Everyday is a new beginning. God's plan is like a movie, all the good and bad things are arranged together for the good ending. There's so many beautiful reasons to be HAPPY. Enjoy...
Selasa, 29 Agustus 2017
Kasar Part 1
Sabtu, 12 Agustus 2017
KRONOLOGIS KERUSUHAN MEI 1998 & URAIANNYA
Kamis, 01 Juni 2017
Bad Enough
Halo!
Maafkan karena dua hari ini tidak posting apa-apa. Sebenarnya, dua hari yang lalu aku ada nulis. Dan itu nulisnya dalam keadaan yang sangat ngantuk. Akhirnya, entah bagaimana, postinganku yang awalnya berjudul 'Entah' itu hilang.
Akibat dari keteledoranku, akhirnya, keesokan harinya aku sungguh malas untuk nulis. Bagi kalian, yang sudah nulis panjang lebar, dan berujung hilang itu.. bagaimana rasanya? Hiks.. ingin berkata kasar. Kesal, kan? Ya, begitulah perasaanku kemarin hahah.
Mengikhlaskan postingan dua hari yang lalu, akhirnya aku bisa moveon juga dari postingan yang berjudul 'Entah'. Nggak ada yang menarik, sebenarnya dengan postingan itu. Tapi itu adalah postingan mengenai kebingunganku terhadap si anu. Yaudah lah, mungkin aku tidak diizinkan untuk menyebar luaskan kebingunganku itu. Diambang nyesal dan tidak yaa... :3
Moveon ke hari ini, ini adalah tanggal 1 Juni 2017. Di mana, ini adalah hari istimewa bagi negara Indonesia. Yaitu hari Pancasila. Semoga kedepannya, kita sebagai warga negara Indonesia, bisa lebih membina rasa keberagaman kita ya, agar bisa lebih menghargai dan menghormati satu sama lain.
Ngomong-ngomong, hari ini adalah hari yang buruk. Bad enough. Tapi, not bad. Mood ku benar-benar hancur. Entah kenapa. Sebenarnya dari hari kemarin. Ada hal yang membuatku kesal seharian, hingga akhirnya berdampak pada mood ku sendiri. Masalahnya, kalau sudah ada hal yang menganggu, aku akan memikirkannya hingga emang benar-benar muak.
Akhirnya, aku memikirkannya. Walau nggak memikirkannya 24/7. Jadi, aku mengakalinya dengan nonton. Entah nonton VS ataupun Drakor. Yang penting hepi. Bhak.
Oiya, aku sendiri punya rencana untuk ngepost review RM episode 329-340. Semoga benar-benar bisa dipost yaaa, dan bermanfaat bagi kita semua. Karena post orang-orang tentang RM, sangat membantu. Jadi kiranya, jika aku membuatnya mungkin bisa sangat membantu juga. Heuheu.
Okeh, sekian. Saya ingin tidur cantik dulu.
Salam!
:)
Senin, 29 Mei 2017
Suatu Alasan
Haaaaaaiii.
Apa kabar?
Jangan karena 'apa kabar?' kalian jadi gagal move on yaaa! hahaha. Kemarin, nggak ada ngepost ya? Maapkan. Karena diriku sangat malas untuk menulis. Tapi hari ini, aku bela-belain deh. Mumpung juga lagi dalam mood yang bagus untuk nulis.
Bahasan kali ini, adalah alasan. Pernah denger, gak kutipan tentang 'apa yang terjadi di dalam hidup kita, semuanya itu terjadi karena suatu alasan.'?
Kalau pernah denger, percaya nggak sih, sama kutipan itu?
Sebenarnya, aku udah sering dengar tentang kutipan itu. Tapi, baru di akhir tahun 2016 ini saja, aku begitu memaknai mengenai kutipan tersebut. Tepatnya, pada saat guruku bercerita mengenai Ayahnya. Kejadian Ayahnya, ketika meninggal. Singkat cerita, Guruku yang pada saat itu masih kuliah di luar kota, waktu itu sakit cacar, kemudian, Beliau balik ke kotanya. Beliau bertemu dengan orangtuanya. Seminggu menginap di sana. Tetapi, beberapa hari sebelum ke rutinitas seperti biasa, Ayahnya guruku mengalami kecelakaan, yang akhirnya meninggal dunia. Singkatnya begitu. Dan di akhir cerita, Guruku bilang, "Kalau seandainya saya tidak sakit cacar, dan saya tidak pulang pada saat itu, saya tidak akan ada di hari-hari terakhir Ayah saya meninggal. Dari situlah, saya percaya, karena setiap kejadian pasti ada alasannya, mengapa hal itu terjadi."
dan ya, aku pun menjadi terbawa suasana. Benar-benar, memaknai kata-kata Beliau. Kalau dipikir-pikir, ya memang benar adanya, bahwa ada alasan kenapa banyak hal terjadi di hidup kita. Tanpa kita sadari, semuanya terjadi dalam satu alur kehidupan. Takdir hidup yang telah dikodratkan dari Tuhan untuk kita.
