semakin dekat. Sedih juga bahwa waktu chat untuk kami berkomunikasi yang sudah sedikit -- semakin sedikit akibat magang. You know, komunikasi adalah hal yang paling penting dalam suatu hubungan kan? Kalau komunikasi yang biasanya saja bisa menimbulkan kesalahpahaman, apalagi komunikasi yang sebentar? Hehe.

Tapi kita tidak bisa menebak, tidak bisa menyalahkan, tidak bisa memaksakan. Ikuti alurnya saja bagaimana. Lihat nanti akan bagaimana. Yang pasti aku menerimanya bukan sebagai beban. Tapi sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Menjadikannya beban pikiran bukan suatu solusi yang tepat. Nikmati saja. Toh ya akhirnya nanti akan terbiasa... terbiasa dengan tanpa kabar lagi. Dan secara perlahan, mungkin akan renggang..dan mungkin akan hilang? Hehe.

Bukan mendoakan. Hanya menerka. Menerka dengan hal yang terburuk. Menjadi asing kembali. Mungkin. Bisa jadi. Kita tidak tahu. Tugas kita hanyalah menikmati waktu yang ada. Dia, dan aku pun. Dia menikmati waktu magangnya, dan aku akan menikmati waktu ku sendiri. Time is money girls! Harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Semangat Geminikuuu! Doaku yang terbaik selalu besertamu selalu!❤️ Semoga apapun yang kamu kerjakan selalu dilancarkan, selalu dipermudah. Semoga. Do the best my Gemini! Aku tahu, kamu akan melakukan yang terbaik. Bukan untukku. Tapi untuk keluargamu. Untuk masa depanmu.

Semoga juga apa yang menjadi pemikiran negatifku tidak terjadi, dan kita masih bisa menjaga hubungan ini. Aku dan my Gemini dengan kesetiaan dan kesabaran kita. Believe that everything will be alright! :)

Ketika memang nanti terjadi seperti yang dipikirkan, setidaknya kita pernah berjuang -- melewati hal ini. Mencoba untuk bertahan. Setidaknya kita pernah saling membahagiakan. Setidaknya kamu pernah menjadi pusat dari segala tulisanku. Menjadi orang yang membuatku sedih, senang, bahagia, kesel, marah, jengkel, galau dengan segala perbuatanmu. We will see di 1 bulan kedepan ini.

3 Desember 2018
Palangkaraya, 1:06

Sabtu, 01 Desember 2018

Musibah

Tiga jam menuju jam setengah dua belas malam, itu artinya sudah hampir dua malam Palangkaraya dilanda musibah. Mungkin bisa dibilang sebagai musibah, mungkin bisa juga tidak. Namun sepertinya, hal ini bisa disebut musibah.

Salah satu tower yang ada di Palangkaraya roboh, sehingga menyebabkan koneksi listrik yang ada di Kalteng -- Kalsel menjadi terputus. Akibatnya saluran listrik yang ada di Kalteng menjadi tidak bisa digunakan sebagaimana biasanya. Dan hal ini terjadi sejak Kamis, 01 November 2018 pada pukul 23:30.

Pada saat itu aku terbangun sekitar jam 22:30 dan ingin belajar untuk UTS di hari esoknya, namun, apalah mati listrik terjadi. Awalnya hanya berpikir, akan sebentar saja. Namun ternyata lama sekali! Sekitar pukul 02:00 akhirnya, aku memutuskan untuk tidur. Karena lumayan sakit kepala belajar digelap-gelapan, (hanya penerangan dari flashlight handphone saja).

Paginya, aku bangun sekitar jam 5:10, dan lampu masih belum menyala. Ternyata, hal ini terjadi karena ada salah satu tower yang roboh di daerah Palangkaraya, sehingga mengakibatkan mati listrik di Kota Palangkaraya. Dan sampai saat ini, yaitu tanggal 3 November 2018, pukul 21:05, masih mati listrik. Walaupun, tadi sekitar jam 15:27 - 15:46 listrik sempat hidup, namun apalah arti 19 menit? Mengisi air pun juga tidak penuh. Syukurlah sempat untuk mencuci piring. Baju kotorpun tidak sempat tercuci. Benar-benar harus bersyukur ketika diberikan listrik yang berkelimpahan.

Nah, bersyukur. Suatu hal yang kadang dianggap remeh oleh orang-orang. Mungkin tadinya juga termasuk aku, namun aku disadari oleh adanya musibah ini. Kita seharusnya selalu mengucap syukur karena telah diberikan listrik, makan, minum dan dikasih waktu untuk tidur dan istirahat. Karena diluaran sana, pasti ada orang-orang yang tidak bisa makan dan minum dengan layak. Yang jaringan listriknya tidak ada, yang tidak bisa istirahat ataupun tidur karena pekerjaan dan sebagainya.

