Selasa, 29 Agustus 2017

Kasar Part 1

Pernah dengar tentang istilah 'kalau mau dihargai, cobalah untuk menghargai oranglain terlebih dahulu.' ? Saya kira hal itu sudah lazim untuk didengar bukan? Dan saya pikir, bahwa hal itu benar adanya. Bukan maksud apa-apa. Bukan maksud untuk menghina dan lain-lain. Tapi, apakah seorang pembicara untuk sosialisasi produk X yang katanya berasal dari Jakarta, dan katanya lagi, alumnus dari IT*, dan sekarang melanjutkan sekolahnya di U*, serta pernah menjadi peserta sekaligus pemenang dalam olimpiade tingkat internasional di Jepan*. Apakah wajar untuk menghina fisik seseorang?
Saya pikir itu hina. Tidak ada sopan santunnya sama sekali! Pertama kali masuk ke kelas saya, yang memang pada saat itu adalah jam kosong, dan kami pergunakan untuk latihan drama untuk pelajaran Bahasa Indonesia, tiba-tiba orang ini masuk dengan sombong. Yang paling saya ingat adalah, “Kok kayak gini kelas 12nya?” Emangnya mau gimana kelas 12nya? Mau sok-sokan fokus belajar UN? Hellow, kami pun masih mempunyai banyak tugas yang harus dikerjakan sebelum fokus UN. Lagipula, posisi kami saat itu adalah geladi kotor untuk menampilkan drama dengan memanfaatkan waktu jam kosong, yang dilanjutkan dengan istirahat.
Sesudah ketika orang itu masuk dan memperkenalkan diri dengan bicara yang sangat cepat karena orang itu hanya diberi waktu 5 menit. (KATANYA. Faktanya ya lebih dari 5 menit.) Dalam memperkenalkan diri, orang itu sering sekali bilang “Perhatikan ke depan. Masukan dan simpan segala materi pembelajaran sebelumnya.” Logikanya adalah. Waktu itu jam istirahat. Wajar dong, ada yang makan dan ada yang minum? Lah teman saya yang minum itu, langsung ditegur. Sudah 2 poin yang buat saya MAKIN tidak menyukai pembawaan si pembicara.
Akhirnya, teman kami mengalah untuk cepat-cepat meminum minumannya. Si pembicara mulai bicara lagi. Eh, ada pergerakan lagi dari teman saya. Entah apa yang dilakukannya, sehingga si pembicara ngomong, “Eh gentong ….,” Apakah pantas ngomong seperti itu? Yah, walaupun teman saya ini tubuhnya memang gempal. 3 Poin.
Si pembicara ngomong lagi, terus dijeda lagi. Teman saya yang lain kena lagi. Dia ngomong apa gitu, tapi ada embel-embel gendutnya. Saya pikir bukan hal yang pantas untuk seorang pembicara yang sekali masuk ke kelas untuk berbicara seperti itu. Tidak berkelas. Eh, si pembicara ngomen lagi tentang teman saya yang lagi ngipas di depan kipas angin. “Nggak masuk angin lu di depan kipas gitu?” Loh, suka-suka temen gue dong! Kenapa ngurus banget?? Ada beberapa orang pembicara sosialisasi juga yang datang ke kelas, tapi tidak sampai segitunya. Ramah tamah, kalem, enak untuk didenger, jadi kami yang di kelas juga semangat untuk mendengarnya. LAAAH BEDA DENGAN YANG INI. Dari awal masuk sudah bikin kesal eh makin lama malah menghina fisik orang. Gak punya sopan santun? Bukan maksudnya membanding-bandingin orang lain ya… tapi menurut saya memang sudah kelewat batas.
Masuk lah si pembicara ini ke dalam hitung-hitungan matematika. Kebetulan dia ini mempromosikan produk buku + kaset matematika, makanya pengantarnya ngasih soal matematika gitu. Temen sebangku saya yang ditunjuknya. Majulah temen saya ini, terus kebetulan ada guru yang mau masuk, akhirnya si pembicara itu keluar dari kelas. Hal ini dimanfaatin temen saya yang maju untuk nanya jawaban. Dijawablah sama temen saya yang lain pake kalkulator. Masuklah si pembicara dan bertanya, darimana jawabannya itu. Awalnya saya diem, karena yang lain juga diem. Nah si pembicara nanya lagi. Yaudahlah, saya keluarkan sifat nyolot