- Masuk IPA karena gengsi? Tolong banget, pemikiran seperti itu harus di ubah. Jujur aja, dulu, aku berpikir bahwa IPS anaknya nakal-nakal, bolos terus, dan lain-lain. Tapi faktanya, teman-temanku yang IPA, juga gitu. Secara kasarnya adalah, mau IPA atau IPS sama aja. Pasti ada yang nakal dan yang rajin. Itu semua tergantung gimana kamu membawa diri dan bergaul dengan siapa.
- Masuk IPA karena katanya anak IPA itu pintar-pintar? Hell yeah, ini juga alasan kenapa aku memilih masuk IPA selama 3 tahun di SMA! Dan, please, sama saja guys! Pada dasarnya, manusia punya kemampuan berpikir, sama-sama pinter. Sama-sama cerdas. Itu semua tergantung kamu menggunakan kemampuan berpikir itu. Kamu pakai untuk bener belajar gak? Kalau kamu masuk IPA, tapi males belajar, sama aja kan? Malah, kalah dengan anak IPS yang bener-bener belajar.
- Masuk IPA karena katanya di jurusan IPA, kuliahnya bisa semua jurusan? Nahhh, ini yang akan jadi topik utama postinganku kali ini. Selain dua alasan yang di atas, ini lah poin ketiga, dimana aku memutuskan untuk masuk IPA. Aku dulu sama sekali no idea. Sama sekali nggak tau mau jadi apa kedepannya. Yang kutau dulu, aku pengen jadi dokter. Siapa sih yang sejak kecil bilang cita-citannya jadi dokter? Ku rasa hampir semua. Karena masih abu-abu, akhirnya nyari jalan aman dengan masuk IPA. Tapi guys, setelah tiga tahun di IPA. Anak IPA bisa masuk semua jurusan itu juga tidak 100% tepat. Kenapa? Karena seiring berjalannya waktu, kurikulum pendidikan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman.
- SNMPTN atau jalur undangan.
- SBMPTN atau jalur test
- SMMPTN atau jalur mandiri
Kita di sekolah, diajarin matematika pada bab peluang, harus diterapkan ilmunya. Harus dilihat, peluang kamu masuk ke jurusan dan universitas yang kamu minati itu kira-kira mungkin atau enggak. Harus realistis ya! ^^
Oh iya, tambahan. Untuk beberapa universitas ada yang tidak diperbolehkan untuk lintas jurusan. Kalau disuruh sebut merk, aku kurang tau dan beritanya juga simpang siur. Tidak pasti. Yang pasti, beberapa kampus sudah tidak menerima siswa yang lintas jurusan.
Padahal waktu itu aku sudah berniat untuk lintas ke jurusan IPS. Tapi, karena ada berita seperti itu, akhirnya aku melepas keinginan untuk lintas jurusan. Eh, sewaktu pengumuman SNMPTN, bukan jodohnya untuk kuliah SAINTEK.
Rencana Tuhan memang yang terbaik.
SBMPTN / Jalur Tes
Nah, karena aku failed di SNMPTN, akhirnya aku mencoba untuk di SBMPTN. Tapi aku sudah bertekad, kalau SNMPTN gagal, dan harus SBMPTN, aku hanya akan memilih SOSHUM. Karena aku sudah lumayan lelah dengan fisika, kimia, dan biologi. Akhirnya, aku mencoba SBMPTN di UPR (Univeristas Palangka Raya).
Dan syukurlah, dapat di pilihan pertama, jurusan Akuntansi. Untuk jalur test ini, kita sudah dipandang sama saja. Nggak ada beda, kamu jurusan IPA, kamu jurusan IPS, kamu jurusan bahasa, semuanya sama saja. Sama-sama berjuang untuk mendapatkan jurusan yang diinginkan.
Untuk jalur ini, mohon maaf, aku nggak akan singgung banyak. Karena pada dasarnya, ini jalur test. Kamu akan ditest dengan 2 jenis soal. TKP dan TPA.
Di TKP itu ada dua, SOSHUM atau SAINTEK.
Soshum untuk pelajaran yang berbau IPS (Sejarah, Sosisologi, Ekonomi, dan Geografi)
Saintek untuk pelajaran yang berbau IPA (Biologi, Matematika, Fisika, dan Kimia)
Tiap mata pelajaran, tersedia 15 butir soal. Jika di kali 4, maka jumlah semuanya adalah 60 soal untuk TKP.
Dan TPA,dibagi lagi sesuai subbab nya. Di dalam TPA juga tersedia bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Jumlah soal TPA = 90 soal.
Untuk sistem penilaiannya, karena tahun kemarin berubah, sistem 0. Jadi aku nggak berani untuk berbicara apa-apa ya. Yang pasti, kemarin, sewaktu test nya, di bilang sama pengawasnya untuk mengisi semua lembar jawaban. Yah, untuk TPA nggak saya isi semua. Tapi untuk TKP Soshum, saya isi semua.
Itu tergantung pada pilihanmu sendiri bagaimana. Mending di isi atau nggak. Kalau udah rencana Tuhan kamu bakal kuliah di situ atau di jurusan itu, percayalah, semua pasti akan dipermudah.
SMMPTN / Jalur Mandiri
Mohon maaf, untuk jalur mandiri ini, aku kurang tahu. Karena, aku sendiri sudah di jalur SBMPTN, yang aku dapat di jurusan yang aku inginkan. Jadi, nggak ada berniat untuk SMMPTN lagi. Tapi yang aku tahu, SMMPTN di beberapa PTN, sudah menggunakan nilai SBMPTN. Tidak perlu test lagi seperti UTUL UGM, atau SIMAK UI.
**