Minggu, 26 September 2021

Menjaga Kewarasan

Semakin dewasa, semakin harus menjaga kewarasan jiwa.
Betul. Rasanya, diriku semakin terasa asing dengan segalanya.
Punya teman, tapi gak kayak punya teman.
Punya orang-orang yang dekat, tapi serasa kurang memahami dan mengerti.
Seperti hampa, kosong, dan tak bernyawa.

Menjadi dewasa sedikit menyebalkan.
Merasa menjadi sok hebat dan baik-baik saja untuk masalah yang menurut aku sudah benar-benar di luar dari batasan.
Jika menjadi jahat adalah jalan yang paling baik. 
Apakah bisa begitu?
Emang ketika di tempa Tuhan, pilihan yang diberikan sangatlah sulit. 

Memukul atau mengasihinya?
Membalas dengan senyuman atau dengan makian?

Aku percaya bahwa semua ada alasannya.
Everything happen for a reason. 
Even now, i still don't know why.
Tapi aku percaya bahwa waktu Tuhan yang terbaik.
Aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan masalah di luar dari kapasitas kita. 

Tuhan, ajarkan aku untuk selalu kuat. 
Fisik, mental dan batin.. mari kita bekerjasama dalam menyelaraskan jiwa agar selalu kuat dan seirama dalam hidup. 
Aku berbahagia dengan segala sesuatunya.
Tapi tidak, ketika ditusuk seperti ini. 
Seperti ada belati tajam yang menusuk, oleh orang kepercayaan sendiri.

I hope. Everything will be fine.
Must fine. 
Semua ada solusinya, semua ada jalan keluarnya yang terbaik.

Selasa, 21 September 2021

Menjadi Pengingat

 Halo, fellas. Been a while aku gak cerita-cerita lagi di blog ini. Terakhir kali, aku bercerita disaat lagi bener-bener drop dan sakit. Aku harus berterimakasih sama blog ini, sih. Soalnya, disaat butuh tempat untuk bercerita, butuh tempat untuk berkeluh kesah. Menulis di blog ini menjadi tempat yang paling pas. Iya. Selain bisa untuk dikenang kembali, dibaca lagi, pada akhirnya menjadi tempat paling nyaman untuk bercerita dan berekspresi. 

By the way, ini udah bulan September di tahun 2021. Hebat ya, aku sudah sejauh ini dalam melangkah dan berproses. Proses yang dilalui selama ini bener-bener jauh di luar dugaan aku. Tuhan emang selalu baik banget di kehidupan aku untuk selalu memampukan aku menghadapi dan melaluinya. Perkara banyak kegiatan di tahun ini, kemudian sempat jatuh sakit, sempat galau habis-habisan karena merasa menjadi perempuan yang bodoh, merasakan jatuh hati (lagi), merasakan banyak tanggungjawab, merasakan banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Aku percaya, bahwa apapun yang aku hadapi sekarang menjadi ujian kehidupan untuk membentuk pribadi aku lebih dewasa dalam bertindak dan berpikir. Menjadi ujian kehidupan untuk aku selalu berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ternyata, memang berat ya menjadi seorang yang dewasa. 

Entah kenapa dulu bisa-bisanya aku meminta untuk cepat menjadi dewasa. Padahal, menjadi dewasa adalah suatu proses yang sangat sulit dan sangat menyebalkan. Emang paling benar adalah menikmati setiap prosesnya. Aku berterimakasih pada diriku yang masih sanggup melaluinya. Ditekan mental, fisik dan pikiran oleh berbagai hal. Tapi ternyata, Tuhan masih sanggupkan semuanya. 

Ketika aku membaca postingan ini lagi, biarkan postingan ini menjadi pengingat untuk diriku. Bahwa aku pernah mengalami proses sedemikian rupa. Bahwa aku pernah sekuat ini. Bahwa aku dulu telah melalui berbagai proses, angin dan badai yang menerpa. Bukan untuk kesombonganku. Tapi untuk membentukku menjadi pribadi yang lebih baik. Aku memang bukan manusia yang sempurna. Aku juga bukan manusia yang bisa menyenangkan semua orang. Bukan manusia yang lahir untuk kebahagiaan oranglain. Tapi, setidaknya, biarkan aku menjadi manusia yang bisa -setidaknya- membahagiakan diri sendiri.

