Sabtu, 04 Agustus 2018

Keluh Kesah Lintas Jurusan

Hola, kali ini, aku akan bahas tentang 'lintas jurusan'. Mungkin ada beberapa tulisan yang akan menyinggung beberapa pihak, jadi, sebelumnya, aku mohon maaf, jika ada beberapa kata yang menyinggung di sini. 

Oke! Let's start! 

Kalau kalian sudah baca beberapa isi blog ku, mungkin kalian tahu sedikit tentang diriku. Jadi, tahun ini aku baru saja masuk kuliah, dan akan merasakan kehidupan mahasiswa. Sebelumnya, aku sudah menamatkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Anyway, tahu kan di mana Palangka Raya? Jangan bilang pada asing dengan kota ini? Kalau pada belum tahu, silakan untuk surfing sendiri di mbah google ya! 

Okai, selama SMA, aku mengambil jurusan IPA. Jadi, selama tiga tahun, aku bertemu dengan biologi, fisika, dan kimia. Beberapa postingan aku tentang tugas sekolah yang menyangkut itu ada semua di blog! Sekalian promosi deh, atau bisa buka di sini. (Itu juga salah satu web yang aku khususkan untuk segala materi tugas yang pernah ku kerjakan. Feel free to share ya. Nggak salah untuk berbagi ilmu, asal ilmu yang didapat digunakan dengan bijaksana! ^^ 

Kembali ke topik, selama tiga tahun berjuang untuk belajar IPA, belajar menghitung berapa kecepatan debu, roda, dll. Memahami segala senyawa kimia, alkana, alkena, alkuna, benzena dll. Terpaksa untuk paham? Iya banget. Tapi, semua itu harus dijalanin. Itu suatu pilihan. Ketika kamu sudah memilih untuk bertahan di IPA, ya, artinya, kamu harus menjalani itu. Nggak boleh lepas tanggung jawab. 

Walaupun terpaksa, ketika aku memilih IPA, awalnya aku memang berniat di IPA. Dan, syukurnya, orangtua mengizinkan. Orangtua juga berpikir bahwa kalau aku ngambil IPA, kedepannya juga enak. Karena IPA bisa tembus ke semuanya. Pemikiran jaman dulu. Tapi faktanya, tidak seperti itu juga. Kenapa? Akan aku jawab ditulisan ku dibawah ya! 

3 tahun yang lalu, aku benar-benar tidak tau, tujuanku kemana. 
Bakatku apa, minatku apa, yang aku tahu hanya 'aku akan jadi anak SMA, bukan putih-biru lagi. Tapi sudah jadi putih abu-abu'. Nggak pernah sekalipun berpikir ke depannya mau ambil apa dan ke mana.

Itulah salahnya. 
Makanya, untuk kamu atau adek kamu yang baru saja masuk SMA, tolong banget untuk memikirkan ke depannya bagaimana. Rencanakan sebaik mungkin. Karena, itu semua butuh proses. Proses untuk berkembang dan mengerti. Daripada menyesal ke depannya. 

  • Masuk IPA karena gengsi? Tolong banget, pemikiran seperti itu harus di ubah. Jujur aja, dulu, aku berpikir bahwa IPS anaknya nakal-nakal, bolos terus, dan lain-lain. Tapi faktanya, teman-temanku yang IPA, juga gitu. Secara kasarnya adalah, mau IPA atau IPS sama aja. Pasti ada yang nakal dan yang rajin. Itu semua tergantung gimana kamu membawa diri dan bergaul dengan siapa.


Itu adalah poin pertama, yang bikin aku salah kaprah dengan jurusan IPS. 

  • Masuk IPA karena katanya anak IPA itu pintar-pintar? Hell yeah, ini juga alasan kenapa aku memilih masuk IPA selama 3 tahun di SMA! Dan, please, sama saja guys! Pada dasarnya, manusia punya kemampuan berpikir, sama-sama pinter. Sama-sama cerdas. Itu semua tergantung kamu menggunakan kemampuan berpikir itu. Kamu pakai untuk bener belajar gak? Kalau kamu masuk IPA, tapi males belajar, sama aja kan? Malah, kalah dengan anak IPS yang bener-bener belajar. 

Itu poin kedua, semoga 'maksud' aku di poin yang kedua, bisa dipahami dengan baik ya! 

  • Masuk IPA karena katanya di jurusan IPA, kuliahnya bisa semua jurusan? Nahhh, ini yang akan jadi topik utama postinganku kali ini. Selain dua alasan yang di atas, ini lah poin ketiga, dimana aku memutuskan untuk masuk IPA. Aku dulu sama sekali no idea. Sama sekali nggak tau mau jadi apa kedepannya. Yang kutau dulu, aku pengen jadi dokter. Siapa sih yang sejak kecil bilang cita-citannya jadi dokter? Ku rasa hampir semua. Karena masih abu-abu, akhirnya nyari jalan aman dengan masuk IPA. Tapi guys, setelah tiga tahun di IPA. Anak IPA bisa masuk semua jurusan itu juga tidak 100% tepat. Kenapa? Karena seiring berjalannya waktu, kurikulum pendidikan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. 
Oke, aku bahas satu per satu ya. Aku usahakan dengan sedetail mungkin.

Jadi, yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, ada tiga jalur yang bisa kamu coba : 
  1. SNMPTN atau jalur undangan. 
  2. SBMPTN atau jalur test
  3. SMMPTN atau jalur mandiri 
SNMPTN / jalur undangan 

Kalau berbicara tentang jalur undangan.. Ini kalur biasa disebut jalur untung-untungan. Jalur hoki-hokian. Nggak pernah ada yang tahu, apa saja syarat-syarat yang digunakan untuk masuk. Jadi, aku nggak bisa memberikan banyak informasi, karena itu persyaratan dari panitia SNMPTN. Tunggu aku jadi panitia SNMPTN dulu ya wkwk. #justkidding. 

Tapi, aku akan kasih beberapa informasi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Ingat ya, referensi. Bukan jadi patokan untuk masuk SNMPTN.

1. Nilai rapot semester 1-5. Nilai rapot semester 1-5 harus naik grafiknya. Paling tidak, harus stabil pergerakan grafiknya. Tapi ini tidak bisa dijadikan patokan juga ya. Tapi bisa dijadikan referensi. Kenapa aku bilang tidak bisa di jadikan suatu patokan? Teman sekelasku saja yang ranking satu terus tidak lulus di SNMPTN. Kakak kelasku dulu, yang sering menang lomba, yang peringkat terus di kelas juga tidak lulus di SNMPTN. Nah, yang juara lomba dan sertifikat seabrek aja nggak lulus. Tapi temanku yang biasa-biasa saja lulus SNMPTN di UI. Berarti, nilai tidak bisa dijadikan patokan kan? 

2. Alumni. Alumni-alumni yang pernah lulus SNMPTN atau jalur lainnya, bisa memengaruhi peluang kamu untuk lulus di jalur SNMPTN. Aku mendaftar SNMPTN di ULM Banjarmasin jurusan Farmasi. Alumni dari sekolahku lumayan banyak yang kuliah di jurusan itu. Tapi, apa hasilnya? Aku gagal di SNMPTN. Nah, temanku yang lulus di jalur SNMPTN, alumni yang melanjutkan di UI juga tidak begitu banyak, tapi bisa lulus di jalur SNMPTN. Nah lho? Bingung kan? Jadi, ini bisa dijadikan referensi, tapi bukan jadi patokan ya!

3. Akreditas Sekolah. Akreditas sekolah juga memengaruhi peluang kamu untuk lulus SNMPTN, lho. Akreditas sekolah itu pada dasarnya didapatkan dari SDM, sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dan beberapa aspek yang dilihat. Jadi, akreditas sekolah itu menentukan kualitas sekolah. Semakin tinggi akreditas sekolahmu, peluangmu untuk lulus SNMPTN juga semakin besar. 
Kalau pada masa ku, 
Akreditas A : 50% 
Akreditas B : 30%
Akreditas C : 10%
Tidak terakreditasi : 5% 

Jadi, kalau akreditasi sekolahmu di peringkat A, maka, semakin banyak 'kursi' yang akan lulus di jalur SNMPTN. Semoga nangkep ya, apa yang aku maksud di sini. 

4. Kampus dan Jurusan yang di tuju. Hal ini juga memengaruhi peluang kamu. Eits, jangan karena jalur ini merupakan jalur untung-untungan, terus kamu asal pilih universitas dan jurusan. Itu salah besar ya guys. Walaupun begitu, kamu nggak boleh sembarangan untuk memilih universitas dan jurusan yang dituju. Kamu juga harus memikirkan kedepannya. Memikirkan segala kemungkinan. Maksudnya gimana tuh, kak?
Maksudnya, kamu harus berpikir, dari sisi manapun. Kamu nggak boleh egois. 

