Minggu, 30 Agustus 2015

Seni Budaya Kelas X - Bab 3&4 (Jenis/Genre Musik & Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik



BAB 3 – Jenis/Genre Musik

Musik dapat dipandang sebagai kebutuhan ekspresif manusia, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kemampuan manusia untuk mengekspresikan perasaan, emosi, atau gagasannya tentang kehidupan melalaui bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh beragam media atau instrumen yang ada, baik dengan menggunakan instrumen bernada atau tidak bernada (perkusif).
A.    Pengertian Musik
Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia, yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur dan dapat menjadi suatu bunyi yang enak untuk didengar.
B.     Musik Sebagai Simbol
Simbol-simbol pada musik tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen (musikal) musik tersebut, termasuk suara/vokal manusia.
Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi-rendahnya nada, ritme, dinamika, dan tempo.
้        Nada (pitch) adalah tinggi-rendahnya bunyi. Nada atau melodi diproduksi oleh instrumen, termasuk suara atau vokal manusia.
้        Ritme adalah durasi setiap bunyi.
้        Dinamika adalah perubahan bunyi yang terdengar keras menjadi semakin lembut atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras.
้        Tempo adalah kecepatan musik/lagu: sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat.
Secara nonmusikal, simbol musik dapat tanpak pada instrumen musik berdasarkan bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada pembuat instrumen.
Karakter musikal maupun non-musikal dari musik dari musik tidak dapat terlepas dari beragam pengalaman yang untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
C.     Estetika Musik
Sebagai simbol, musik dan instrumen musik memiliki nilai keindahan atau estetika tersendiri bagi pendukungnya. Nilai-nilai tersebut berbeda dari masyarakat lainnya.
D.    Fungsi Musik
Musik seringkali digunakan dalam acara hiburan dan juga ritual keagamaan. Sebagai hiburan, musik berfungsi untuk menghibur atau menyenangkan pendengar. Sedangkan musik sebagai ritual sangat berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan atau agama yang diyakini oleh anggota masyarakat tersebut.

E.     Permainan Musik
Permainan musik merupakan aktivitas musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan dengan secara perorangan atau induvidu dan juga kelompok.

BAB 4 – Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik
Dalam prosesnya, kolaborasi seni dalam permainan musik bertujuan untuk turut melestarikan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dan meningkatkan apresiasi seseorang terhadap budaya lokal. Berdasarkan tujuan itu, maka kolaborasi seni dalam permainan musik diharapkan dapat menjadi wadah bagi seseorang untuk dapat mengeskpresikan gagasan atau ide mereka dalam bidang seni budaya.
A.    Pengertian
Kolaborasi seni adalah kerjasama dua atau lebih cabang seni. Contohnya, kolaborasi antara musik dengan gerak (Seni tari),  atau kolaborasi antar musik dengan imaji atau visual (Seni rupa).
Menurut Barrett, McCoy, dan Veblen (1997) mengemukakan bahwa, “melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan musik, misalnya, memperlihatkan cara seseorang menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan bunyi dan gerak.
B.     Eksplorasi Musik
Alat-alat perkusif sederhana digunakan oleh pemain musik untuk mengeksplorasi beragam bunyi yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka. Dengan kata lain, eksplorasi bunyi merupakan salah satu usaha manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide mereka tentang kehidupan melalui permainan musik.
Eksplorasi bunyi tidak hanya dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyinya atau instrumen, tetapi juga melalui pengembangan pada simbol-simbol musik, seperti nada dan ritme.
C.     Gerak Dalam Permainan Musik
Gerakan-gerakan yang dilakukan seseorang dapat dipandang sebagai simbol, berhubungan dengan nilai-nilai estetik dalam masyarakat, dan juga memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerakkan dan musik, khusunya tempo dan irama.
Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui suatu gerakan. Gerakkan tubuh seseorang dipandang sebagai salah satu pola perilaku yang dipelajari orang tersebut dalam lingkungan masyarakatnya.