Ajarkan aku untuk selalu menurukan keegoisanku sebagai manusia. 

Ajarkan aku untuk selalu menjadi manusia yang setidaknya bermanfaat untuk oranglain. 

Ajarkan aku untuk selalu bijaksana dalam bertindak dan berbicara.

Ajarkan aku untuk selalu berhati lapang untuk dapat mengasihi dan mengampuni. 

Ajarkan aku untuk selalu berpikir bahwa janganlah membalas segala kejahatan yang orang lakukan untukku. 

Ajarkan aku untuk selalu melihat kebaikan oranglain, janganlah menutup mata karena sedikit keburukan yang telah dilakukan.

Ajarkan aku untuk selalu menjadi pribadi yang tidak harus meminta balik atas bantuan yang telah diberikan. 

Ajarkan aku untuk selalu tulus dalam melaksanakan segala hal.

Jauhkan aku dari iri dan dengki.

Jauhkan aku dari segala hal yang mungkin dapat merusak.

Semuanya benar-benar aku menyerahkan ke dalam tangan penyertaan dari sang pencipta. 

Aku yakin, dan harus yakin. Bahwa semua akan berlalu.

Bahwa semua akan terlalui. 

Akan ada pelangi setelah hujan.

Akan ada kebahagiaan setelah kesedihan.

Akan ada rasa tenang dan damai setelah pertengkaran.

Aku percaya, bahwa semuanya Tuhan akan lancarkan. Tuhan yang akan menurunkan ego setiap dari manusia.

Hanya berserah kepada sang pencipta. 


Kehidupan tidak berhenti pada satu poros. Menikmati segala proses yang ada. Menikmati segala napas kehidupan yang Tuhan berikan dalam kehidupanku. Everything is gonna be alright at the end. Dan semuanya, akan indah pada waktunya. 

God is good everytime and everywhere.


With love,

Nat


Palangka Raya, 21 September 2021

11:07 PM.

Minggu, 30 Mei 2021

30.05.2021 - Drop

Apalah arti semuanya, ketika kesehatanmu menjadi lemah akan rasa sakit?

Apakah selama ini aku terlalu memaksakan fisikku? I don't think so. 

I'm happy to do it.
I'm enjoying every single moment that I do. 
Until now. 
And I feel blessed to know I already did it.

Ini adalah hari ke-6 aku drop. Dimulai dari hari Selasa, 25 Mei 2021 kemarin. Aku mulai merasakan apa itu yang namanya pusing banget. Sakit kepala menusuk kepalaku yang sudah memikirkan banyak hal. 

Badan serasa panas dingin. 
Entah aku tidak tau apa penyebabnya. Karena sebelumnya, aku menerobos hujan begitu saja karena takut bank tutup. Karena ada kewajiban yang perlu aku lakukan. 

Atau, apakah aku terlalu sering keluar malam dan merasakan dingin serta menusuknya angin malam? 
Bisa jadi. Bisa saja menjadi faktor penyebabnya. 

Atau, karena aku terlalu sering minum minuman yang bergula tinggi. Minum kafein yang sebenarnya aku tidak butuh? Dan membuat aku kurang minum air mineral? Bisa jadi juga itu faktor penyebabnya. 

Dampak dari kafein yang aku minum membuat tidurku tidak teratur. Tidur di subuh hari bukan lah hal yang sehat. Tapi itu terus berkelanjutan selama beberapa minggu. 

Oh, wow. Bisa saja karena perihal ini. Atau perihal itu. Tidak ada yang pernah tahu dengan benar. 

Tapi yang pasti, bad behavior yang aku lakukan ternyata membawaku pada sesuatu hal yang buruk. Aku akhirnya tumbang juga. 