Aku ambil contoh untuk pengalamanku ya. 
Di SNMPTN aku memilih : 
1. Farmasi ULM
2. Agribisnis ULM
3. Teknik Informatika UPR

untuk memilih ULM aku memikirkan kedepannya, mari kita berandai-andai. 
'kalau aku masuk situ, aku akan tinggal dimana? sama siapa?' 
'anggaplah aku tinggal sendiri, yang biayain siapa?' 
'anggaplah yang biayain orangtua, lalu, apakah orang tua sanggup untuk membiayakan hidupku?' 
'anggaplah orang tua sanggup, apakah aku sanggup untuk tinggal sendiri? mengurus segalanya sendiri?' 
'anggaplah aku bisa mengurus segalanya sendiri, tapi apakah lingkungannya di sana baik?' 
'anggaplah lingkungannya disana baik, tapi apakah bagaimana dengan dunia perkuliahannya? Apakah aku bisa mengikutinya dengan baik?' 
'anggaplah aku bisa mengikutinya dengan baik, tapi bagaimana jika dibutuhkan biaya yang besar? Apakah orangtua mampu membiayainya? Bagimana jika tidak bisa? Berhenti kuliah? Menunda kuliah?' 
dsb nya. 

Pemikiran-pemikiran begitu yang perlu dipikirkan. Kiranya, kita sebagai anak, janganlah merepotkan orang tua. Jangan sampai yang terlalu membebani orang tua. Mungkin nantinya akan ada yang pro dan kontra dengan opini ku yang ini. Mungkin ada yang berpikir, kalau nggak dicoba,ya mana tau? Kan ada beasiswa? Kan bisa kuliah sambil kerja? Kalau nggak dicoba, kapan bisa mandiri? Dll. 
Untuk itu, aku no komen. Intinya kembali kepada, menghargai pilihan orang lain. 

Okai, kamu udah harus memikirkan segala kemungkinan yang ada. Kalau kamu keterima bagaimana, kalau kamu nggak keterima bagaimana? Harus ada planning kedepannya. Nggak apa-apa, kalau nantinya gak sesuai dengan planning awal kamu. Melenceng dari plan awal. Itu wajar, manusiawi. Karena, apa yang kita rencanakan belum tentu mulus seperti yang kita rencanakan. Pasti ada melesetnya. Intinya apa? Intinya, rencanakan dengan baik tapi dalam porsi yang sewajarnya, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah.

Jadi, jangan pernah sembarangan milih ya. Gara-gara ingin masuk UGM, kamu jadi milih jurusan yang kamu nggak suka. Gara-gara kepengen jadi dokter, kamu memaksakan diri untuk nyoba ke perguruan tinggi yang passing grade nya tinggi, padahal nilai rapotnya standar. Memang nggak ada salahnya untuk dicoba. Tapi tau diri, tau risiko yang akan di dapatkan.

Kita di sekolah, diajarin matematika pada bab peluang, harus diterapkan ilmunya. Harus dilihat, peluang kamu masuk ke jurusan dan universitas yang kamu minati itu kira-kira mungkin atau enggak. Harus realistis ya! ^^

Oh iya, tambahan. Untuk beberapa universitas ada yang tidak diperbolehkan untuk lintas jurusan. Kalau disuruh sebut merk, aku kurang tau dan beritanya juga simpang siur. Tidak pasti. Yang pasti, beberapa kampus sudah tidak menerima siswa yang lintas jurusan.

Padahal waktu itu aku sudah berniat untuk lintas ke jurusan IPS. Tapi, karena ada berita seperti itu, akhirnya aku melepas keinginan untuk lintas jurusan. Eh, sewaktu pengumuman SNMPTN, bukan jodohnya untuk kuliah SAINTEK.

Rencana Tuhan memang yang terbaik.

SBMPTN / Jalur Tes

Nah, karena aku failed di SNMPTN, akhirnya aku mencoba untuk di SBMPTN. Tapi aku  sudah bertekad, kalau SNMPTN gagal, dan harus SBMPTN, aku hanya akan memilih SOSHUM. Karena aku sudah lumayan lelah dengan fisika, kimia, dan biologi. Akhirnya, aku mencoba SBMPTN di UPR (Univeristas Palangka Raya).

Dan syukurlah, dapat di pilihan pertama, jurusan Akuntansi. Untuk jalur test ini, kita sudah dipandang sama saja. Nggak ada beda, kamu jurusan IPA, kamu jurusan IPS, kamu jurusan bahasa, semuanya sama saja. Sama-sama berjuang untuk mendapatkan jurusan yang diinginkan.

Untuk jalur ini, mohon maaf, aku nggak akan singgung banyak. Karena pada dasarnya, ini jalur test. Kamu akan ditest dengan 2 jenis soal. TKP dan TPA.

Di TKP itu ada dua, SOSHUM atau SAINTEK.
Soshum untuk pelajaran yang berbau IPS (Sejarah, Sosisologi, Ekonomi, dan Geografi)
Saintek untuk pelajaran yang berbau IPA (Biologi, Matematika, Fisika, dan Kimia)

Tiap mata pelajaran, tersedia 15 butir soal. Jika di kali 4, maka jumlah semuanya adalah 60 soal untuk TKP.

Dan TPA,dibagi lagi sesuai subbab nya. Di dalam TPA juga tersedia bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Jumlah soal TPA = 90 soal.

Untuk sistem penilaiannya, karena tahun kemarin berubah, sistem 0. Jadi aku nggak berani untuk berbicara apa-apa ya. Yang pasti, kemarin, sewaktu test nya, di bilang sama pengawasnya untuk mengisi semua lembar jawaban. Yah, untuk TPA nggak saya isi semua. Tapi untuk TKP Soshum, saya isi semua.

Itu tergantung pada pilihanmu sendiri bagaimana. Mending di isi atau nggak. Kalau udah rencana Tuhan kamu bakal kuliah di situ atau di jurusan itu, percayalah, semua pasti akan dipermudah.

SMMPTN / Jalur Mandiri

Mohon maaf, untuk jalur mandiri ini, aku kurang tahu. Karena, aku sendiri sudah di jalur SBMPTN, yang aku dapat di jurusan yang aku inginkan. Jadi, nggak ada berniat untuk SMMPTN lagi. Tapi yang aku tahu, SMMPTN di beberapa PTN, sudah menggunakan nilai SBMPTN. Tidak perlu test lagi seperti UTUL UGM, atau SIMAK UI. 

**

Mungkin, cukup sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat informasinya, dan digunakan dengan bijaksana ya. Informasi ini berdasarkan pengalamanku pada saat pejuang SBMPTN 2018. Kalau ada perubahan suatu saat nanti, dan berbeda dengan yang saya sampaikan di sini, saya mohon maaf. Juga, mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung beberapa pihak. 

Senin, 30 Juli 2018

Random Things #30072018

you're not alone.

Dimanapun kamu berada, kamu tidak pernah sendiri. Selalu ada Tuhan yang turut serta dalam kehidupanmu.

Ketika kamu sedih, galau dan depresi sekalipun, Tuhan selalu punya rancangan yang indah untuk kita semua. Apapun rencananya, apakah sesuai dengan keinginan kita atau malah sebaliknya, selalu ada akhir yang bahagia. Dan itu semua butuh proses di dalamnya. Butuh usaha dan perjuangan.

Sekarang, adalah jam 00:45 waktu Indonesia Barat,  sebentar lagi sudah hampir jam satu dini hari, tapi aku belum juga terlelap. Padahal, mata dan badan sudah lumayan tepar dengan kegiatan sebelumnya.

Dengan beban pikiran yang selalu menghantui ku, aku selalu berpikir apakah aku bisa untuk menjalaninya. Karena waktu selalu berjalan, di saat kamu berhenti untuk berpikir, waktu akan terus berjalan. Seberapa kamu galau dan membuang waktumu, itu sama saja, dengan kamu menyia-nyiakan waktu -- it's mean kamu tidak menghargai waktu.

Dan ini lah yang terjadi. Karena keasyikan ngobrol dengan teman SMA, akhirnya aku lupa waktu. Padahal, kami hanya bertiga, tapi kami menghabiskan waktu dengan sangat berfaedah, kumpul dan cerita beberapa hal. Dari yang penting sampai nggak penting. Sesi ini berakhir karena harinya mulai mendung dan hujan. Padahal, aku sudah berencana, jika kelar urusan rapot, akan balik secepatnya dan mampir ke rental print. Karena printer di rumah itu rusak.