Listrik benar-benar diperlukan untuk penerangan. Dua hari ini aku tidak bisa belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah karena minimnya listrik. Sehingga tugas-tugas yang seharusnya bisa dicicil, malah diabaikan begitu saja. Berharap semoga besok sudah membaik.

Setelah hidup listrik, 19 menit kemudian, yaitu pukul 15:46 rumahku mati listrik lagi hingga pukul 18:30 - 19:25 WIB. Memang cukup panjang dan kembali lagi, harus disyukuri. Setidaknya ada nyala listrik.

Dan sampai sekarang mati lagi. Seandainya masih belum bisa menghubungkan dengan yang ada di KalSel, setidaknya pembagian listrik bergilirnya lebih adil. Di tempat lain hidup listrik bisa sampai 2-3 jam. Lah di tempatku 1 jam pun tidak ada. Ya, kalau digabung emang ada 1 jam, cuman kan perbedaan waktunya juga lumayan.

Yang lain hidup bisa berkali-kali, di daerah rumah ku hidup baru 2x. Setidaknya penerapan sila ke-5 Pancasila bisa diterapkan dari hal-hal yang sekecil ini dong! Kalau hal kecil seperti ini saja sudah tidak bisa diterapkan, bagaimana hal-hal yang besar seperti pembangunan, dsb?

Lalu lintas Palangkaraya juga menjadi kacau. Lampu lalu lintas rata-rata mati, walaupun dibeberapa tempat yang memang rawan kecelakaan masih hidup (syukurnya gitu), Pom bensin yang ngantre, BBM banyak habis, kemudian rawan kebakaran akibat pemakaian lilin, para penjual es memang menjadi laris, namun es nya dapat dari mana? :)) ((memang sudah hukum ekonomi yak. Suatu kebutuhan karena keadaan.))

Eits, jika ditelaah dari kebaikannya, mungkin yang terlihat adalah cafe-cafe yang mempunyai jenset, pasti menjadi sasaran tempat nongkrong, sehingga income nya naik. Kemudian para penjual jenset juga laris manis, bengkel jenset juga laris manis akibat adanya ini. Penjual lilin, senter, lampu emergency, dan penerang-penerang yang lain menjadi laris manis.

Yah. semoga besok semakin membaik, sehingga segala sesuatunya bisa kembali normal..

Dan saatnya saya ingin tidur, selamat tidur, semoga tidur kalian nyenyak. Khususnya, untuk kamu yang di sana. Yang sempat terputus chatnya akibat dari mati listrik, jaringan ilang dan tidak bisa mengabari... Selamat tidur, tidur yang nyenyak. Semoga kita bisa bertemu di alam mimpi yah 🤗❤️ Kalau sudah kayak gini, betapa bersyukurnya jika bisa saling mengabari. Betapa kita harus menghargai waktu. Karena hal ini bisa saja cepat berlalu. Menikmati waktu yang ada.... dan berharap semuanya akan baik-baik saja kedepannya.

3 November 2018
Palangkaraya, 21:30

Akankah?

Ketika membahas tentang hari esok, itu akan menjadi suatu misteri. Misteri dari Tuhan yang tidak pernah bisa dipecahkan oleh siapapun.

Ketika membahas tentang hari esok, akan muncul banyak kekhawatiran, akan muncul banyak ketakutan, akan muncul banyak terkaan-terkaan yang akan terjadi.

Akan kah hari esok akan bahagia?
Akan kah hari esok akan tetap sama?
Akan kah hari esok akan berubah menjadi lebih baik? Ataukah malah berubah menjadi semakin buruk?
Akankah sesuatunya akan baik-baik saja kedepannya?

Semua pertanyaan itu tidak ada yang  tahu jawabannya secara pasti. Namun, kiranya kekhawatiran pada hari ini ditanggung pada hari ini juga. Dan kekhawatiran hari esok, ditanggung pada esok hari juga.

Ketika berbicara mengenai jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan itu, kita hanya bisa berharap, bahwa besok akan baik-baik saja. Besok akan bahagia. Besok akan berubah menjadi lebih baik. Semoga saja, berharap, berdoa, dan melakukan yang terbaik.

Semuanya sudah pada waktunya.
Semuanya sudah ada rencana dari-Nya.
Semuanya sudah diatur sedemikian rupa.
Semuanya selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Semua itu tergantung pada kita yang menjalaninya.