Aku akhirnya jatuh sakit, dan merasakan sedikit penyesalan karena tidak menjaga kesehatan dengan baik. 

Tapi, Tuhan itu baik. Dengan begini, aku disadarkan lebih cepat betapa buruknya apa yang aku lakukan agar tidak dilakukan secara berkesinambungan. 

Menjadi pembatas bahwa, you need to stop it.

Tuhan itu baik, dengan aku begini aku lebih harus menikmati dan mensyukuri apa yang aku punya ketika tubuhku sehat dan bugar. 

Karena, terkadang kita melupakan untuk bersyukur pada kesehatan yang telah diberikan. Tanpa tahu, padahal kesehatan adalah yang utama.

Ketika diberi kesehatan baru kita menyadari pentingnya arti kesehatan.

Hari demi hari aku melaluinya, aku bersyukur masih diberi umur yang panjang dengan Tuhan. 
Padahal aku merasakan penderitaan yang sangat atas apa yang aku rasakan. 

Rasa sakit tersebut serasa menggerogoti.
Tidak ingin sekali aku merepotkan orang lain, termasuk orang tua dan keluargaku.

Ada rasa ketakutan dan kekhawatiran terhadap itu. Aku takut atas keegoisanku, aku justru membuat ini semakin kacau. 

Makanya, dengan pemikiran yang pendek aku berpikiran negatif. Tapi ketika aku bisa bernafas keesokannya, aku berterimakasih bahwa itu hanyalah pemikiran negatif dan kekhawatiran manusia. 

Terimakasih Tuhan. 
Dan jika aku memang ditakdirkan seperti itu, maka biarlah kehendak Tuhan terjadi.
Karena, aku percaya bahwa rencana Tuhan yang terbaik. 
Setidaknya selama hampir 21 tahun di dunia ini, aku menikmati segala warna-warninya. 

Dan aku bahagia atas segala apa yang telah aku kerjakan.
Biarpun masih belum sempurna. 
Biarpun masih banyak keburukanku. 
Biarpun masih banyak dosa-dosaku. 

Di hari keenam hari ini, 
Aku sempat kehilangan indera penciuman ku. Ternyata begini ya ketika kehilangan indra penciuman. Ketika kehilangan baru kita merasakan pentingnya hal tersebut ketika ada. 

Ternyata begini ya tidak bisa merasakan rasa dengan peka. 

Ada suatu kekhawatiran aku tidak bisa ikut dalam kebaktian 40 hari Kakek ku karena sakit. Karena aku tidak boleh egois harus ikut padahal bisa saja membahayakan yang lain. 

Semoga Tuhan selalu menyertaiku. Aku percaya bahwa He did. 

God is good all the time.
And all the time God is good.

Blessed me.
Thankful me.
Grateful me.

Everything will be alright at the right time.

🙏

Minggu, 30 Mei 2021
22:58 PM

Senin, 17 Mei 2021

Keraguan dan Khawatir

Belakangan ini, entah kenapa aku merasa sangat khawatir. Entah apa yang aku khawatirkan. Entah apa yang aku pikirkan. Entah apa yang aku takutkan. Semua terlihat semu. Semua terlihat menakutkan. 

Takut apa yang dikerjakan gagal.
Takut apa yang diharapkan tidak sesuai.
Takut masa depan yang tidak pasti.
Takut bahwa aku adalah orang yang egois.

Dan semuanya tiba-tiba terlihat menakutkan. 
Takut kehilangan.
Takut mengecewakan.

Tuhan. Aku tidak tau apa yang terjadi kedepannya. 
Aku tidak tau kepada siapa aku harus menceritakan keluh kesah ini. Orang lain terlihat bahagia tanpa kehadiranku. 

Orang lain terlihat menikmati kehidupannya. 
Bukan. Bukan aku tidak menikmati kehidupanku. Tapi lebih merenungkan. Apakah selama ini aku telah hidup sebagai manusia yang bermanfaat untuk sesamaku manusia, dan lingkungan ku?