Prediksiku berkata, bahwa mungkin akan sebentar saja. Tapi apalah kata ekspetasi dan prediksi yang mempunyai peluang besar untuk meleset. Ekspetasi dan rencana tidak pernah berjalan semulus apa yang dipikirkan.

Acara ngobrol-ngobrol kurang lebih dua jam. Ketika balik, hari sudah mulai hujan. Baterai handphone mati. Mau ngecas tapi nggak bawa charger. Karena buru-buru dan nggak kepikiran kalau-kalau akan lama. Lagipula, ini acara ngurus rapot juga dadakan.

Akhirnya, aku balik. Sampai rumah, hujan deras. Sempat berhenti beberapa saat, hujan kembali turun. Sampai jam delapan malam, hujan tetap turun membasahi Kota Palangka Raya. Akhirnya, rencana untuk ngeprint dibatalkan. Berharap besok bisa ngeprint pagi dan menyelesaikan registrasi di universitas.

Kesimpulannya adalah, apa yang kita rencanakan tidak selalu berjalan dengan lancar. Selalu ada kendala dan problem. Sama halnya, dengan kehidupan. Ketika membahas tentang hidup, hidup yang diberikan tidak pernah selalu indah. Tapi, juga tidak pernah selalu buruk. Bagus dan buruknya, pada bagian-bagian tertentu. Mengisi porsinya masing-masing. Saling melengkapi satu sama lain.

Jika tidak ada suatu problema di dalam kehidupan, kita tidak akan pernah merasakan yang namanya kebahagiaan atas terselesaikannya suatu masalah.

Never give up!
Tuhan selalu punya cara masing-masing untuk kebahagiaan kita.

Jangan pernah iri dengan orang lain yang kelihatannya lebih bahagia. Bahagia orang beda-beda. Punya porsinya masing-masing.

Mensyukuri apa yang ada dan yang kita miliki itu lebih indah, daripada iri terhadap orang lain.

Thankyou for today.
Hope, tomorrow will be a nice day.

Untuk kamu yang baca ini,
semoga kamu bisa terinspirasi dan termotivasi <3

Palangkaraya, 30 Juli 2018
01:01 WIB

Sabtu, 28 Juli 2018

TRIO BANGKE #FFR

Everything happen for a reason.

Balik ke dunia per-audi-an dari Mei lalu, dan ini adalah bulan Juli, merupakan suatu pencapaian yang sangat luar biasa bagi ku. Kurang lebih dua bulan, aku rutin untuk main ayodance lagi. Kalau diingat-ingat, sudah berapa level yang ku capai hingga mendapat level 38, level sekarang. Walau tidak mencapai targetku untuk naik ke level 40 sebelum sibuk dengan dunia perkuliahan, but, it's okay. Menghargai suatu proses di sini. 

Selama jangka waktu itu, aku bertemu banyak orang. Terlalu banyak, malah. sampai kadang kalau diingat-ingat, aku bisa melupakannya. Yang kuingat pasti punya kenangan bersama mereka. Entah kenangan manis atau kenangan buruk. Itu akan tetap dan selalu teringat di lubuk hatiku. 

Kalau di post-post sebelumnya, ada beberapa orang yang pernah ku tulis, dan mungkin akan tertulis lagi di story ku yang berikutnya, Let's see aja ya, karena beberapa orang akan aku jadikan satu post khusus. Contohnya, seperti story nya Ger(ry)i Salud Lezatos dan sekarang, mereka bertiga.

Nah, kali ini, aku lebih pengen ngebahas tentang TRIO BANGKE ini. Sebenarnya, i don't have any idea untuk namain geng Rehan, Fahri, dan Fajri. Tapi, karena kelakuan mereka yang bisa dibilang ngeselin, jengkelin, dan bikin marah, Akhirnya, terbentuklah nama Trio Bangke. 

Awal kenalnya, pada saat itu hanya kenal dengan Rehan. Mempunyai kebiasaan untuk manggil 'om atau pak' untuk laki-laki yang ada di audi, akhirnya terpanggil lah Rehan, dengan nick LE-Cyrcle (?) ini dengan nama Pak LE.

Kenal dari mode Club Dance 3-4 yaitu mode foto-foto, dari situlah aku tau yang namanya LE-Cyrcle itu. Untuk beberapa lagu, ini orang keluar dari room. Dan itu adalah pertemuan pertamaku dengan salah satu Trio Bangke ini, si Rehan. Itu, hanya sekedar hanya tau nick saja. Belum intro dll.

Beberapa hari kemudian, aku vakum untuk beberapa minggu dikarenakan fokus SBMPTN. Akhirnya, aku tidak online ayodance beberapa minggu. Karena, pada saat itu aku masih biasa aja dengan Pak LE itu, jadi, selama vakum, aku nggak punya beban apa-apa.

Sampai my sister, Lily, main Mobile Legends dengan invoice (suara yang tedengar), lumayan kaget dong.

Tuh anak, ngobrol dengan siapa coba? Tumben banget main ML pake suara. Akhirnya, Lily bilang kalau itu yang punya id LE-Cyrcle itu. Karena, pada saat itu juga aku lagi dilanda stress untuk SBMPTN. Aku nggak begitu memikirkan dia mau telepon sama siapa.

Kejadian telepon / main dengan suara semakin sering. Dan hari-hari menuju SBMPTN juga makin dekat. Aku juga diceritakan, kalau si Rehan punya dua teman. Dan kedua teman itu dikenalin ke Lily dan Fen-fen. Dengan modal iseng, Fen-fen sama Fahri couplean. Yah, walau nggak tahan untuk last ring, dan sempat putus-nyambung juga beberapa kali. But, it's okay ya. Kita nggak akan tau kedepannya bakal gimana.

Karena, pengalamanku juga gitu. Sempat vakum dua-duanya, dan lost contact. 2 tahun kemudian balik. Dan, syukurlah, last ring.  Di tahun 2013, aku dan coupleku wedding lagi. Dan until now. (2018)
5 tahun wedding, tapi ring masih stuck di level 59. How bad, haha. Tapi ya balik lagi, nikmati prosesnya.

Okai, sorry. Jadi bahas ke lain hal.
Back to topic.

Jadi, kedua adik ku lebih dulu mengenal mereka. Dari club LEGION, sampai EndlessLegend2, dan juga SpecialNine.

Kalau ditanya gimana aku bisa kenal dengan yang lainnya? Ya, sksd lah! Dengan modal 'cerita Lily', setelah kelar SBM, aku benar-benar butuh yang namanya hiburan. Melepas stress dengan main audi, nyari teman baru. Akhirnya, sok dekat lah dengan Fajri. Dulu nicknya yang aku kenal, Minor sampai akhirnya ke Fuzzy.

Hmm, sebenarnya tidak ada maksud apa-apa. Just for fun. Hanya nambah teman. Tambah teman = tambah pengalaman. Kalau pengalaman bertambah, ilmu pun juga bertambah.

Dan untuk pertama kali, aku kenalan dan dekat dengan anak Jakarta. Karena, dari awal aku main audi, aku benar-benar "nggak bisa" untuk dekat. Mungkin, karena dari segi bahasa dan pergaulannya.

Dari pengalamanku, anak sekitaran itu bahasanya, hmm.. cukup kasar. Dan, aku juga tidak biasa menggunakan 'lo - gue'. Jadi, kurang sreg aja kalau ketemu anak Jakarta di audi. (maaf, kalau bahasanya kurang enak untuk dibaca. Tapi, begitulah faktanya).

Mereka bertiga lah, orang Jakarta pertama yang lumayan dekat denganku. Karena biasanya aku lebih prefer ke orang Jawa. Apalagi Jawa Timur, khususnya ya, Surabaya.

Kalau dengan Fahri, sama juga ceritanya. Sok kenal dan sok dekat juga. Bilang followback di IG lewat dm. Sampai ngeadd whatsapp juga. Literally, aku. kurang. kerjaan.

Sebenarnya, sikap dan sifat mereka bertiga hampir sama.
Bikin jengkel. Selalu ada jawaban dari mereka yang bikin naik darah. Bikin marah. Bikin orang ingin berkata kasar.

Dari Reyzen, yang selalu bikin jengkel dengan jawabannya. Udah jawab panjang lebar, dibalesnya cuman 'ohh', 'iy kak', 'gk', dll. Sejenis nggak ada abjad lain di keyboard hapenya. Kan kesal.

Kedua Minor, yang awalnya mirip-mirip Reyzen. Tapi untungnya, sekarang my minor sudah lumayan berubah. Seneng deh. Kayaknya juga, dari mereka bertiga yang paling nyambung, ya aku sama Minor ini.