saya. “Hitung pake kalkulator.” Saya jawab. Kebetulannya saya duduk di depan. Jadi dengerlah si pembicara itu. Terus si pembicara ini bilang, “kok saya merasa dibohongi.” Akhirnya dibahasnya lah soalnya dengan SECEPAT KILAT. Ngerti aja kagak. Mungkin udah keburu jengkel kali ya, jadi bawaannya emosi. Terus akhirnya dia nanya tuh dari ujung. Kan saya duduk  di depan dan posisinya itu nomer 3 dari ujung. Dia nanya, “17x18 berapa?” ga dijawab tuh. Dia nanya lagi ke sebelahnya, “16x17 berapa?” bingung kan, namanya juga anak SMA (bukan saya membela dari balik SMA, tapi ya namanya kami diajarkan menggunakan manual, ya mau ga mau harus hitung manual. Tapi ini orang maunya jawab dengan secepat kilat. Emangnya dia pikir otak kami ini otak kalkulator? Otak manusia juga punya batasnya kali! Katakanlah dia pinter mtk, belom tentu tuh, otaknya sama pinternya kayak dia -_-.) Dan singkat cerita, dia nanya ke saya. Dia lihat nametag yang ada di seragam, terus dia bilang, “Natasya, 17x12 berapa?” Saya diem. Muka saya itu sudaaah masam-masamnya. Terus dia nanya lagi, “ayo jawab.” Seakan-akan kayak memaksa, yaudah, saya keluarin tuh kalkulator saya. Terus saya nyolot, “Yaudah sini aku jawab. 17x12? Nah, kuhitungkan!” Saya tau, sikap saya di sini juga salah. Secara dia lebih tua dari saya. Tapi gimana ya? Saya bukan membenarkan. Mungkin karena dia merasa ‘diundang sama sekolah’, jadi semena-mena gitu ya? Setidaknya lah, ramah sedikit, paling gak lah, jangan menghina! Saya paling kesal ketika menghina kelas saya, dan membandingkannya dengan kelas yang lain. “Kelas ini kok beda ya dengan kelas IPA 1 dan IPA 2?” terus temen saya ada jawab, “Iya, kelas kami unik.” Terus di jawab lagi, “BUKAN UNIK, TAPI GAK JELAS.”
Nggak lama kemudian, dia ada bilang lagi, “Tadi nggak sesuai janji sih, saya harusnya sama Bapak F, tapi karena Bapak F lagi berhalangan, makanya saya sendiri. Jadinya gini deh. Mungkin akan saya laporkan kelas ini ke Bapaknya.”
Helloooow. Apanya yang dilaporkan?!?! Terserah lah mau dilaporin ke kepsek sekalipun. Sikapnya juga yang salah! Seandainya awal masuk sopan dan nggak menghina-hina gitu, mungkin kami juga akan segan dan hormat. Lah, masalahnya dia yang ngundang buat gak enak.
Saya jadi heran, alasan sekolah ngundang kayak begituan untuk apa sih? Sarana untuk menyombongkan dirinya yang pinter matematika itu???
Intinya sih, jadi orang tuh kalau mau dihargai, coba menghargai orang lain dulu. Kalau orang sopan dan hormat sama kita, nggak mungkin kitanya berlaku semena-mena. Bukan gila hormat, dan lain-lain. Tapi dari sini nih, memang kerasa gimana kalau nggak dihormatin. Dihina fisiknya gitu. Dikira fisiknya sudah sempurna?!
Sebenarnya, selain dari itu ada lagi. Seperti dia bilang kalau bahasa inggris itu penting. Kami pun juga tau kalau bahasa inggris itu penting. TAPI CARA PENYAMPAIANNYA ITU. Masa dia bilang, “Kamu pasti gak tau deh bahasa inggrisnya kutu.” Hubungannya sama produk & pelajaran itu apa??
Sekali lagi, saya bukan maksud untuk menghina. Tapi ini adalah luapan hati saya yang teramat kesal. Mungkin sifat dan watak manusia beda-beda. Tapi setidaknya… tau di mana dia berbicara. Ya kalau dengan temannya, its okay lah. Ini masalahnya, di depan siswa SMA. Orang biasanya ngajarin yang baik-baik. Ini malah ngajarin berbicara kasar.
Udahlah, dibahas bagaimanapun udah terjadi. Kesan pertama yang buruk. Makanya, kalau mau kesan pertamanya baik, jangan berperilaku yang gak baik. Memang benar, bahwa kesan pertama sangatlah penting. Kayak gini nih. Kesan pertamanya aja udah buruk. Kedepannya jadi males.