Kemarin (28/05/2017), telah terjadi kebakaran di rumah guruku. Sungguh bencana yang tiba-tiba dan mematikan. Ironisnya, bahwa kejadian itu bertepatan dengan ulang tahun Beliau. Beliau adalah seorang guru fisika yang merangkap sebagai wali kelasku di kelas 2 SMA ini. Kalau bisa kukatakan, Beliau sungguh berbeda dengan guru lainnya. Berhubung itu, aku sering ke rumahnya, karena les. Les di rumah Beliau, seminggu dua kali. Dan pernah, untuk konsultasi tugas akhir, sering sekali ke rumah Beliau. Jadi, tentu saja, kaget, ketika terjadi kebakaran di beberapa bagian rumahnya. Untungnya, tidak semua rumah Beliau yang habis dilahap oleh si jago merah. Sungguh Tuhan itu maha baik.
Awalnya, salah seorang temanku, yang rumahnya satu komplek dengan Beliau, berkicau di grup chat kelas. Dia mengatakan bahwa, "rumah bapaknya kebakaran. tolong bantuin." Berbagai upaya dilakukan, dengan membantu menelepon pemadam kebakaran. Beberapa teman lelaki ku, langsung menuju tempat kejadian. Untungnya, api belum tersebar hingga ke seluruh rumah. Semuanya aman terkendali, walaupun bagian depan rumah Beliau telah habis terbakar. Puji Tuhan, tidak ada korban jiwa.
Dari sini aku mulai berpikir. Apakah alasan kejadian kebakaran ini, di hari ulang tahun Beliau? Tentunya, hanya Tuhan yang tahu apa alasannya. Yang pasti, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tidak akan memberikan kesulitan di atas kemampuan kita. Kita mampu menghadapinya.
Intinya apa? Intinya, disetiap kejadian pasti akan ada alasan dibaliknya. Kita dipertemukan dan dipisahkan dengan seseorang, pasti akan ada alasannya. Apapun itu. Yang pasti, semua rencana Tuhan akan indah pada waktunya. Jika belum indah, maka itu bukanlah akhir dari perjuangan. Hei, perjuangan kita masih sangat panjang. Jangan menyerah terlalu dini. Dini aja belum menyerah :) #lah wkwk.
Oke, daripada semakin melantur. Kita cukupi saja untuk hari ini ya. Terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca.
Salam.
Jumat, 26 Mei 2017
Pembelaan Diri
Sebelum tidur, kayaknya enaknya nulis dulu. Mumpung juga lagi niat, dan ada ide yang mengalir.
Hari ini, aku bertemu banyak orang. Dari siang sekitar jam 12 siang, sampai jam 9 malam. Cukup lama, dan cukup membuat badan sakit semua, dikarenakan terlalu lama duduk. Tapi tidak sebandinglah sakitnya, dengan pengalamannya. Bertemu banyak orang dengan sikap dan sifat yang berbeda-beda, bertemu dengan banyak orang dengan keahlian yang berbeda-beda, membuat pikiranku lebih terbuka.
Nggak mudah emang, menyatukan pikiran dengan orang lain. Tapi, setidaknya berusaha. Berusaha untuk memahaminya. Tentu saja, setiap orang punya perbedaan, punya sikap, sifat, dan kepribadian yang berbeda. Ada yang tingkat kebaperannya sangat tinggi, ada juga tipe orang yang membawa santai dengan hidupnya. Sejak main Ayodance, aku bertemu banyak orang, jadi sudah cukup kebal dengan orang-orang yang memiliki tingkat kebaperan yang tinggi, atau dengan tingkat kecerewetannya yang super tinggi.
Apalagi, aku sebagai ketua club, harus bisa memantau anggota club itu sendiri. Jika ada war, tugas ketua lah yang menengahi. Emang, manusia tidak pernah lepas dari yang namanya bentrok. Nggak mudah emang, tapi ya begitulah. Jadikan pengalaman hidup.
Jadi, hari ini aku ketemu cowok, mahasiswa hukum. Baru kali ini, ketemu mahasiswa hukum di Ayodance. Bersyukur? Jelas saja, bersyukur. Kan pengalamannya bisa dijadikan informasi buat kedepannya. Mungkin, kalau emang berkenan, bisa untuk dijadikan motivasi lah ya.