Dan terakhir, si Requille, yang always ganti nick. Daaan, terlalu banyak char audi. Heran. Tiba-tiba bisa datang ke room, terus bilang, "ce." dengan char yang berbeda. Bukan sekali doang. Tapi berkali-kali. Yaampun, heran deh. Punya sifat yang labil, kadang hepi, kadang galau. Terlalu moodswing, ini anak. Dan yang kena dan jadi korban perubahan moodnya adalah teman-temannya.

Apalagi ya? Kalau diceritain semua, ya susah. Faktor umur dan memori ku yang sudah lumayan usang, jadinya otak ini hanya menampung beberapa pertemuan-pertemuan mereka. Juga, nggak mungkin kami (aku, Lily, Fen-fen) main terus sama mereka bertiga, yang notebene nya, punya club yang beda-beda. Dan kadar famous yang beda dengan aku.

Oh iya. Ada motto dari Requille, si AingtehmacansL9; "ini kalo nggak ada gw, nggak bakal jadi satu keluarga deh."

Gaya banget emang itu anak. Pengen ku geplak aja kalau bisa :)). Untung aja jauh.

Intinya, tiap manusia punya ciri khas dan sifat yang beda-beda.
Kalau kata Minor, "Sejelek-jeleknya kelakuannya, itu juga temanku. Namanya teman, harus saling melengkapi. Kalau dianya baik sama aku, ya kenapa harus jahat?"

Pemikiran kayak gitu, yang bikin aku nyambung sama Minor. Pokoknya, goodjob untuk my Minor, yang selalu bisa berpikiran dewasa.

Kalau Reyzen, si tukang gabut. Yang always ada di whatsapp storynya aku. Dia yang paling pendiam dan paling susah untuk ditebak.

Nice too meet you.
Antara senang dan sedih ya bisa kenal kalean ber3.

Oh iya, hampir lupa, kalau si Reyzen itu pernah beberapa hari join QT. Tapi karena ada beberapa hal, akhirnya oc. Yah, wajar, karena doi femes :(

sedangkan di QT, anak-anaknya nggak femes (kecuali Lily), jadi ya, memaklumi saja kalau Reyzennya nggak betah.

Tapi, walaupun hanya beberapa hari, welcome to the club! Semoga beberapa harinya itu bisa jadi kenangan indah ya!

Kalau, nanti, pada saatnya tiba.
Ketika aku bisa bertemu kalian,
hingga saat itu, janganlah sampai kita putus kontak ya!
Apalagi sombong....

Walau bentar lagi, aku akan hilang dari dunia peraudian sih... :(

Oh iya. fun factnya, walaupun kenal sama mereka bertiga. Aku nggak ada FL-an dari satupun dari mereka, wkwk. Tapi, uniknya, mereka bisa ke roomku atau tiba-tiba ngewm. Keren banget, kan?

Cukup segini dulu deh ceritanya untuk mereka bertiga. Soon, bakal cerita tentang pak Timmiber dan aNdrian. Semoga kebuat yhaaa!

Thankyou sudah baca sampai habis.
See you in next post!

Palangkaraya, 28 Juli 2018
23:58 WIB.

Senin, 23 Juli 2018

TIPS UNTUK SISWA/I KELAS 3


Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
.
.
Hai.

Longtime no see.

Berharap kalian dalam keadaan yang baik-baik saja, ya!

Nggak sengaja, tadi kebuka beberapa kenangan-kenangan ku selama masa sekolah. Masa yang paling indah itu masa sekolah, kan? 
Apalagi masa SMA ya, katanya sih, masa-masa yang paling indah. 
Yah, intinya, tadi nggak sengaja buka catatan-catatan selama sekolah, tepatnya sih, catatan sewaktu UN. 
Kalau kalian pernah baca curhatanku tentang, UN Matematika SMA Sulit? Kalian mungkin akan sedikit nyambung dengan bahasan ini.

Intinya guys, aku di sini cuman ingin berbagi cerita, sharing cerita tentang perjuanganku selama UN SMA dan beberapa tips untuk kalian yang sedang duduk di kelas 3, atau mau duduk di kelas 3.

Tentunya, di kelas 3, itu adalah musim-musim ujian. Apalagi kalau sudah semester genap. 
Ofcourse, waktu belajar kalian itu sudah minim banget. Di semester dua di kelas 3, mungkin kalian hanya belajar 2 bulan. Sedangkan sisanya akan menghadapi ujian-ujian. 
Dari ujian praktik, UAS, US, sampai dengan UNAS. Tergantung sekolah ya, beberapa sekolah ada yang menggabungkan UAS dan US, dan beberapa sekolah ada yang beda.

Tapi, untuk di sekolah ku, ada 3 jenis ujian, yaitu ujian praktik, ujian sekolah, dan yang terakhir ujian nasional. 
Ujian praktik menghabiskan waktu seminggu lamanya, dari pelajaran agama, bahasa Indonesia, bahasa inggris, fisika, kimia, biologi, dan penjaskes. Setiap tahunnya, ujian praktik berbeda, tergantung apa yang di-ujikan. Tergantung dengan kurikulumnya. Jadi, untuk yang di-ujikan, aku skip ya.

Jeda satu minggu lamanya, dilanjutkan dengan US. 
US menghabiskan waktu 7 hari, karena menerapkan sistem five day school  akhirnya, total US adalah satu minggu dua hari. Waktu yang sangat panjang jika dalam masa ujian. 
Dalam satu hari, dua mata pelajaran yang diujiankan, kecuali hari Jumat, dimana hanya satu mata pelajaran yang diujiankan. US di sekolahku, itu, mencakup semua mata pelajaran. Tidak kurang, tidak lebih. 
Biasanya, soal yang diujiankan berasal dari provinsi. Tapi, istimewanya, 25% soal US, berasal dari pusat. Jadi, 25% soal US di seluruh Indonesia, soalnya sama (karena berasal dari pusat tadi). 
Karena hal ini lah, yang menyebabkan beberapa soal bocor. (jadwal US biasanya dari provinsi. 
Dan tiap provinsi ini, punya jadwal yang berbeda-beda ; yang artinya, peluang soal bocor itu lebih besar.)

Selang seminggu setelah US, aku disibukan lagi dengan Ujian Nasional. Di tahun aku, mata pelajaran yang di UN kan, hanya 4. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran pilihan sesuai program studi. Misalnya, aku dari program studi IPA, berarti diharuskan untuk memilih satu dari fisika, kimia, dan biologi. Dan pilihan ku jatuh pada Kimia.

Kenapa kimia?

Orangtuaku juga cukup kaget ketika aku memilih kimia untuk UN. Tapi, ya begitulah, pilihanku sudah pada kimia. Tidak pernah berpikir untuk mengambil Fisika, dan materi biologi terlalu banyak. Tapi setelah di lihat lagi, materi kimia pun, juga banyak!!! 
Dari situ aku sedikit menyesali kenapa memilih kimia, wkwk. Terlalu nekat, tanpa pikir panjang. Eh, sebenarnya sudah memikirkan panjang x lebar sih. Hanya saja, diriku terlalu cepat untuk memilih. Waktu yang diberikan untuk berpikir itu sedikit. Makanya, tips dari aku:
#pesandarikakaktingkat : Cari tau dulu, materi-materi, contoh-contoh soal UN masing-masing pelajaran kimia, biologi dan fisika. Setelah dicari, di compare atau bandingkan, yang mana yang kira-kira ‘suits’ dengan dirimu. Yang cocok yang sekira, ‘aku bisa untuk belajar ini’, ‘aku mampu untuk belajar ini’. Jangan milih mapel yang ‘ah temenku banyak di fisika, aku fisika aja.’ 
Pemikiran kayak gitu, salah banget.
Officially, salah banget kalau mikir gitu. Bahasa kasarnya, kamu yang menjalani, kamu yang ujian. Kenapa harus ngikut teman? Mau nyontek? Nggak semudah itu. Pengalamanku UN SMP-SMA, UN punya banyak kode soal. Apalagi di jaman sekarang –yang rata-rata udah berbasis computer, makin susah untuk nyontek. Soal yang dikasih 100000000% bakal berbeda dengan teman-teman kiri kanan depan belakang. 
Nggak percaya? 
Let’s see, waktu kalian UN ya! 
Kalau sudah kayak gitu, gimana? Mau nyontek sama siapa? 
Hanya bisa jawab asal dan berharap pada keberuntungan, kan? 
Makanya, seperti yang aku bilang, jangan ikut teman. Yang berjuang dirimu, yang dapet nilai juga kamu. 
Berusaha sendiri dong, sayang! 
Hasil sendiri lebih memuaskan kok. Walau hasilnya ‘nggak sempurna’, tapi dari usaha sendiri. 
Karena, tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan adalah milik Tuhan.