Sabtu, 12 Agustus 2017

KRONOLOGIS KERUSUHAN MEI 1998 & URAIANNYA



Tugas Kelompok

            Anda telah menyimak berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Tugas Anda sekarang adalah mencari contoh kasus pelanggaran HAM. Berikan uraian tentang kategori pelanggaran HAM yang terjadi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.      Apabila kasus pelanggaran HAM tersebut termasuk pelanggaran HAM berat? Sertakan alasannya!
2.      Tuliskan kategori pelanggaran HAM berat dalam kasus tersebut, jika kasus tersebut merupakan kasus pelanggaran HAM berat!
3.      Tentukan pengadilan yang berhak mengadili kasus pelanggaran HAM tersebut!
4.      Bagaimana seharusnya pemerintah menyikapi maraknya pelanggaran HAM di Indonesia? 

Jawab:

Kasus Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta

Peristiwa kerusuhan Mei 1998 diawali oleh krisis financial Asia dan dipicu oleh tragedy Trisakti dimana, 4 mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Peristwa Mei 1998 merupakan suatu gerakan reformasi di Indonesia yang dilatarbelakangi oleh berbagai faktor (faktor politik, sosial dan ekonomi).
Dari faktor politik, kronologi gerakan reformasi ini diawali dengan adanya sidang umum MPR pada bulan Maret 1998, yang memilih Soeharto dan B.J. Habibie sebagai presiden dan wakil presiden RI untuk masa jabatan 1998-2003. Soeharto kemudian membentuk dan melantik Kabinet Pembangunan VII, yang mana cabinet tersebut sarat akan kolusi dan nepotisme. Ditambah juga dengan terjadinya krisis moneter pada saat itu, maka pada bulan Mei 1998, para mahasiswa mulai bergerak untuk menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut penurunan harga barang-barang kebutuhan (sembako), penghapusan KKN, dan juga menuntut pengunduran Soeharto dari kursi Presiden.
Sehingga pada tanggal 12 Mei 1998, para mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta menggelar unjuk rasa. Dalam aksi unjuk rasa tersebut telah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan empat orang mahasiswa yang bernama Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hafidhin A. Royan, dan Henriawan Sie, tertembak hingga tewas, dan puluhan mahasiswa lainnya mengalami luka-luka. Kematian empat mahasiswa tersebut membuat semangat para mahasiswa dan kalangan kampus untuk menggelar demonstrasi secara besar-besaran. Hal ini berlanjut pada tanggal 13 dan 14 Mei 1998, di Jakarta dan sekitarnya. Pada saat itu, terjadi kerusuhan missal dan penjarahan, sehingga kegiatan masyarakat menjadi terhambat. Dalam peristiwa itu, puluhan toko tersebut dibakar, sehingga ratusan orang mati terbakar.
Tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki gedung MPR/DPR. Pada saat itu juga, kurang dari satu juta manusia berkumpul di alun-alun utara Keraton Yogyakarta untuk menghadiri pisowanan agung, untuk mendengarkan maklumat dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam VII, yang mana inti dari maklumat tersebut adalah ‘anjuran kepada seluruh masyarakat untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa’ dan ‘anjuran agar Presiden Soeharto mengundurkan diri.’
            Pada tanggal 20 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundang tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat untuk dimintai pertimbangan dalam rangka pembentukan Dewan Reformasi yang akan diketuai oleh Presiden Soeharto. Puncaknya terjadi pada tanggal 21 Mei 1998,  pukul 10.00 di Istana Negara. Presiden Soeharto meletakkan jabatannya sebagai Presiden RI, di hadapan ketua dan beberapa anggota Mahkamah Agung.
            Pada kerusuhan ini, banyak toko dan perusahaan dihancurkan oleh amuk massa, terutama milik warga Indonesia yang keturunan Tionghoa. Dan juga, terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Akibatnya, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.
Uraian:
Kasus dalam berita tersebut termasuk pelanggaran HAM berat. Kasus Kerusuhan Mei 1998 memenuhi unsur-unsur pelanggaran HAM berat, karena kasus tersebut memenuhi criteria, genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Yang mana, yang dimaksud dengan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan dan/atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelomok bangsa, ras, kelompok etnik, kelompok agama, dengan cara-cara seperti:
1.      Membunuh anggota kelompok.
2.      Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok.
3.      Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik, baik secara keseluruhan maupun sebagian.
4.      Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok.
5.      Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.
Serta, memenuhi criteria kejahatan terhadap kemanusiaan, yang mana, yang dimaksud dengan kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan. Serangan tersebut dapat bersifat luas, atau sistematik yang ditujukan secara langsung kepada penduduk sipil, dalam bentuk:
1.      Pembunuhan; pemusnahan dan perbudakan.
2.      Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa.
3.      Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar asas-asas ketentuan pokok hokum internasional.
4.      Penyiksaan.
5.      Pemerkosaanm perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, atau bentuk-bentuk kekerasan seksual.
6.      Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras kebangsaan, etnik, budaya, agama, jenis kelamin, atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hokum internasional.
7.      Penghilangan orang secara paksa.
8.      Kejahatan apartheid yaitu sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh suatu pemerintahan dengan tujuan untuk melindungi hak-hak istimewa dari suatu ras atau bangsa.