D.    Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik
John Paynter (1972) pernah mengemukakan tentang kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik. Hal ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang beragam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang dimiliki.
Sebagai hasil karya seni rupa, properti aau hiasan yang digunakan dalam permainan musik atau pertunjukan seni tidak hanya terdiri dari instrumen perkusif yang dihias atau topeng, tetapi juga properti lainnya, sepert kerajinan tangan, aksesoris, dan kostum.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Contoh Surat Cinta/Kagum untuk Kakak OSIS



Pertama kali aku melihatmu, aku bagaikan terpana oleh sosok Kakak.
Dari jauh aku menatapmu lekat, tanpa Kakak sadari.
Dengan kacamata berbingkai hitam yang Kakak pakai.
Cara kakak berbicara pada saat berbaur dengan teman-teman Kakak.
Cara kakak bernyanyi.
Pada saat kakak kebingungan menjawab, ‘untuk apa?’
Aku berharap, Kakak tidak mengenalku. Hanya biarkan, Kakak hanya tau namaku saja.
Ketika melihat Kakak, aku bertanya-tanya, ‘Siapakah dirinya?’
Satu hal yang saat itu ada dipikiranku. ‘Sepertinya Kakak itu orang yang baik dan asik.’
Jujur, aku tidak bisa berkata-kata romantis layaknya lelaki buaya yang sedang jatuh cinta.
Aku tidak bisa mengekspresikan bagaimana rasanya jatuh cinta, karena aku belum pernah merasakannya. Dan pada saat masa putih–abu-abu ini, aku merasakannya.
Detak rasa suka yang mulai mengembang.
Detak jantung yang berdentum keras.
Dan ratusan volt yang seperti mengalir di seluruh tubuhku.
Aku telah di buat gemetar oleh Kakak.
Seluruh gengsi ini telahku buang, untuk menulis dan mengirim surat ini untuk Kakak.
Dan juga, untuk bertanya, siapa nama Kakak.
Demi Kakak seorang, yang menjadi motivasiku untuk selalu berbahagia dan tersenyum lebar.
Demi Kakak yang tidak mengenalku....
Demi tugas yang diberikan OSIS SMAN2 tercinta....
Aku rela melakukan apapun yang masih diatas kewajaran.
Inilah surat yang bisa kuberikan untuk Kakak.
Mohon maaf, jika ada kata-kata yang kurang sopan ataupun tidak romantis.
Karena aku juga manusia yang bisa salah dan banyak kekurangan.

BIOLOGI X - BIOLOGI SEBAGAI ILMU






Bab I – Biologi Sebagai Ilmu

Ruang Lingkup biologi terdiri atas:
Objek Biologi:
a)    Kingdom Monera
b)    Kingdom Protista
c)    Kingdom Fungi
d)    Kingdom Plantae
e)    Kingdom Animalia

Tingkat Organisasi Kehidupan:
a)    Molekul
b)    Sel
c)    Jaringan
d)    Individu
e)    Populasi
f)       Komunitas
g)    Ekosistem
h)    Bioma
i)       Biosfer

Permasalahan atau tema Biologi:
a)    Biologi sebagai proses inkuiri
b)    Sejarah konsep Biologi
c)    Evolusi
d)    Keanekaragaman hayati
e)    Genetika
f)       Organisme dan lingkungan
g)    Tingkah laku
h)    Struktur dan fungsi
i)       Regulasi


Biologi berasal dari kata bios: hidup dan logos: kehidupan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari makhluk hidup. Ketiga ruang lingkup tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk suatu ruang tiga dimensi. Karena, objek bilogi akan membentuk suatu tingkat organisasi kehidupan, dan ketika objek biologi masuk dalam organisasi kehidupan, objek akan membentuk suatu permasalahan. Sehingga, ketiga ruang lingkup tersebut saling berhubungan dan membentuk ruang tiga dimensi.