OKE? 
Semoga dapet ya, poin pertamanya.

#pesandarikakaktingkat : belajar secepatnya dan sebanyak-banyaknya. 
Aku nggak mengharuskan kalian belajar 24 jam terus-terusan tanpa henti. Bukan gitu. Kalian hanya perlu menyisihkan waktu barang 2-3 jam untuk belajar per harinya (dalam kutipan H-beberapa bulan UN) Udah harus prepare buku-buku persiapan UN, UAS dan sebagainya. Beberapa website yang bisa dibuat referensi untuk belajar ada Zenius.net ; Quipper Video ; dan beberapa video di youtube. Bisa banget dipakai sebagai sarana belajar.

Dulu pengalamanku, aku pakai semuanya sih. Untuk Zenius aku berlangganan sendiri untuk 6 bulan dengan biaya Rp 410.000 (kalau nggak salah). Untuk Quipper, itu harus berlangganan 12 bulan alias 1 tahun. Waktu itu dari harga 810.000 jadi 600.000 (katanya sih harga promo, tapi tetap aja mahal :v) Next post, aku akan buat postingan tentang Zenius dan Quipper ya!

Waktu itu, kemakan promosi yang lagi sosialisasiin tentang Quipper Video, akhirnya, dengan banyak perbincangan dengan teman, akhirnya kita bagi akun. Jadi, 1 akun dibagi bertiga. Bayarnya 200rb/orang.

Udah gitu, maruknya aku lagi, aku bimbel fokus UN, di SSC. (jujur aja, ini kebawa temen sih, karena temen-temen pada les untuk fokus UN, jadi nggak mau kalah, akhirnya bimbel juga). Tapi, syukurnya, aku nggak menyesali untuk bimbel. Setidaknya, aku menghabiskan waktu 2 jam perhari untuk bahas materi lebih lanjut dan bahas soal. Di SSC juga, diadakan beberapa kali try out untuk UN dan SBMPTN. Jadi, bisa dijadikan untuk latihan soal, walaupun aku sih nggak belajar waktu ada try out macem gitu wkwkwk (pemales emang :v).

Itu bisa dijadikan referensi ya. Tergantung kalian mau gimana, belajar darimanapun bisa. 
Asal niat belajar. Intinya, belajar sebanyak mungkin dan sepaham mungkin. Belajar banyak, tapi nggak paham, sama aja bohong cuy! :)

OKEH, poin kedua beres ya.

Lanjut ke poin terakhir ya.

#pesandarikakaktingkat : don’t believe ke kisi-kisi. 
Jangan pernah percaya. 
Kisi-kisi hanya menjadi patokan, dan kisi-kisi itu mencakup banyak hal. Terlalu luas. Jadi…jangan pernah percaya. Bahasa simpelnya, kamu belajar banyak materi. Anggaplah aku ambil kisi-kisi matematika ‘peluang’ nah, di dalam peluang ini, ada banyak materi lagi. Ada peluang majemuk, dll, bahkan di dalam peluang majemuk itu sendiri, juga banyak anaknya lagi. 
Terlalu luas kan? Jadi menurut aku, kisi-kisi masih ‘belum bisa’ dijadiin patokan untuk belajar.

Loh, terus gimana?

Aku mengutip dari guruku nih, Pak Tok, yang ngajarin matematika minat di kelas 3. Suka banget sama ngajarnya beliau. 

“Belajar UN itu, kuncinya hanya banyakin jawab soal. Nggak paham sama soal itu, cari jalannya. Jangan buka kunci jawaban. Sampai benar-benar frustasi, baru di buka. Kalau sudah paham, ulangi cara jawabnya 2-3 kali lagi. Sampai lancar, sampai bisa."

Nah jadi itu poin ketiga. 
Banyakin jawab soal! 
Kalau ketemu soal hitungan jangan pernah nggak nyoret! Harus nyoret. Tangan harus tau langkah-langkahnya. Hanya lihat dan baca kunci nggak bisa menjawab apa-apa. Tangan harus nyoret. Kita nggak bisa cuman, ‘ooh gitu’ tapi tangan nggak nyoret. Percayalah, itu benar adanya. 

Bagi kalian yang males, yah, di kelas 3, mohon dikurang-kurangi rasa malasnya. Kalau udah beres UN, liburan kalian bakal panjang kok. 
Believe me.
Seperti kata pepatah, ‘sakit-sakit diawal, tapi bersenang-senang kemudian’.

Aku dulu ngejar materi banget, tapi sekarang? Kelar UN? Langsung balik game, drama, males-malesan, dsb. 

Ada saatnya kita harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Semangat dek adek!!!! You can do it! ^^

Palangkaraya, 
23 Juli 2018
02:41 AM

Sabtu, 16 Juni 2018

Ger(ry)i Salud Lezatos

Aku percaya bahwa sesuatu terjadi bukan hanya karena kebetulan. Pasti ada alasan dibaliknya. Entah percaya atau tidak, tapi itulah kenyataannya.

Sebenarnya, kemarin, setelah aku menumpahkan segala keluh-kesah tentang seseorang yang bikin aku deg-degan, aku iseng-iseng untuk membaca kembali beberapa tulisanku yang pernah aku posting. Sempat amaze, time flies so fast. 

Beberapa orang yang pernah bikin aku penasaran, sudah kudapatkan kontaknya dan sampai sekarang kenal. Semoga kedepannya bakal seperti ini terus ya! Mungkin kedepannya bakal susah karena in real life, kita pasti punya kesibukan masing-masing. Tapi sekiranya, pertahankan lah ya :)

OKE. Sebelum masuk ke topik pembahasan, sedikit mau curhat dulu ya, kemarin lagi niat nulis, dan mau nulis tentang cowok ini, namanya Gerry. Sudah setengah jalan nulis cerita ini, entah akunya yang halu, atau blognya yang aneh, atau gimana.. entahlah. Yang pasti, tulisanku itu hilang. Merelakan dan moveon dari tulisanku yang hilang, akhirnya muncul lah tulisan baru ini. Dengan konsep yang sedikit berbeda, tapi dengan jalan cerita yang sama.

and.. as always..

i hope you like it.

Seperti yang aku bilang di atas, aku punya teman, namanya Gerry. Pertama kali ketemu di ayodance. Mungkin kalian yang bukan pemain ayodance, agak heran. Kok temen-temennya dari game semua?

Yah, begitulah. Aku menghabiskan waktu liburanku untuk balik ngegame lagi. Akhirnya yah, aku punya temen baru dari dunia maya.

Oke, balik ke pembahasan. Pertama kali ketemu Gerry dari mode Crazy Dance 4 atau C4. Sebegitu cintanya aku pada mode itu, membuat aku lebih banyak dapat teman dari mode itu. Kalau orang-orang pada sibuk di room club dance, aku lebih demen main di room C4. Kenapa nggak C8? Mode ini yang paling aku hindari, karena aku sih ngaku saja kalau itu mode kelemahanku. Kasarnya sih, cupu banget.

Pada saat itu, kebetulan aku yang megang room. Ciri-ciri orang yang masuk room ku sih banyak, ada yang baru masuk langsung out. Ada yang masuk dan play berkali-kali baru out, dan ada yang doyan banget nitip brb di room. Tapi, entah kamu di kriteria yang mana, tanganku selalu terbuka untuk mengenal kalian semua.. #heaaa.

Nah, masuk lah laki-laki yang pada saat itu nicknya ExeKeima-. Sampai dia nanyain aku, "Ce, old player, ya?"

Aku yang ditanyain seperti itu, cukup heran sih ya. Dalem hati sih mikir, 'ini anak tau darimana ya?'

Akhirnya aku jawab, "hah? Iya, tau darimana?"

Terus dia jawab lagi, "Dari platnya cece. Plat itu kan udah lama banget, ce."

Aku meng-oh-kan jawaban dia. Masuk akal sih jawaban dia. Waktu itu, aku lagi pakai plat Loading.. itu kan plat lama banget. Dari jaman-jaman awal main audi, sekitar 2011an. Nah, yang jadi pertanyaan lagi, kok tau coba platku itu plat lama? Kalau bukan sama-sama old player, gak mungkin tau kan?

Akhirnya, aku tanya lagi, "Kok bisa tau? Sama-sama old player yaa?"

Entah apa jawabannya detailnya, aku lupa-lupa ingat. Yang pasti, itu orang nggak mau ngaku kalau dia old player.