Kasus ini dapat diselesaikan melalui pengadilan HAM Ad-Hoc, karena kasus ini terjadi sebelum Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 diundangkan. Dalam menyikapi pelanggaran HAM yang marak terjadi di Indonesia, pemerintah dapat melakukan berbagai upaya, baik pencegahan (preventif), maupun represif (penindakan). Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengsosialisasikan sikap sadar hokum melalui seminar-seminar kepatuhan hokum. Sedangkan, upaya represif atau penindakan dapat dilakukan dengan peradilan HAM yang jujur, tegas, dan adil. Pemerintah dan masyarakat sudah seharusnya untuk saling bahu-membahu dalam pemberantasan pelanggaran HAM sebagai upaya penegakan HAM.

Kamis, 01 Juni 2017

Bad Enough

Halo!

Maafkan karena dua hari ini tidak posting apa-apa. Sebenarnya, dua hari yang lalu aku ada nulis. Dan itu nulisnya dalam keadaan yang sangat ngantuk. Akhirnya, entah bagaimana, postinganku yang awalnya berjudul 'Entah' itu hilang.

Akibat dari keteledoranku, akhirnya, keesokan harinya aku sungguh malas untuk nulis. Bagi kalian, yang sudah nulis panjang lebar, dan berujung hilang itu.. bagaimana rasanya? Hiks.. ingin berkata kasar. Kesal, kan? Ya, begitulah perasaanku kemarin hahah.

Mengikhlaskan postingan dua hari yang lalu, akhirnya aku bisa moveon juga dari postingan yang berjudul 'Entah'. Nggak ada yang menarik, sebenarnya dengan postingan itu. Tapi itu adalah postingan mengenai kebingunganku terhadap si anu. Yaudah lah, mungkin aku tidak diizinkan untuk menyebar luaskan kebingunganku itu. Diambang nyesal dan tidak yaa... :3

Moveon ke hari ini, ini adalah tanggal 1 Juni 2017. Di mana, ini adalah hari istimewa bagi negara Indonesia. Yaitu hari Pancasila. Semoga kedepannya, kita sebagai warga negara Indonesia, bisa lebih membina rasa keberagaman kita ya, agar bisa lebih menghargai dan menghormati satu sama lain.

Ngomong-ngomong, hari ini adalah hari yang buruk. Bad enough. Tapi, not bad. Mood ku benar-benar hancur. Entah kenapa. Sebenarnya dari hari kemarin. Ada hal yang membuatku kesal seharian, hingga akhirnya berdampak pada mood ku sendiri. Masalahnya, kalau sudah ada hal yang menganggu, aku akan memikirkannya hingga emang benar-benar muak.

Akhirnya, aku memikirkannya. Walau nggak memikirkannya 24/7. Jadi, aku mengakalinya dengan nonton. Entah nonton VS ataupun Drakor. Yang penting hepi. Bhak.

Oiya, aku sendiri punya rencana untuk ngepost review RM episode 329-340. Semoga benar-benar bisa dipost yaaa, dan bermanfaat bagi kita semua. Karena post orang-orang tentang RM, sangat membantu. Jadi kiranya, jika aku membuatnya mungkin bisa sangat membantu juga. Heuheu.

Okeh, sekian. Saya ingin tidur cantik dulu.

Salam!
:)

Senin, 29 Mei 2017

Suatu Alasan

Haaaaaaiii.
Apa kabar?