Semoga, semoga, dan semoga.

3 November 2018
Palangkaraya, 20:56

New Era

Halo! Welcome December!
Nggak kerasa banget kan udah Desember aja. Rasanya baru kemarin merayakan natal 2017. Di tahun 2018 ini banyak banget yang sudah kulalui. Mulai dari hari-hari penuh ujian kelas 3 SMA. Kemudian dilanjutkan kegagalan SNMPTN, dilanjutkan dengan ujian SBMPTN. Dan Puji Tuhan, semua berkat dari Tuhan yang selalu menyertai kehidupanku.

Setelah melalui ujian SBMPTN, dilanjutkan dengan harus mandiri dalam mendaftar segala urusan perkuliahan. Orangtua sudah lepas tangan dari hal itu. Kalau mau kuliah ya harus daftar sendiri. Otomatislah harus ngurus sana-sini sendiri. Setelah itu menunggu waktu untuk ospek. Eh, sekarang istilahnya PKKMB ya. Dari awal Agustus sampai pertengahan September, segala rangkaian acara PKKMB Univ, Omba Fakultas, Inagurasi univ dan fakultas, dan Makrab Jurusan sudah dilalui dengan sangat baik.

Fakultasku mendapat juara 1 dari 8 Fakultas yang ada. Itu artinya, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. When you give the best, then you will get the best too! Hal ini yang selalu kutanamkan dalam diriku sendiri, sebagai motivasiku.  Apa yang aku lakukan nggak mungkin mengkhianati hasilnya. Selalu akan ada hasil yang terbaik dari apa yang kita berikan. Ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan ekspektasimu, maka, kamu kurang berjuang. Ada yang lebih berjuang darimu. 

Dan sekarang tidak terasa, sudah hampir 1 semester aku menjadi mahasiswa. Tahu-tahu sudah mau tahun baru lagi. Sudah mau 2019..

Spesialnya lagi, di tahun 2018 ini aku mendapat banyak orang-orang yang penting bagi kehidupanku. Contohnya dia. My Gemini. Siapa yang akan menyangka bahwa aku dengan dia akan bertahan segini lamanya? Entah apa yang dia pikirkan dan apa yang aku pikirkan kenapa kami masih mempertahankan hal ini. Tapi aku percaya, bahwa segala sesuatunya akan ada pelajaran. Pasti ada alasan dibalik kenalnya aku dengan dia. Entah apa itu.

12 April 2018, adalah awal kami bertemu.. di dunia game. Lucu ya. Sempat renggang, tapi dia begitu sabarnya menghadapiku. Akhirnya hubungan kami bersatu lagi. Segala sesuatu dari hal yang penting sampai tidak penting pun ku ceritakan. Aku mencurahkan hatiku ke dia. Kalau secara gamblangnya, atau bahasa kasarnya adalah dia bak sampahku. Tapi kalau bahasa spesialnya, dia adalah orang yang ku percaya untuk mendengarkan segala keluh-kesahku. Iya, my Gemini ❤️.

Perjalanan ospekku tidak semudah yang dipikirkan, dan tidak sesulit yang dipikirkan, tapi tetap saja, selalu ada keluhan. Kemana keluhan itu? Meluap begitu saja ke dia. Dia? Begitu sabarnya mendengarkan segala keluh kesahku. Memberikan saran terbaiknya. Memberikan segala sesuatunya yang terbaik. Solusi dan sarannya...nasihatnya yang selalu mengingatkanku... untuk selalu makan, istirahat yang cukup, jangan pulang malam-malam karena orangtuaku yang susah. Iya, semua itu dia selalu katakan. Semangat buat hari ini. Obat jangan lupa diminum, jangan tidur malem-malem. Bukan kah dia sangat perhatian? Benar, sangat perhatian.. dengan caranya sendiri. Tapi itulah pesonanya.

Masuk bulan-bulan September, hubungan kami mulai terombang-ambing. Pemikiran-pemikiran negatif selalu ada di otakku. Mungkin karena perasaan itu sudah muncul. Perasaan sayang. Lingkaran jatuh cinta. Jadi hati serasa sangat sensitif. Ada yang beda sedikit saja, langsung berpikir yang aneh-aneh. Trauma.

Hal itu, Puji Tuhan, tidak berangsur lama. Nggak lama, semuanya terbongkar. Kami omongkan baik-baik. Mencari tahu inti dari masalahnya. Tidak lama kami damai. Masalah clear.