3 komponen yang merupakan satu-kesatuan dalam mempelajari biologi sebagai ilmu adalah: sikap ilmiah, proses ilmiah (kerja ilmiah), serta produk ilmiah.
·         Sikap ilmiah yang harus dikembangkan adalah dapat membedakan fakta dan opini, berani dan santun dalam bertanya dan berpendapat, peduli lingkungan, berpendapat secara ilmiah dan kritis, dapat bekerja sama, jujur, bertanggung-jawab, dan tekun.

·         Proses ilmiah atau kerja ilmiah disebut juga dengan keterampilan proses yang merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah baik kognitif maupun psikomotor yang digunakan dalam penelitian untuk menemukan suatu konsep/teori/prinsip, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan sebuah penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi).

·         Produk ilmiah berupa fakta, konsep, teori, dan hukum, yang menjadi hasil dari proses ilmiah.

Biologi sebagai ilmu mempunyai karakteristik, yaitu:
1.     Memiliki objek kajian yang berupa benda konkret dan dapat ditangkap oleh indera.  Objek kajian biologi mulai dari molekul sampai dengan bioma.

2.     Memiliki metode yang disebut metode ilmiah. Langkah-langkah kerja ilmiah:
a.     Merumuskan masalah
b.     Menyusun kerangka berpikir (mengumpulkan keterangan atau data, baik secara teoritis dari buku yang disebut kajian pustaka maupun empiris: hasil observasi langsung)
c.     Merumuskan hipotesis
d.     Menguji hipotesis dengan eksperimen
e.     Menganalisis data hasil eksperimen
f.       Menarik kesimpulan
g.     Publikasi (laporan penelitian)

3.     Dikembangkan berdasarkan pengalaman nyata.

4.     Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku, artinya keterangan atau data yang menyusun sebuah pengetahuan harus memiliki ketergantungan dan teratur.

5.     Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif dan induktif. Bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik dari hal-hal umum menjadi ketentuan khusus. Bersifat induktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum.

6.     Hasilnya bersifat objektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subjektif).

7.     Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dan diberlakukan atau bersifat universal.

Menurut H. James Funk, dkk (1979), keterampilan proses dibagi menjadi:
◌     Keterampilan Proses Dasar
Keterampilan proses dasar meliputi:
a)    Observasi (Pengamatan)
 Observasi adalah proses untuk memperoleh informasi atau mengenal suatu obyek atau peristiwa dengan menggunakan semua panca indera atau alat bantu yang merupakan pengembangan alat indera.
Karakteristik dari keterampilan observasi adalah:
-Mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda, misalnya warna, tekstur, bau, bentuk, ukuran, berat dan volume.
-Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan yang nyata pada obyek/peristiwa.
-Membaca alat-alat ukur
-Mencocokkan gambar dengan uraian tulisan

◌     Data Kualitatif adalah pengamatan yang dilakukan hanya dengan menggunakan kelima indera tanpa alat bantu ukur.
◌     Data Kuantitatif adalah pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur.

Pengamatan berfungsi sebagai dasar untuk perumusan inferensi (kesimpulan) dan prediksi, yang dibuat dalam bentuk gambar, bagan, tabel, grafik, dan tulisan (deskripsi).

b)    Komunikasi

Komunikasi  adalah proses pengubahan informasi dari media ke media lainnya. Contoh metode komunikasi: grafik, carta, peta, simbol, diagram, persamaan matematika, demonstrasi visual seperti kata-kata baik tulisan maupun lisan, dan bahasa tubuh. Komunikasi yang efektif harus jelas, akurat (presisi), dan tidak kabur atau tidak membingungkan.

Karakteristik dan keterampilan komunikasi adalah mengutarakan suatu ide atau temuan, menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan atau memberikan suatu ide atau temuan, menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan, atau memberikan secara akurat suatu objek/kejadian, dll.

c)    Klasifikasi

Tujuan klasifikasi untuk memudahkan dalam mempelajari sesuatu. Dasar yang digunakan adalah persamaan dan perbedaan ciri. Prinsip dalam mengklasifikasikan objek adalah mencari persamaan di antara perbedaan (keragaman) dan mencari perbedaan di antara persamaan (keseragaman).