Jangan karena 'apa kabar?' kalian jadi gagal move on yaaa! hahaha. Kemarin, nggak ada ngepost ya? Maapkan. Karena diriku sangat malas untuk menulis. Tapi hari ini, aku bela-belain deh. Mumpung juga lagi dalam mood yang bagus untuk nulis.

Bahasan kali ini, adalah alasan. Pernah denger, gak kutipan tentang 'apa yang terjadi di dalam hidup kita, semuanya itu terjadi karena suatu alasan.'?
Kalau pernah denger, percaya nggak sih, sama kutipan itu?

Sebenarnya, aku udah sering dengar tentang kutipan itu. Tapi, baru di akhir tahun 2016 ini saja, aku begitu memaknai mengenai kutipan tersebut. Tepatnya, pada saat guruku bercerita mengenai Ayahnya. Kejadian Ayahnya, ketika meninggal. Singkat cerita, Guruku yang pada saat itu masih kuliah di luar kota, waktu itu sakit cacar, kemudian, Beliau balik ke kotanya. Beliau bertemu dengan orangtuanya. Seminggu menginap di sana. Tetapi, beberapa hari sebelum ke rutinitas seperti biasa, Ayahnya guruku mengalami kecelakaan, yang akhirnya meninggal dunia. Singkatnya begitu. Dan di akhir cerita, Guruku bilang, "Kalau seandainya saya tidak sakit cacar, dan saya tidak pulang pada saat itu, saya tidak akan ada di hari-hari terakhir Ayah saya meninggal. Dari situlah, saya percaya, karena setiap kejadian pasti ada alasannya, mengapa hal itu terjadi."

dan ya, aku pun menjadi terbawa suasana. Benar-benar, memaknai kata-kata Beliau. Kalau dipikir-pikir, ya memang benar adanya, bahwa ada alasan kenapa banyak hal terjadi di hidup kita. Tanpa kita sadari, semuanya terjadi dalam satu alur kehidupan. Takdir hidup yang telah dikodratkan dari Tuhan untuk kita.

Kemarin (28/05/2017), telah terjadi kebakaran di rumah guruku. Sungguh bencana yang tiba-tiba dan mematikan. Ironisnya, bahwa kejadian itu bertepatan dengan ulang tahun Beliau. Beliau adalah seorang guru fisika yang merangkap sebagai wali kelasku di kelas 2 SMA ini. Kalau bisa kukatakan, Beliau sungguh berbeda dengan guru lainnya. Berhubung itu, aku sering ke rumahnya, karena les. Les di rumah Beliau, seminggu dua kali. Dan pernah, untuk konsultasi tugas akhir, sering sekali ke rumah Beliau. Jadi, tentu saja, kaget, ketika terjadi kebakaran di beberapa bagian rumahnya. Untungnya,  tidak semua rumah Beliau yang habis dilahap oleh si jago merah. Sungguh Tuhan itu maha baik.

Awalnya, salah seorang temanku, yang rumahnya satu komplek dengan Beliau, berkicau di grup chat kelas. Dia mengatakan bahwa, "rumah bapaknya kebakaran. tolong bantuin." Berbagai upaya dilakukan, dengan membantu menelepon pemadam kebakaran. Beberapa teman lelaki ku, langsung menuju tempat kejadian. Untungnya, api belum tersebar hingga ke seluruh rumah. Semuanya aman terkendali, walaupun bagian depan rumah Beliau telah habis terbakar. Puji Tuhan, tidak ada korban jiwa.

Dari sini aku mulai berpikir. Apakah alasan kejadian kebakaran ini, di hari ulang tahun Beliau? Tentunya, hanya Tuhan yang tahu apa alasannya. Yang pasti, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tidak akan memberikan kesulitan di atas kemampuan kita. Kita mampu menghadapinya.

Intinya apa? Intinya, disetiap kejadian pasti akan ada alasan dibaliknya. Kita dipertemukan dan dipisahkan dengan seseorang, pasti akan ada alasannya. Apapun itu. Yang pasti, semua rencana Tuhan akan indah pada waktunya. Jika belum indah, maka itu bukanlah akhir dari perjuangan. Hei, perjuangan kita masih sangat panjang. Jangan menyerah terlalu dini. Dini aja belum menyerah :) #lah wkwk.

Oke, daripada semakin melantur. Kita cukupi saja untuk hari ini ya. Terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

Salam.

Jumat, 26 Mei 2017

Pembelaan Diri

Sebelum tidur, kayaknya enaknya nulis dulu. Mumpung juga lagi niat, dan ada ide yang mengalir.