Dulu, aku pernah ketemu orang, umurnya 22 tahun, orangnya supel, asyik, enak diajak ngomong, nyambung laah kalau diajak ngomong. Dia mahasiswa teknik perminyakan. Orangnya rajin, dalam hal kuliah, olahraga, dan lain-lain. Kegiatannya banyak, pengalamannya banyak. Dari situ, aku sering menyemangatinya. Dia pun sering balik menyemangati. Karena kesibukan dia terhadap studinya itu, buat aku termotivasi. Kadang, kalau aku nggak tau sesuatu tentang pelajaran, aku nanya sama dia. Kalau dia paham, dia bakal ngejelasin. Baik banget orangnya. Dari situ, aku yang termotivasi. Sangat termotivasi. Aku lebih rajin buat membaca, apalagi di pelajaran Kimia. Terus, aku les jadi lebih semangat. Intinya lebih rajin. Alhasil, ranking ku naik. Walaupun, nggak drastis, tapi ada peningkatan. Tapi, sekarang, kayaknya, orang itu lagi sibuk-sibuknya. Mau nggak mau, harus memahami. Toh, aku juga bukan siapa-siapanya. Cukup jadikan motivasi untuk maju. Jadi, kami jarang lagi untuk berkomunikasi. Ya, nggak bisa dipaksain dong?
Itu salah satunya. Dari semuanya, mungkin itu yang orang yang paling bisa memotivasiku.
Dan, kali ini, aku bertemu orang lagi. Umurnya 20 tahun. Mahasiswa Hukum. Jadi, banyak nanya-nanya. Maklum, kepoan orangnya. Sejauh ini, orangnya supel, baik sih, asyik juga, ya bolelaaah. Belum kenal jauh sih, semoga aja lah bisa juga memotivasi ku di kelas tiga ini. Soalnya, kalau gak gitu, kurang asupan energi. Kurang semangat.
Ada lagi sih satu. Baru lulus. Orangnya nakal. Serius, rasa-rasa mau ku omelin terus-menerus. Satu tahun di atasku. Tapi, orangnya asyikkkk, ngeselin sih, tapi yaaa baek kok:)) Namanya manusia, pasti punya sisi baik dan sisi buruk, kan? Tapi, ya jangan lihat dari baik-baiknya aja. Buruknya ya mohon dimaklumi. Diaaa ini, orangnya nakal, kenal sama ini orang, udah sekitar 2-3 tahun yang lalu. Ada pernah, cerita tentang ini orang di post sebelumnya. Sekarang, udah pindah haluan, ke Dota2. Jadi, jarang banget buat main audi lagi. Dulu, aku sering banget buat ngingetin dia buat rajin. Hilangin kebiasaan buruknya. blabla. Sampe dia bosan kali ya. Namanya juga peduli. Aku tipe orang yang nggak suka aja gitu, ada orang yang nakal-nakal gimana. Kadang, orang kayak gitu butuh nasehat. Jadilah, kayak ibu-ibu yang mengomelin anaknya. Sempet hilang kontak, hilang hampir 1 tahun, balik lagi. Dan, percaya nggak percaya, dia bilang kalau dia ranking 3 besar. Bangkeee sekali. Ya, antara percaya dan tidak percaya sama yang dibilang dia. Mau dia bohong atau enggak, ya bodo amat lah. Dosanya dia juga yang bohong ._.
Ya gitu. gimana nggak kaget. Agak termotivasi juga sih. Kalau dia aja bisa, kenapa aku enggak? Mikirnya ya gitu. Itu salah satu faktor kenaikan rank di kelas dua ini. Intinya ya gitu. ketemu orang, jangan terlalu dijudge. Mana tau, bisa buat kamu termotivasi.
Yha, itu salah tiga dari beberapa orang yang ku kenal. Yang lain buanyaaak. tapi masih pada tahap biasa aja. Nggak yang bisa buat aku gimanaaa gitu.
Mungkin, yang lainnya bakal aku post. Kalau aku ada niat, dan ide untuk nulis yaa! intinya, setiap orang yang aku kenal, punya tempatnya masing-masing kok dihidup aku. Ya kali, nggak punya tempat. Pasti ada, selalu dikenang juga kok.
Makasih juga loh ya, buat semua orang yang udah mau kenalan, terus jadiin aku temen. Itu luar biasaaa. Hehe. Intinya ya gitu aja. Lumayan panjang loh, postan kali ini. Maafkan ya.
Besok juga udah mau puasa. Aku ngucapin, selamat menuaikan ibadah puasa ya! Semoga puasanya lancar-lancar aja. Walaupun, aku non. tapi biarlah kita saling menghargai dan menghormati ya. Salam damai. No rasis ✌✌.