Tahapan klasifikasi: Identifikasi (pengenalan diri) – Pengelompokkan – dan penamaan suatu objek.

d)    Inferensi (infering)

Inferensi adalah hasil observasi yang merupakan fakta/data/pernyataan berupa informasi yang sesuai dengan suatu objek, seringkali memberikan suatu pola. Pola dari fakta/data tersebut ditafsirkan atau di interprestasikan lebih lanjut menjadi penjelasan yang logis. Penjelasan terhadap suatu data/fakta yang didasarkan atas hasil observasi disebut inferensi.

e)    Prediksi

Prediksi adalah keterampilan berpikir membuat perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi, berdasarkan hasil observasi dan inferensi.

Hal-hal penting dalam membuat prediksi adalah:

·         Mengumpulkan data melalui observasi.
·         Mengklasifikasikan
·         Menyimpulkan hubungan sebab-akibat (inferensi).
·         Menyusun pernyataan hasil berpikir tentang kejadian yang akan datang didasarkan pola hasil observasi (prediksi)
·         Uji kebenaran prediksi yang dibuat.
◌     Keterampilan Proses Terpadu
Keterampilan proses terpadu meliputi:
a)    Identifikasi variabel
Variabel adalah sesuatu ata faktor-faktor yang berpengaruh yang memiliki nilai atau harga dan nilainya bervariasi yaitu dapat berubah atau diubah pada sauatu situasi terentu.
Contohnya:  “Tinggi tanaman pepaya bergantung pada jumlah air yang disiramkan pada tanaman tersebut’.
Tinggi tanaman pepaya yang disebut variabel.

Tiga macam variabel yang digunakan dalam sebuah penelitian:
1.     Variabel manipulasi atau variabel bebas adalah variabel yang dapat dipengaruhi secara sengaja atau dapat diubah-ubah atau dimanipulasi dalam suatu situasi.
2.     Variabel terikat atau variabel respon adalah variabel hasil dari variabel bebas.
3.     Variabel kontrol adalah variabel yang secara sengaja dipertahankan dan dibuat sama agar tidak terpengaruh terhadap variabel respon. (hasil percobaan).

b)    Perumusan hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara tentang pengaruh variabel manipulasi terhadap variabel respon.
Langkah-langkah merumuskan hipotesis:
1.     Mengidentifikasi variabel yang berhubungan secara logis.
2.     Mengidentifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel yang merespon atau yang mempengaruhi variabel manipulasi.

c)    Definisi Operasional (DO) variabel
Definisi operasional variabel menyatakan tindakan apa yang dilakukan dan pengamatan apa yang harus dicatat. Definisi operasional harus dibuat sendiri oleh peneliti.

d)    Perancangan (desain) penelitian
Langkah-langkah perancangan (desain) penelitia:
1.     Mengidentifikasi variabel
2.     Merumuskan hipotesis
3.     Mengdefinisikan secara operasional variabel manipulasi dan respon.
4.     Menentukan variabel apa yang harus dikontrol
5.     Menentukan harga variabel manipulasi yang dipilih untuk penelitian.

e)    Eksperimen
Eksperimen adalah kegiatan yang menggunakan seluruh keterampilan proses dasar dan terpadu. Untuk melalukan suatu eksperimen dapat dimulai dengan pertanyaan (rumusan masalah), identifikasi variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan operasional suatu variabel, mendesain penelitian, mengumpulkan data, dan menginterprestasikan data, lalu memulai suatu eksperimen.

Objek dan Permasalahan Biologi pada Tingkatan Organisasi Kehidupan

1.     Molekul

Contoh permasalahan biologi pada tingkat molekul:

·         Penyakit diabetes disebabkan oleh kelebihan kadar gula (glukosa) darah. 

·         Penyakit jantung koroner karena adanya penyumbatan pada nadi koronaria yang disebabkan oleh lemak (kolestrol)

·         Obsitas karena kelebihan karbohidrat.