Hari ini, aku bertemu banyak orang. Dari siang sekitar jam 12 siang, sampai jam 9 malam. Cukup lama, dan cukup membuat badan sakit semua, dikarenakan terlalu lama duduk. Tapi tidak sebandinglah sakitnya, dengan pengalamannya. Bertemu banyak orang dengan sikap dan sifat yang berbeda-beda, bertemu dengan banyak orang dengan keahlian yang berbeda-beda, membuat pikiranku lebih terbuka.

Nggak mudah emang, menyatukan pikiran dengan orang lain. Tapi, setidaknya berusaha. Berusaha untuk memahaminya. Tentu saja, setiap orang punya perbedaan, punya sikap, sifat, dan kepribadian yang berbeda. Ada yang tingkat kebaperannya sangat tinggi, ada juga tipe orang yang membawa santai dengan hidupnya. Sejak main Ayodance, aku bertemu banyak orang, jadi sudah cukup kebal dengan orang-orang yang memiliki tingkat kebaperan yang tinggi, atau dengan tingkat kecerewetannya yang super tinggi.

Apalagi, aku sebagai ketua club, harus bisa memantau anggota club itu sendiri. Jika ada war, tugas ketua lah yang menengahi. Emang, manusia tidak pernah lepas dari yang namanya bentrok. Nggak mudah emang, tapi ya begitulah. Jadikan pengalaman hidup.

Jadi, hari ini aku ketemu cowok, mahasiswa hukum. Baru kali ini, ketemu mahasiswa hukum di Ayodance. Bersyukur? Jelas saja, bersyukur. Kan pengalamannya bisa dijadikan informasi buat kedepannya. Mungkin, kalau emang berkenan, bisa untuk dijadikan motivasi lah ya.

Dulu, aku pernah ketemu orang, umurnya 22 tahun, orangnya supel, asyik, enak diajak ngomong, nyambung laah kalau diajak ngomong. Dia mahasiswa teknik perminyakan. Orangnya rajin, dalam hal kuliah, olahraga, dan lain-lain. Kegiatannya banyak, pengalamannya banyak. Dari situ, aku sering menyemangatinya. Dia pun sering balik menyemangati. Karena kesibukan dia terhadap studinya itu, buat aku termotivasi. Kadang, kalau aku nggak tau sesuatu tentang pelajaran, aku nanya sama dia. Kalau dia paham, dia bakal ngejelasin. Baik banget orangnya. Dari situ, aku yang termotivasi. Sangat termotivasi. Aku lebih rajin buat membaca, apalagi di pelajaran Kimia. Terus, aku les jadi lebih semangat. Intinya lebih rajin. Alhasil, ranking ku naik. Walaupun, nggak drastis, tapi ada peningkatan. Tapi, sekarang, kayaknya, orang itu lagi sibuk-sibuknya. Mau nggak mau, harus memahami. Toh, aku juga bukan siapa-siapanya. Cukup jadikan motivasi untuk maju. Jadi, kami jarang lagi untuk berkomunikasi. Ya, nggak bisa dipaksain dong?

Itu salah satunya. Dari semuanya, mungkin itu yang orang yang paling bisa memotivasiku.

Dan, kali ini, aku bertemu orang lagi. Umurnya 20 tahun. Mahasiswa Hukum. Jadi, banyak nanya-nanya. Maklum, kepoan orangnya. Sejauh ini, orangnya supel, baik sih, asyik juga, ya bolelaaah. Belum kenal jauh sih, semoga aja lah bisa juga memotivasi ku di kelas tiga ini. Soalnya, kalau gak gitu, kurang asupan energi. Kurang semangat.

Ada lagi sih satu. Baru lulus. Orangnya nakal. Serius, rasa-rasa mau ku omelin terus-menerus. Satu tahun di atasku. Tapi, orangnya asyikkkk, ngeselin sih, tapi yaaa baek kok:)) Namanya manusia, pasti punya sisi baik dan sisi buruk, kan? Tapi, ya jangan lihat dari baik-baiknya aja. Buruknya ya mohon dimaklumi. Diaaa ini, orangnya nakal, kenal sama ini orang, udah sekitar 2-3 tahun yang lalu. Ada pernah, cerita tentang ini orang di post sebelumnya. Sekarang, udah pindah haluan, ke Dota2. Jadi, jarang banget buat main audi lagi. Dulu, aku sering banget buat ngingetin dia buat rajin. Hilangin kebiasaan buruknya. blabla. Sampe dia bosan kali ya. Namanya juga peduli. Aku tipe orang yang nggak suka aja gitu, ada orang yang nakal-nakal gimana. Kadang, orang kayak gitu butuh nasehat. Jadilah, kayak ibu-ibu yang mengomelin anaknya. Sempet hilang kontak, hilang hampir 1 tahun, balik lagi. Dan, percaya nggak percaya, dia bilang kalau dia ranking 3 besar. Bangkeee sekali. Ya, antara percaya dan tidak percaya sama yang dibilang dia. Mau dia bohong atau enggak, ya bodo amat lah. Dosanya dia juga yang bohong ._.