Namun memasuki bulan Oktober, kembali lagi masalah merundung. Entahlah, mungkin bulan-bulan bosan kah? Maksudnya, sudah hampir 6 bulan saling mengenal. Siapa tahu saja? Apalagi ciri-cirinya sama dengan orang yang dulu. Sering menghilang, singkat, padat dan jelas. Seakan-akan malas berkomunikasi. Seakan-akan menyuruh kita untuk pergi perlahan. Pada saat yang tepat akhirnya aku pertanyakan lagi. Kalau emang bosan ya, sok atuh kita udahin aja hubungan khususnya ini. Daripada seperti memaksa, benar kan? Buat apa dipaksa? Gak ada menguntungkan siapa-siapa. Ketika ditanyain, kata dia nggak seperti itu. Akhirnya kami baikan dengan percakapan yang cukup dingin. Sempat tidak ingin menelponnya, tapi dia dengan sabar lagi, mencari topik bahasan. Nggak lama, kami sudah seperti sebelumnya. Baikan.

Bulan November pun sama, dan hal ini baru-baru saja terjadi.Tanggal 3 Desember adalah hari pertana magangnya. Aku ditinggal. Ya, tapi itu adalah untuk masa depannya yang harus diperjuangkan. Aku nggak ingin menjadi orang yang menghalangi masa depannya. Harus didukung. Harus disemangati. Walaupun, serasa tidak ingin. Tapi harus. Harus mengerti bahwa itu kewajibannya. 

Dan karena hal itu lah aku galau. Lagi. Dia yang membuat galau hati ini. Segala kata-kata hanya berpusat padanya saja. Nggak sengaja kebahas masalah itu. Aku yang uring-uringan. Bukannya aku dibaik-baikin, dia malah ngambek. Aku jadi nggak enak. Akhirnya aku minta maaf juga. Bukan karena aku merasa salah, tapi aku hanya merasa itu wajib.. demi memperbaiki suasana.

Dari situ semua terasa canggung, dingin, dan singkat. Aku hanya menjawab seperlunya. Walaupun masih ada unsur-unsur perhatian dan romantisnya. Bodohnya aku adalah.. terlalu menunggu dia. Tapi, sekali lagi, tidak bisa dipaksa. Setiap orang punya kesibukannya masing-masing kan? Itu artinya aku yang harus mengerti. Lagi. Harus mengerti. Walaupun berat.

Dan ya, sampai sekarang. Menjaga jarak antara aku dengan dia. Dengan percakapan sederhana saja. Bukan dengan yang tinggi-tinggi. Karena yang tinggi-tinggi, akan susah digapai. Ketika jatuh akan terlalu sakit.

Intinya, segala kenangan yang sudah kamu berikan ke aku itu adalah suatu kenangan yang indah. Magangmu tidak akan ku jadikan beban. Oleh karena itu, jangan mikir yang aneh-aneh. Fokus pada magangnya. Aku percaya, kamu akan melakukan yang terbaik. Semangat terus my Gemini ❤️. Doaku yang terbaik besertamu selalu. Walaupun.. kita berbeda. Tapi aku akan mencoba untuk melengkapinya.

Desember akan menjadi perjalanan yang panjang. Dimulai dari penantian dia yang magang, dan hari ini, Desember dimulai dengan perjalanan mengelilingi Palangkaraya dengan jakan kaki! Parade Natal hari ini luar biasa! Walaupun hujan mengguyur, tapi semangatnya untuk jalan masih ada. Lain kali jangan ngaret-ngaret acaranya. Yang ikut bukan hanya SMA/Mahasiswa. Tapi TK-SD. Kalau hujan kayak tadi ya susah! Kasian juga kan. Entah apa yang ditunggu jadi ngaret hampir 1 jam lewat tadi. Sampai hari yang cerah jadi mendung dan hujan.

Pengalaman yang luar biasa! Walaupun hujan. Capeknya dapet sekali! Kaki lecet-lecet pun jadi bukti bahwa aku sudah berjuang! Yes, thanks God.

Selain itu, di Desember ini, aku mengikuti panitia natal FEB 2018. Menarik bukan? Hehe. Entah kesambet apa, tapi niat untuk ikut. Yah, i will do the best. Saatnya untuk aktif dalam organisasi guna menambah pengalaman dan relasi. Semoga semuanya berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apapun. God bless us. 

Juga, aku akan daftar Hima Jurusan... semoga diizinkan untuk berorganisasi deh yaa! Wish me luck ❤️.

Bukan kah peraihan yang hebat? Semoga dilancarkan segala yang aku lakukan juga untuk my Gemini. Wish we luck. God bless us.

1 Desember 2018
Palangkaraya, 21:07