·         Marasmus karena kekurangan karbohidrat.

·         Kwashiorkor karena kekurangan protein.

·         Mutasi gen yang menimbulkan adanya gen mutan (gen albino, gen buta warna, gen hemofilia, gen botak, gen anemia, gen kecenderungan TBC, dll)

Pemanfaat biomolekul dalam bidang biologi melekuler antara lain pemanfaatan asam nukleat yaitu ADN dalam teknologi rekayasa genetika yang disebut rekombinasi ADN. Teknik rekombinasi ADN dimanfaatkan dalam pembuatan:
a)    Hormon Insulin, dimana gen (ADN) insulin diambil dari sel pankreas manusia dan bakteri yang digunakan adalah bakteri Escherichia coli, jika seseorang kekurangan hormon ini, dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus atau kencing manis karena meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah.
b)    Hormon Pertumbuhan (Somatotropin), dimana gen (ADN) somatotropin diambil dari sel kelenjar sapi dan bakteri E. Coli, orang yang kelebihan hormon somatotropin disebut gigantisme. Sedangkan, orang yang kekurang hormon ini disebut hipofisis.
c)    Vaksin, dimana gen diambil dari DNA virus.
d)    Interferon.
e)    Tanaman yang resisten terhadap penyakit.
f)       Tanaman yang mampu menambat/memfikasasi nitrogen, dimana gen (ADN) yang diinginkan adalah gen penambat nitrogen dari bakteri Rhizobium dan wahana kloningnya adalah plasmid Ti dari bakteri Agrobacterium tumefaciens.


2.     Sel

Pemanfaatan sel dalam bidang kedokteran misalnya untuk pembuatan antibodi monoklonal dan bayi tabung. Antibodi monoklonal dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit, tes kehamilan pengobatan (terapi) penyakit outoimun, dan kanker. Bayi tabung (fertiliassi in vitro) merupakan teknologi fertilisasi sel telur dengan sperma yang terjadi secara in vitro (diluar tubuh dalam rahim wanita).

3 Teknik bayi tabung:
a.     GIFT (Gamete Intra Fallopian Transfer)
b.     FIVET (Fertiliassi In Vitro & Embrio Transfer)
c.     ZIFT (Zyogote Intra Fallopian Transfer)
Contoh permasalahan biologi tingkat sel:
·         Plasmolisis
·         Transportasi zat lintas membran
·         Endositosis
·         Penggandaan sel
·         Perkembangbiakkan virus/bakteri.
·         Munculnya sel kanker.




3.     Jaringan

Pemanfaatan jaringan dalam bidang pertanian adalah kultur pertanian, teknik perbanyakan (kloning) tanaman secara vegetatif (Aseksual) dalam jumlah sangat banyak dari jaringan tubuh di dalam kultur aseptik (steril), dengan lingkungan terkontrol. Dengan kultur jaringan, tumbuhan dapat dilakukan dengan secara cepat, dalam jumlah yang besar, hemat tempat dan waktu, serta memiliki sifat yang identik dengan tanaman induk.
Permasalahan dalam tingkat kehidupan jaringan:
·         HIV/AIDS
·         Leukimia
·         CVPD pada tanaman jeruk.
·         Kutil
·         Cacar

4.     Organ

Pemanfaatan objek biologi pada tingkat organ misalnya, transplantasi hati pada penyakit kanker hati, transplantasi ginjal pada penyakit gagal ginjal, transplantasi kornea mata pada penderita buta, dsb.

Permasalahan dalam tingkat kehidupan Organ:

·         Penyakit mata (Katarak)
·         Gagal ginjal
·         Kanker hati, usus, kulit, payudara
·         Jantung koroner.
·         Paru-paru
·         Kista pada rahim
·         Patah tulang
·         Mozaik
·         Penyakit raja singa (sifilis)

5.     Individu

Pemanfaatan objek biologi pada tingkat individu misalnya, kloning. Kloning merupakan teknologi perbanyakan individu atau sel secara vegetatif, sehingga menghasilkan individu (klon) yang identik secara genetik.