Ya gitu. gimana nggak kaget. Agak termotivasi juga sih. Kalau dia aja bisa, kenapa aku enggak? Mikirnya ya gitu. Itu salah satu faktor kenaikan rank di kelas dua ini. Intinya ya gitu. ketemu orang, jangan terlalu dijudge. Mana tau, bisa buat kamu termotivasi.

Yha, itu salah tiga dari beberapa orang yang ku kenal. Yang lain buanyaaak. tapi masih pada tahap biasa aja. Nggak yang bisa buat aku gimanaaa gitu.

Mungkin, yang lainnya bakal aku post. Kalau aku ada niat, dan ide untuk nulis yaa! intinya, setiap orang yang aku kenal, punya tempatnya masing-masing kok dihidup aku. Ya kali, nggak punya tempat. Pasti ada, selalu dikenang juga kok.

Makasih juga loh ya, buat semua orang yang udah mau kenalan, terus jadiin aku temen. Itu luar biasaaa. Hehe. Intinya ya gitu aja. Lumayan panjang loh, postan kali ini. Maafkan ya.

Besok juga udah mau puasa. Aku ngucapin, selamat menuaikan ibadah puasa ya! Semoga puasanya lancar-lancar aja. Walaupun, aku non. tapi biarlah kita saling menghargai dan menghormati ya. Salam damai. No rasis ✌✌.

Iyaudah, gitu aja kok. See u di next post!
Ngomong-ngomong, judul sama isi, kurang nyatu sih. Tapi yaudahlah. Apalah dayaku, yang selalu bingung dengan judul.

Salam!
:)





26 Mei 2017
Palangkaraya, 22:55

Kamis, 25 Mei 2017

Curcol Time

Sudah dua postingan yang aku post di tanggal dua puluh lima Mei ini. Sebenarnya, aku merasa sangat suntuk ._.

Kepala terasa sakit, ingin tidur tetapi mata tidak bisa terpejam. Mau main, tapi kepala pusing. Mau baca, kepala pusing. Jalan satu-satunya adalah tidur, tapi tetap saja, tidak bisa tidur.

Biasanya, aku mengakalinya dengan main hape, buka instagram ataupun timeline LINE. Membaca artikel-artikel dari LINE TODAY ataupun di timelinenya. Terkadang, membuka zodiak-zodiak atau kepribadian golongan darah. Dan lama-kelamaan akan tertidur dengan sendirinya.

Tapi, sepertinya hari ini berbeda. Dengan kepala yang sakit, alias pusing. Bukannya malah ngantuk, tapi malah merindukan yang di sana. Akhirnya apa? Aku jadi galau sendiri. Galau dengan keadaan yang sekarang. Keadaan yang saling melupakan dan saling menjauhi. Ya, mau gimana lagi? Nggak bisa dipaksakan.

Yaudah, karena aku malas lagi buat nulis di snapgram di akun @natsyangelicaa, akhirnya, ku pikir, lebih baik di blog saja. Mungkin peminatnya untuk membaca lebih sedikit. Lagipula, kalaupun aku curcol di instagram, pasti pada di komen. Jadilah, aku malas sendiri curcol di situ. Akhirnya, pindah haluan ke blog. Sekalian bisa update isi blog. Kasian blognya lama tidak tersentuh. Haha.

Makanya, muncullah dua postingan yang sebelumnya. Nggak tau apa faedahnya buat tulisan kayak gini. Lagi pengen aja, niat buat nulis, jadi akhirnya ya gini. Nulis tentang keadaan yang sekarang.

Sebenarnya pun, buka instagram punya maksud tertentu, dulu bisa dibilang, buka instagram itu jarang. Kalaupun buka, aku lebih suka buka-buka foto korea, dan ketika aku sudah selesai nonton drama, ingin membagikan cerita drama tersebut. Namun, tampaknya sekarang, sudah berbeda. Lebih sering untuk stalking si anu. Yaudah lah, gapapa. Toh, nggak ada larangannya kan?