Orang ini bener-bener berbanding terbalik seratus-delapan-puluh-derajat dengan si heaven. Kalau Heaven orangnya cuek bebek. Kalau si Exe ini orangnya bener-bener bawel. Selama di room, dia yang paling banyak ngoceh. Seandainya, heaven juga macem gitu :( Eh, tapi kalau heaven macem gitu, entar akunya nggak penasaran dengan dia dong? Wkwkwk.

Karena merasa sedikit kecocokan, yaitu sama-sama bawel. Akhirnya aku meminta FL dengan dia.

Jarang-jarang gitu loh, aku minta FL. Yah bukannya sombong, tapi niatnya kalau aku FL sama orang, harus ada komunikasi. Simpelnya, aku harus sreg dulu sama yang mau di FL-in.

Jadi, kalau kamu termasuk orang-orang yang aku FL duluan, selamat, kamu bakal aku WM setiap online. Percayalah.

Akhirnya nggak lama, dia offline. Kontak lebih lanjut? Haha, big no. Nanti, tunggu hari berikutnya :)

^
Karena hal ini, Gerry dongkol denganku, guys. Katanya, susah dapetin linenya cece. Paling enak dapetin linenya Lily.

Ya begitulah. Nggak akan mudah dapat kontakku kalau nggak gitu kenal. Tapi, kalau sudah dapat, kemungkinan untuk chat with me itu 70%. *nyengir*

Besoknya, dia online lagi. Tetap dengan bawelnya dia, dia selalu bisa mencairkan suasana yang tegang dan bisa membuyarkan suasana yang sunyi senyap.

Dia punya kebiasaan karoke di room, bikin room selalu heboh karena si Gerry ini.

First impression aku terhadap dia sih, "Laki-laki bawel." Dan ini sih, juga langka ya, guys. Sebawel-bawelnya laki-laki, ya, ini orang bawelnya dikadar yang paling max, deh. Tapi, itulah yang bikin aku sama dia nyambung satu sama lain.

Dari itu, aku sama dia sering main bareng. Bahkan bukan dengan aku aja, dengan Lily pun juga. (Fyi, Lily itu my sist)

Di awal-awal, aku sedikit canggung sama dia. Secara, si Gerry itu nggak gimana gitu sama aku. Sempat juga, karena ada urusan, aku ninggalin dia main sendiri dan aku brb. What a pity. Tapi, untungnya, dia betah-betah aja dengan itu. Dan always manut.

My sist dengan lancangnya nawarin si Gerry ini untuk join club yang tidak terurus, QualityTime. Kalau kamu sudah pernah baca ceritaku yang sebelum-sebelumnya, mungkin nggak akan bingung, kenapa aku bilang club yang tidak terurus. Ketuanya, terlalu malas untuk menerima anak baru. Haha. Lebih tepatnya, males untuk mencari masalah.

Ngegame untuk have fun, bukan untuk nyari problem.
Bikin club untuk nyari temen, bukan untuk nyari musuh.

Udah punya problem di dunia nyata, ngapain punya problem juga di dunia maya?

OKE, aku malah jadi nulis kacau balau macem gitu. Back to topic.

Lily, nawarin dia buat join club. Aku sih, it's ok selama dia nggak buat masalah dan nggak buat rusuh. 

Dan satu lagi, kami anak QualityTime, sangat jarang untuk nawarin masuk club. Alasannya balik lagi, bukannya sombong.. tapi ya gitu, males nyari masalah. Bagi anak QT, it's ok member sedikit tapi isinya adem ayem, saling kenal dan akrab. Daripada banyak member, tapi isinya saling musuhan dan pada nggak kenal satu sama lain. I think, percuma ya, kalau kayak gitu.

So, for you, Gerry salud lezatos. Kamu orang terpilih yang sudah aku mintain FL, dan yang sudah ditawarin masuk QT.

Yah, bukan sesuatu hal yang hebat sih, cuman ya, termasuk kamu bisa dibilang orang special yang bisa digituin sama kita-kita.

Dan, setelah ditawarin, jawabannya Gerry cukup mengejutkan. "Aing masih mau solo ce,"

......

kecewa?

Mungkin bisa dibilang gitu. Cuman ya, aku lebih seneng kayak gitu, daripada diterima, tapi nggak lama out karena nggak betah.

Nyesel?

Yap. Bisa dibilang gitu juga, aku sedikit nyesel ngeijinin Lily untuk nawarin Gerry masuk club. Tapi, udah terjadi, yaudahlah yaa...

Beberapa hari berikutnyaa...
dengan mengejutkan kami semua... Gerry bilang ke Lily, "Terima aku, aku udah join club. Acc."

Dan, Lily bilang ke aku, "Ce, Gerry mau masuk club."

Wee, aku kaget lah ya, aku mikirnya, 'ini orang kesambet apaan ya? kok tiba-tiba mau join?'

Tapi, aku sudah cukup lama kenal Gerry, dan aku lihat dia bukan anak baper-baper club, akhirnya aku bilang ke Lily, "Oke, acc."

Dan.... Welcome to the club!!!
Gerry masuk ke QualityTime.

Dan anak QT nambah satu!! Anak yang harus kuperhatikan nambah satu juga. Untung anaknya ga gitu rewel :)

Setelah masuk club, Gerry dengan aku, lebih lepas, lebih deket. Aku cukup sering chat-an sama dia. Walaupun isi chatnya lebih sering aku yang minta tolong ke dia, buat ngecekin heaven. (kok aku terlihat seperti stalker ya? Yah, sebodo amat lah, yang penting aku penasaran.)

Yah sampai sekarang, syukurnya, masih berkomunikasi. Oh iya, Gerry itu anaknya pembuat nama istilah. Namaku di awal banget, masih normal. Lama-lama aku dipanggil cece ehem, cece sipid, cece gendud, dan sekarang, dia lagi ada nama baru buat heaven, surgaecirius. Yah, sesuka hatimu bekarya deh, Ger.

Nggak lama Gerry masuk, dia bawa satu pasukan lagi. Namanya, Sammy. Dan anak yang harus aku perhatiin, nambah lagi. But, welcome to the club!!! Mungkin nggak ada yang special sih dari club QT, tapi, betah-betahlah disini :)

Sejauh ini, belum ada sih yang namanya baper-baper club. Jangan sampai ada lah ya. Kalau udah gitu, bakal susah deh urusannya.

Oh yaa, thankyou for Gerry, kalau dimintain tolong selalu dikerjain. Kalaupun enggak, tapi aku butuh, kamu peka sekalii! :)

Takdir nggak akan kemana, selama bertahun-tahun main audi, kita baru dipertemukan sekarang.

Pasti ada alasan, 'kenapa' kita dipertemukan.

Semoga kedepannya, kita tetap berkomunikasi seperti adanya. Kalau-kalau, nanti pada saatnya tiba, semoga kita bisa meet up, ya. Semoga.

Nice too meet you, Gerry and Sammy.

Sekian dulu, story hari ini. Mungkin beberapa nggak aku ceritakan secara detail. Di lain waktu, semoga aku niat untuk cerita-cerita lagi, ya.

.
.

Sabtu, 16 Juni 2018
Banjarmasin, 23:09WIB

Jumat, 15 Juni 2018

Who Is He?

Hari ini, aku merasakan hampa lagi. Entah kenapa. Punya perasaan takut kehilangan seseorang membuat aku membatasi diriku lebih lagi. Supaya kedepannya, jika itu terjadi lagi, aku tidak akan terlalu sakit. Egois? Iya, mungkin. Tapi itulah caraku, untuk menjaga hati ini agar tidak begitu sakit.

Tapi, sekali lagi, yang namanya perpisahan dan kehilangan itu selalu sepaket dengan yang namanya pertemuan dan perkenalan.

Hanya saja, kita tidak tahu kapan itu akan terjadi. Apakah lama ataukah singkat suatu perkenalan tersebut.

Pada dasarnya, kita hanyalah manusia yang punya watak dan sifat berbeda-beda. Jangankan pada yang berbeda darah, yang sedarah pun, sifat dan wataknya berbeda. Benar, kan?

Setelah beberapa lama balik lagi ngegame aku ketemu teman baru. Dunia baru, era baru. Sebenarnya, aku pernah membuat beberapa tulisan tentang itu. Hanya saja, tulisan-tulisan itu selalu saja tidak selesai. Entah karena mengantuk, bosan, tidak tertarik lagi, atau no idea untuk melanjutkannya. Dan, hari ini, aku punya niat untuk melanjutkannya. and I hope you like it.