Permasalahan dalam tingkat kehidupan Individu:

·         Penyebaran flu burung pada manusia atau unggas
·         Penyebaran HIV/AIDS.

6.     Populasi
Permasalahan dalam tingkat Populasi:
·         Tanaman jeruk yang terkena penyakit CVPD
·         Hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi
·         Penyebaran flu burung.
·         Penyebaran HIV/AIDS.

7.     Komunitas
Permasalahan dalam tingkat Komunitas:
·         Rusaknya tanaman oleh tikus/hama wereng.
·         Demam berdarah
·         Penyebaran flu burung dari unggas ke manusia.

8.     Ekosistem
Permasalahan dalam tingkat Ekosistem:
·         Kerusakan ekosistem. Misalnya ekosistem hutan yang diubah menjadi persawahan, perindustrian, pertambangan, perumahan
·         Terjadinya pencemaran lingkungan.
·         Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab.
·         Kebakaran hutan

9.     Bioma

Tema persoalan yang dikaji dalam tingkat Bioma:

·         Biologi sebagai proses inkuiri
·         Sejarah konsep biologi
·         Evolusi
·         Keanekaragaman hayati
·         Genetika
·         Organisme dan lingkungan
·         Tingkah laku, struktur, dan fungsi
·         Regulasi.


Cabang-cabang Biologi
Berdasarkan ruang lingkupnya, cabang biologi terbagi atas:
1.     Cabang Biologi berdasarkan objek kajian:
a.     Botani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
b.     Zoologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hewan.
c.     Mikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jamur.
d.     Bakteriologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bakteri.
e.     Entomologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang serangga.
f.       Ichtyologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang ikan.

2.     Cabang Biologi berdasarkan tingkat organisasi kehidupan:
a.     Histologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan
b.     Sitologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel.
c.     Organologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang organ.

3.     Cabang Biologi berdasarkan tema persolaan/permasalahan:
a.     Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
b.     Patologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang penyakit.
c.     Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang racun (toksin)
d.     Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan makhluk hidup
e.     Biologi reproduksi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perkembangbiakkan makhluk hidup.
f.       Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi tubuh.
g.     Teratologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cacat kelahiran.

4.     Cabang Biologi yang berdasarkan objek dan tema persoalan:
a.     Genetika manusia merupakan ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat pada manusia.
b.     Ekologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara hewan dan lingkungannya.
c.     Taksonomi vertebrata merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan hewan vertebrata.
d.     Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi pada tumbuhan.
e.     Anatomi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tumbuhan.
f.       Embriologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang embrio pada tumbuhan.

5.     Cabang Biologi berdasarkan objek kajian dan tingkat organisasi kehidupan:
a.     Sitologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel-sel hewan.
b.     Sitologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel-sel tumbuhan.
c.     Histologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan hewan.
d.     Histologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan tumbuhan
Manfaat Biologi:
Dampak Positif:
·         Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan.
·         Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan, melalui teknik hibridisasi (persilangan), teknik radiasi, dan rekayasa genetika.
·         Pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.
Contoh:
bakteri E. coli untuk membuat hormon insulin, hormon somatotropin.
Bakteri Rhizobium untuk membuat tanaman transgenik.
Bakteri Metana untuk membuat biogas.
Pembuatan makanan dan minuman fermentasi.
·        Pengendalian hama dengan menggunakan teknik radiasi dan musuh alami hama, yaitu predator dan parasitoid.
·        Sistem pertanian organik dan sistem tumpang sari.
·        Penemuan sidik jari dan sidik DNA yuntuk mengetahui pelaku kriminalitas.

Dampak Negatif:

·         Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan dan tidak bertanggung jawab.
·         Penggunaan bibit unggul dan pestisida yang berlebihan.
·         Tanaman transgenik dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

Untuk mencegah penyalahgunaan ilmu biologi, maka telah dibuat aturan yang disebut bioetika dan protokol Cartagena (keamanan hayati).