Hmm apalagi ya? mungkin udah cukup buat hari ini, aku tiba-tiba kehabisan akal buat mengakhirinya. Niatnya ingin mengakhiri dengan pertanyaan, tapi ternyata tidak sesuai harapan. Hmm.. yaudahlah. Begitu aja curcolnya, hehe.

Salam.

Apalah Arti Menunggu

Kadang, di suatu saat, aku merasa sangat suntuk dengan menunggu. Sebenarnya, menunggu hal yang tidak pasti. Itulah salahnya. Sudah tau, menunggu hal yang tidak pasti itu menyakitkan, tapi kenapa? Selalu, dan tetap di tunggu?

Tau arti dari sabar? Mungkin itu menjadi jawabannya. Karena, aku selalu sabar. Sabar untuk selalu menanti. Walaupun, ku rasa, itu suatu kemustahilan. Karena menantikan sesuatu yang salah. Benarkah?

Mungkin saja. Hati orang tidak ada yang tahu. Udahlah, kalau dia butuh kamu, kalau dia emang tulus sama kamu, pasti dia bakal datang dengan sendirinya, menekan segala rasa egois dan gengsinya. Itu kalau iya. Kalau tidak? Kita harusnya tau jalan untuk mundur kan?

Apalah arti menunggu, jika yang ditunggu tidak menahu.

Apalah arti menunggu, jika yang ditunggu tidak mengerti, dan tidak peduli.

Apalah arti menunggu kalau hanya kita yang menanti?

Tentu saja, tidak ada artinya.

Menunggu, bukan suatu hal yang mudah. Sesuatu yang sulit. Tapi, kalau dijalani dengan hati yang lapang, dan tenang, mungkin bukan menjadi sesuatu yang sangat sulit. Belajarlah dari arti bersabar. Tapi, yang perlu diingat adalah, sabar juga ada batasnya.

Ketika rasa sabar itu telah mencapai batasnya.. mungkin itu lah akhir dari semuanya.

Kamis, 25 Mei 2017
Palangkaraya, 19:56

Memories

Ada banyak hal yang bisa kita kenang. Hampir semua yang berlalu bisa dibilang sebagai ‘Kenangan.’ Hal yang disebut sebagai ‘kenangan’, nggak harus hal-hal yang indah aja kok. Hal yang sedih tentunya, juga bisa dikatakan sebagai ‘kenangan’. 

Ngomongin soal kenangan, rasanya terlalu panjang untuk dituliskan satu per satu. Yang pasti kenangan selalu tertanam di hati masing-masing kan? Teringat di memori otak kita. Walaupun nanti, kita melupakannya, tapi setidaknya, pasti bisa merasakan. Simple nya gitu aja. 

Sama halnya dengan kenangan bersama oranglain. Apalagi orang yang pernah begitu ‘spesial’ hadir di hidup kita. Nggak perlu diomongkan, nggak perlu dijelaskan, pasti kita semua punya orang spesial ‘itu’. Kembali ke diri masing-masing aja, gimana mau menanggapinya. Yang jelas, walaupun orang spesialmu itu tidak begitu peduli denganmu, setidaknya, kita pernah menghargainya, kita pernah hadir di hidupnya, kita pernah mengisi hidupnya, walaupun. Hanya. Sementara. 

Tapi, sekali lagi, hidup pun hanya sementara. Di dalam hidup ini, nggak ada yang abadi. Semua punya masa nya, semua punya waktunya. Mungkin ketika hubungan seseorang telah berakhir, itulah akhir dari masa ‘kita’. Ingat, jangan terlalu dipaksakan. Jangan terlalu diharap. Jangan terlalu ditunggu. Karena apa yang dilakukan dengan ‘terlalu’, maka akan menghasilkan ‘terlalu’ juga. Misalnya, terlalu sakit. 

Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, tidak bisa memaksakan kehendak hati. Inginnya mencintai si ini, tapi mencintai si itu. Biarkan lah berlalu. Jalani dengan hati lapang. Cukup ingat, bahwa takdir di tangan Tuhan. Kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha mencari takdir tersebut. Jangan mencoba melawan takdir Tuhan. Jika Tuhan sudah berkata ‘tidak’, kita sebagai manusia, bisa apa?


Kamis, 25 Mei 2017
Palangkaraya, 6:04 PM