Mungkin di story ini, aku akan lebih menekankan pada orang yang bikin aku deg-degan beberapa minggu ini. Mungkin yang satu ini dulu kali ya. Mulai dari balik, aku ketemu seseorang yang bikin aku penasaran. By the way, aku punya kebiasaan kalau deg-degan itu bakal sakit perut, setiap mikirin dia dan ketemu dia in game, dia selalu bisa bikin aku deg-degan dan akhirnya sakit perut.

tbh, i dont know who is he. Tapi, yang aku tau nick ayodance dia He*aveneri*icus(?) gitu. Dia punya avatar yang literally high class. Dan, mohon maaf, avatar dia cakep tenan guys. Tipe-tipe avatar dia itu style aku banget. Jatuhnya, his avatar too cute. Avanya bener-bener kece.

Gini, aku nggak bilang bahwa avatar yang lain ga bagus, ga cute atau gimana, tapi namanya selera, ya, masing-masing. Mungkin bagi beberapa orang itu bagus, tapi bagiku itu stardar. Mungkin di mataku itu bagus, tapi di mata orang itu jelek. Kembali ke selera masing-masing, ya.

Oke. Back to story, aku kenal dia waktu aku main mode Crazy Dance 4 a.k.a C4 (nama tenarnya). Waktu itu kebetulan, aku jadi room masternya (DJ) di suatu room. Sebelumnya aku mau bilang, aku tipe orang yang stay di satu room dalam waktu yang cukup lama. Apalagi aku yang jadi DJ, of course harus dibetah-betahin. Haha.

Nah, masuk lah si laki yang aku bilang too cute itu. Aku sih bukan tipe yang sekali lihat jatuh cinta. Big no, bukan gue banget kalau itu. Ketemu sultan di server LG2, bukan suatu yang baru. Jadi, for the first time, aku biasa aja. (entah dari ava yang aku bilang too cute itu masih belom bikin geter di ati).

Dia masuk, dan play. Skillnya perlu aku acungkan jempol ya. Setara dengan level dia yang sudah mencapai level 50an, World Star. Pada pertama kali play, aku tetap biasa aja. Dan... sampai entah keberapa kali play, yang pasti lebih dari 4x, ini orang diem aja di room.

Hmm, aku tahu bahwa setiap orang punya hak untuk ngomong atau diem ya. Tapi, paling nggak ya ngetik nice kek sewaktu finish move. Ini berkali-kali main, tapi nggak ada ngetik apapun yang sekiranya orang ketik -_-. Ini poin pertama yang bikin cukup kesal.

Untuk pertama kalinya, my first impression tentang dia, "bikin jengkel".

Oke. Setelah offline, aku belum begitu memikirkan banyak tentang si ini. Beberapa hari nya lagi, aku kembali satu room sama dia. Tapi, bedanya aku nggak jadi DJ, dan dia juga lama dalam room itu. Kalau tidak salah ingat, sekitar 2-3 lagu, dia out. Dan pada saat itu, aku juga masih biasa saja. Setelah itu, memang pernah main bareng, tapi dia gak lama, out. And still same, aku masih biasa aja (lebih ke jengkel).

Beberapa hari kemudian, he is back. Dan main bareng lagi sama aku, dengan aku yang jadi DJnya. Daaan, dia stay di room ku lagi. Beberapa kali request lagu. Uniknya, kalau dia request lagu, dia langsung to the point bilang lagu yang dia mau. Biasanya, orang pasti bilang "req" dulu, baru akan aku tanya "req apa?". Lumrahnya seperti itu, tapi dia enggak gitu. What an antimeanstrim (?) wkwk.

Dari situlah, dari rasa jengkel dan kesal, berubah menjadi rasa penasaran.

Dia stay di room ku cukup lama, beberapa kali request lagu. Tapi guys, dia tetap aja diam. Sekalipun ngomong, dia ngomong yang perlu-perlu saja. HE IS LITERALLY LANGKAA GUYS :( Biasanya yang sudah sering ketemu dan mabar, pasti bakal luluh. Lah yang ini enggaaak guys :(

dosa nggak sih penasaran sama laki orang? :( doi udah punya cincin di game, dan level cincin nya cukup tinggi. Aku juga sering ketemu couplenya si ini. Sepertinya sih real. *suatu hipotesis*

Aku sampai curiga, kalau ceweknya yang mainin char si ini? :( makanya diem-dieman gitu? (prediksi pertama).

atau..

dia sebenernya temen aku yang pernah kenal aku dulu. Terus ada sesuatu hal yang bikin gimana gitu, jadinya dia diem-dieman gitu? (Ini sih gak mungkin banget, tapi ini prediksi keduaku.)

atau..

malah doi benci aku? (Predisi ketiga, yang sangat memungkinkan.) Tapi yang muncul lagi pertanyaan, Kalau dia emang benci aku, apa yang bikin dia benci aku?

OKE. Lupakan prediksi-prediksi kacau bala-bala itu.

Balik lagi ke cerita, dia stay di room ku cukup lama. Dan hell yeah, dia emang diam-diaman. Niatnya sih aku mau memulai percakapan, tapi aku muter otak untuk memulai percakapan macam apa? Akhirnya, aku putuskan untuk diam juga. Bego gak sih? Yah, bodo amat lah ya wkwkwk.

Sampai akhirnya dia gow dari room ku. Beberapa hari kemudiannya lagi, dia masuk lagi roomku. Tapi nggak lama, anak clubnya masuk, dan aku mati kutu. Anak clubnya HC HC euy. Kalah saing lah ya. Kayak gembel kalau bersanding sama club itu. Udah gitu, anak clubnya level gede-gede. Aku mah apa atuh, masih level 30an :(

Akhirnya, anak QualityTime undur diri dari room itu, dan new room yang lebih "anak QT banget". Dan fyi, itu room dari sore sekitar jam setengah 6. Itu room orang sebenernya, terus, DJ nya teroper lagi ke aku, dan sampai jam 12 maleman, itu room masih ada!!! Literally karena diaaaa jaga itu room! Bukan kah dia setia? :))

Dia pernah ketemu sama adekku (btw adekku cewek). Emang sih, my sist ini lebih komunikatif sama orang. Beda sama aku. Dia lebih gampang akrab sama orang, daripada sama aku yang notebene nya aku lebih duluan tau sama dia.

My second sist, ngeadd dia di ayodance, dan tanpa dia bilang, dia ngeacc FL. Karena beberapa orang, termasuk aku, jarang ngeacc FL yang nggak gitu kenal. Lah.... iniiii.... dia ngeacc :( Bukankah dia begitu baik? :)))

Tapi kenapaaaa.... sama aku gak sebaik itu? :(

Terkadang, dunia tidak begitu adil.

Aku yang penasaran, malah gak dapet kesempatan untuk ngomong.

Aku yang kangen, malah yang dicariin bukan aku.

Yang dititipin salam bukan aku :(

Kadang hidup itu semenyakitkan itu. Tapi itulah kenyataan.

Kenyataan tidak pernah seindah ekspetasi.

Tapi, aku nggak akan menyerah gitu aja. Sampai rasa penasaran itu terjawab, baru deh aku menyelesaikan rasa deg-degan ini. Semoga ya teman-teman. Yang baru terjawab, namanya saja 😂. Soon yaaa, untuk usia, domisili dan hal-hal lainnya. Ditunggu next story ya :)

Jumat, 15 Juni 2018
Banjarmasin

Selasa, 24 April 2018

#CeritaKehidupan Globalisasi

Holaaa~

Balik lagi sama aku, setelah beberapa hari nggak update blog, akhirnya aku balik lagi untuk update. Sebenarnya, aku sudah ada buat sebagian paragraf untuk new update, yeuu, tapi, dikarenakan sesuatu hal, akhirnya post tersebut tidak jadi update wkwk. Kalau sempat, bakal aku lanjutkan post '#CeritaKehidupan New Era', kalau ada niat juga sih, hmm.

Oke, back to topic, sekarang memang sudah zaman-zamannya media sosial. Tempat dan waktu sudah tidak menjadi masalah untuk berkomunikasi. Di toilet pun, kita masih bisa berkomunikasi dengan orang yang jauh nun di sana. Sebesar itulah pengaruh globalisasi di Indonesia. Perkembangan zaman, membuat kita mudah untuk melakukan itu. Dulu memang bisa, cuman, tidak semudah sekarang. Kalau dulu mainannya untuk SMS, telepon pakai pulsa, sekarang mainannya kouta. LINE, Whatsapp, dan Instagram menjadi sasaran anak-anak muda maupun dewasa.