Iyaudah, gitu aja kok. See u di next post!
Ngomong-ngomong, judul sama isi, kurang nyatu sih. Tapi yaudahlah. Apalah dayaku, yang selalu bingung dengan judul.
Salam!
:)
26 Mei 2017
Palangkaraya, 22:55
Kamis, 25 Mei 2017
Curcol Time
Sudah dua postingan yang aku post di tanggal dua puluh lima Mei ini. Sebenarnya, aku merasa sangat suntuk ._.
Kepala terasa sakit, ingin tidur tetapi mata tidak bisa terpejam. Mau main, tapi kepala pusing. Mau baca, kepala pusing. Jalan satu-satunya adalah tidur, tapi tetap saja, tidak bisa tidur.
Biasanya, aku mengakalinya dengan main hape, buka instagram ataupun timeline LINE. Membaca artikel-artikel dari LINE TODAY ataupun di timelinenya. Terkadang, membuka zodiak-zodiak atau kepribadian golongan darah. Dan lama-kelamaan akan tertidur dengan sendirinya.
Tapi, sepertinya hari ini berbeda. Dengan kepala yang sakit, alias pusing. Bukannya malah ngantuk, tapi malah merindukan yang di sana. Akhirnya apa? Aku jadi galau sendiri. Galau dengan keadaan yang sekarang. Keadaan yang saling melupakan dan saling menjauhi. Ya, mau gimana lagi? Nggak bisa dipaksakan.
Yaudah, karena aku malas lagi buat nulis di snapgram di akun @natsyangelicaa, akhirnya, ku pikir, lebih baik di blog saja. Mungkin peminatnya untuk membaca lebih sedikit. Lagipula, kalaupun aku curcol di instagram, pasti pada di komen. Jadilah, aku malas sendiri curcol di situ. Akhirnya, pindah haluan ke blog. Sekalian bisa update isi blog. Kasian blognya lama tidak tersentuh. Haha.
Makanya, muncullah dua postingan yang sebelumnya. Nggak tau apa faedahnya buat tulisan kayak gini. Lagi pengen aja, niat buat nulis, jadi akhirnya ya gini. Nulis tentang keadaan yang sekarang.
Sebenarnya pun, buka instagram punya maksud tertentu, dulu bisa dibilang, buka instagram itu jarang. Kalaupun buka, aku lebih suka buka-buka foto korea, dan ketika aku sudah selesai nonton drama, ingin membagikan cerita drama tersebut. Namun, tampaknya sekarang, sudah berbeda. Lebih sering untuk stalking si anu. Yaudah lah, gapapa. Toh, nggak ada larangannya kan?
Hmm apalagi ya? mungkin udah cukup buat hari ini, aku tiba-tiba kehabisan akal buat mengakhirinya. Niatnya ingin mengakhiri dengan pertanyaan, tapi ternyata tidak sesuai harapan. Hmm.. yaudahlah. Begitu aja curcolnya, hehe.
Salam.
Apalah Arti Menunggu
Kadang, di suatu saat, aku merasa sangat suntuk dengan menunggu. Sebenarnya, menunggu hal yang tidak pasti. Itulah salahnya. Sudah tau, menunggu hal yang tidak pasti itu menyakitkan, tapi kenapa? Selalu, dan tetap di tunggu?
Tau arti dari sabar? Mungkin itu menjadi jawabannya. Karena, aku selalu sabar. Sabar untuk selalu menanti. Walaupun, ku rasa, itu suatu kemustahilan. Karena menantikan sesuatu yang salah. Benarkah?
Mungkin saja. Hati orang tidak ada yang tahu. Udahlah, kalau dia butuh kamu, kalau dia emang tulus sama kamu, pasti dia bakal datang dengan sendirinya, menekan segala rasa egois dan gengsinya. Itu kalau iya. Kalau tidak? Kita harusnya tau jalan untuk mundur kan?
Apalah arti menunggu, jika yang ditunggu tidak menahu.
Apalah arti menunggu, jika yang ditunggu tidak mengerti, dan tidak peduli.
Apalah arti menunggu kalau hanya kita yang menanti?
Tentu saja, tidak ada artinya.
Menunggu, bukan suatu hal yang mudah. Sesuatu yang sulit. Tapi, kalau dijalani dengan hati yang lapang, dan tenang, mungkin bukan menjadi sesuatu yang sangat sulit. Belajarlah dari arti bersabar. Tapi, yang perlu diingat adalah, sabar juga ada batasnya.
Ketika rasa sabar itu telah mencapai batasnya.. mungkin itu lah akhir dari semuanya.
Kamis, 25 Mei 2017
Palangkaraya, 19:56