Kalau dulu zamannya Facebook dan Twitter, sekarang sudah beda. Walaupun, masih ada yang masih menggunakan facebook dan twitter, tapi tentu saja, penggunanya tidak sebanyak yang dulu. Faktor sehabis belajar sosiologi tentang modernisasi dan globalisasi jadinya seperti ini. Tapi, memang kurasakan perubahan yang signifikan ini mengenai globalisasi. Tidak ada jarak dan waktu yang menghalanginya. Mau nelepon sekarang juga bisa, mau orangnya di Surabaya, Jakarta, Jogya, Singapore, dan lain-lain, tinggal telepon LINE, modal kouta, udah bisa teleponan sepuasnya, dan video call. Tanpa bayar mahal untuk pulsa, tanpa tiket pesawat, dan lainnya. Tinggal menyediakan kouta dan meluangkan waktu saja untuk teleponan atau video call. Semudah itu.

Di era moderenisasi ini, aku juga merasakan bagaimana perubahannya. For your information, aku adalah ayodance player, yang mana gamenya itu sangat butuh komunikasi untuk bermain 'bener-bener'. Komunikasi lewat mana? Ya, lewat chat. Kalau dulu jamannya facebook, sekarang zamannya line. Kalau ketemu orang-orang yang cukup seru, pasti bakal ditanya apa linenya. Tapi aku juga gak bisa sembarangan untuk ngasih. Aku harus tau, paling nggak sifatnya lah, dan bagaimana kelakuan dia di ayodance. Seperti yang sudah ku bilang di post-post sebelumnya, tiap orang punya sikap dan sifat yang beda-beda. Ada yang emosian, ada yang baperan, ada yang orangnya kalem, ada yang orangnya cuek, ada yang orangnya di bawa nyante aja, dan lain-lain deh. Beragam. Kita ini masyarakat kultural, punya banyak perbedaan. Sifat dan sikap ya salah satu dari banyaknya perbedaan. Memang, sebagian pasti ngomong, sifat kan bawaan dari lahir. Iya, emang bawaan dari gen ya, tapi, gak mungkin juga, kita tidak bisa mengubah atau mengoreksi sifat buruk kita. Bisa diubah kok, bisa dikontrol, gimana kita mau ngubahnya aja. Semua itu dari niat, kalau niat nya berubah menjadi pribadi yang baik, ya mestinya.. mikir gimana ya supaya aku bisa jadi pribadi yang baek... dimana ada niat disitu ada jalan. 

Mengurus urusan orang lain sebenarnya, diluar kuasa ku. Tapi, ada suatu masalah yang cukup unik disini. Tapi mungkin bakal aku ceritain di next post. Kalau niat yah bakal kubuatkan, kalau gak, yaa... tunggu sampai niat wkwkwk. Maapkan sharingnya sampai sini aja, mata saya sudah cukup mengantuk wkwk. Bye-byee!


Palangkaraya, 24 April 2018
1:05 AM

Senin, 23 April 2018

Kesadaran Diri, Kerja & Kelompok



Happy Weekend, selamat bermalam minggu semua!
Apa kabar?
Saya harap kalian dalam keadaan yang baik-baik saja ya!

Setelah hampir tiga hari drop alias jatuh sakit. Akhirnya, hari ini saya bisa melakukan aktivitas seperti biasa.. walaupun masih dalam keadaan suara yang hmm.. serak-serak becek wkwkwk. Dari hari Rabu, itu mulai gejalanya, pusing-pusing, terus batuk. Eh, ternyata besok paginya langsung demam. Karena, Kamis itu ada ulangan kimia, yah, saya bela-belain masuk sekolah. Kurang rajin apalagi coba? Dan itu, memang benar-benar puanaaas pol. Setelah kelar ulangan, saya balik ke rumah deh. Padahal nanggung banget, sisa 3 jam lagi balik. Sampe rumah, ya yang namanya sakit, gaweannya tiduuuuuuuuur melulu. Udah sakit kepala. Badan panas. Tenggorokan sakit gara-gara batuk. Lengkap penderitaan :(. Hari Jumatnya, emang sih udah agak baikan, tapi saya ragu. Takutnya kayak kemarin, paginya emang udah turun, tapi taunya pas udah agak siangan, badan malah makin panas -_-. Akhirnya saya ngambil izin sakit buat hari itu… dan istriahat total lagi. Malemnya, Puji Tuhan. Udah nggak demam lagi!! Walaupun masih batuk, dan kepala agak-agak puyeng. Tapi its ok. Udah kemajuan. 

Yaaah, saya malah cerita tentang sakit haha. Intinya, sakit mah gak enak. Jadi, jangan pernah deh ngedoain orang supaya sakit. Yah, takutnya karma aja ke situnya, hehe. Doain orang yang baik-baik aja ya <3.
Sebenarnya, saya mau nulis ini dengan maksud dan tujuan cerita tentang kerja dan kelompok sih. Mungkin ini bagi team kerja mungkin ngerasa setuju. Dan mungkin… bagi team kelompok agak-agak hehe… gimanaaa gitu :). Maaf sebelumnya. Saya sih gak maksud macem-macem. Cuman  sekedar sharing tentang pengalaman.  

Yah tapi, yang namanya kerja kelompok. Paling nggak lah ada bantu, ya nggak? Kesadaran dirinya sebagai anggota kelompok itu sendiri. Nggak perlu diingetin, “eh nanti jangan lupa kumpul materi ya!” Kesadaran dirinya aja lah. Dari hal-hal kecil, kayak nanya, “Aku ngerjain yang mana?” Jangan nunggu disuruh baru jalan. Mungkin emang benar, dalam satu kelompok, pasti ada yang namanya 1-2 orang yang cuman ngerjain. Sisanya cuman ‘numpang nama’. Mungkin nggak semuanya sih, tapi pasti ada. Kadang, 1-2 orang yang ngerjain dan adem-ayem aja tuh, bisa nyimpan rasa keselnya sendiri loh. Ya… jangan jauh-jauh. Kayak saya, yang hmm.. suka digituin juga. Mentang-mentang saya yang pinter ini, pinter itu, bisa ini, bisa itu, jadi semua saya yang kerjain??? Sementang saya ada waktu luang karena bagian saya sudah selesai, eh, kamunya lagi sibuk jadi nggak ngerjain bagiannya kamu?? 

Ya tolong dong, dibagi waktunya. Kita punya kesibukan masing-masing. Jadi waktunya dimanfaatin dengan sebaik mungkin. Kalau ada jam kosong, kan bisa dikerjain. Lah daripada nggak kelar… yaudahlah… saya ngalah. Akhirnya, saya lagi yang ngerjain hampir semuanya. Dan apa? Nilainya buat siapa? Buat kelompok. Bukannya pelit, tapi kalau dibuat nggak adil gini, gimana? Yang ngerjain siapa, nilainya bagi-bagi. Hehe. Yang pernah ngerasa sih, ya pasti tau dong rasanya, hehe.
Kadang saya diem, nggak mau terlalu ngeras-in.. karena apa? Karena saya malas berdebat. Yang ada malah nanti berujung dengan pertemanan yang renggang, dan juga.. takut diomongin yang macem-macem. ‘Eh dia mah mentingin nilai mulu. Kerjaannya nyuruh-nyuruh orang aja, dll’. Kan saya malas juga dijadikan bahan omongan. 

Ya saya tauu, sebagai makhluk social, manusia itu tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Lah, makanya ada kelompok. Tapi, rasanya percuma dong, kalau kelompok hanya jadi embel-embel. Padahal yang ngerjain cuman 1-2 orang??? Malah keenakan.
Sekali lagi, sori, saya agak sarkas. Sekolah saya kurikulum 2013, jadi banyak kerja kelompoknya. Dan ya, rata-rata kerja kelompok saya, hampir saya semua yang ngerjain. Kalaupun kerkol, rasanya percuma juga. Lebih banyak ngomongnya, daripada ngerjainnya. Mending ngumpul materi, saya yang editnya. Kerjaan saya lebih fokus. Nah, cuman ya itu, kesadaran buat ngumpul materinya itu loh…. 

Saya juga manusia. Yang punya rasa lelah, dan rasa kesal. Kalau ada yang merasa tersinggung, ya maaf. Tapi ini sebagai cermin buat yang tersinggung. Benahi lagi dirimu, siapa tau ada yang buat temanmu kesal atau marah. 

Kalau kesadarannya lambat, ya apa boleh buat? Layaknya nasi sudah menjadi bubur. Ya sudah. Nggak bisa diapa-apain. Di zaman sekarang, semua sudah harus cepat. Peka dikit lah, hee.
Kalau ngomongin ini, saya rasa nggak akan ada habis-habisnya. Ya sudahlah, sekian dan terimakasih!

Maaf juga!