Apakah aku selama ini tidak menggunakan egoku seratus persen? 

Aku hanya berdoa dan berharap, semoga fisik dan mental ku selalu sanggup melewati dan melalui kehidupan yang fana ini. 

Semoga aku dipertemukan dengan orang-orang yang baik.
Semoga aku selalu diberi kesadaran penuh untuk selalu menebar kasih yang murni dan menurunkan egoku.
Semoga aku dikelilingi orang-orang yang baik dan bersih hatinya, yang peduli terhadapku dengan tulus. 
Semoga apapun yang aku kerjakan sekarang membuahkan hasil yang baik untuk diriku, keluargaku, dan lingkunganku. 

Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertaiku sekarang, besok, dan selamanya. 

Biarkanlah segala kekhawatiran ini lenyap bergantikan dengan harapan yang baru dan penuh sukacita. 

Karena, rencana yang kamu anggap baik, belum tentu demikian di mata Tuhan. Dan sebaliknya. Rencana yang mungkin kamu anggap buruk, belum tentu buruk dimata Sang Pencipta. 

Tuhan tau yang terbaik untuk kita, karena hidup kita telah direncanakannya sebaik dan sesempurna mungkin sesuai dengan-Nya. 

Aku menuliskan dan menumpahkan segala keluh-kesahku di sini. Terimakasih ya diriku, telah sanggup melewati sampai saat ini dan detik ini. Kedepannya akan lebih menantang dan banyak hal yang harus dilewati. 
Semoga fisik dan mental ini selalu sanggup untuk melewatinya. 

May God bless us. 

Palangka Raya, 17 Mei 2021
1:17 AM.

Selasa, 16 Februari 2021

Keambiguan Ini

Segala kebingungan ini sudah kuungkapkan dan telah ku tumpahkan.
Tapi, entahlah, yang ku dapat hanyalah keambiguan tersebut. 

Kedepannya, entah bagaimana, semoga aku bisa selalu sanggup bertahan dan bersabar. Terimakasih pernah ada, dan terimakasih telah membuat momen indah bersama.

Sabtu, 16 Januari 2021

Kebersamaan

Aku pernah berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana kalau kita diciptakan dengan sikap dan watak yang sama hanya saja paras kita yang berbeda?

Mungkin hidup ini tidak ada misterinya.

Unity in diversity, sebagai manusia yang makhluk sosial, dan sebagai anak Indonesia yang lahir dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika seharusnya, kita harus berbangga diri akan keragaman yang kita miliki.

Tapi, tanpa kita sadari, hal tersebut bisa saja menjadi kelemahan kita. Bisa menjadi sesuatu yang membuat kita terpecah belah.

Ayodance, juga mengajarkanku apa artinya sebuah kebersamaan dalam keberagaman. Walaupun tidak 100% melalui suatu club atau simpelnya bisa dibilang komunitas di dalam ayodance. Tapi kenal orang-orang yang berbeda agama, ras, suku, sikap, dan watak juga membuat aku sedikit paham mengenai arti keberagamaan.

Sebagai makhluk sosial yang rasional, kita harus saling menghargai satu sama lain. Tanpa adanya 'menghargai' tidak mungkin ada namanya 'kebersamaan'. Kita akan terpecah belah. Karena itulah, pentingnya arti 'menghargai orang lain'.

Memang pada realitanya tidak semudah dalam menulis dan berbicara. Kita dihadapkan oleh banyaknya pemikiran, sikap, watak, kepribadian dan lain-lain yang tidak sama. Tantangan untuk kita agar bisa menjaga keberagaman tersebut dalam suatu wadah. 

Dimanapun kamu berada, jika mengalami hal yang mungkin membuat kalian tidak menentu arahnya, semoga cepat menemukan jalannya. Semoga lekas memulih, semoga lekas menemukan solusi. 

Percayalah bahwa semua memiliki ujung. Mungkin ujungnya harus berakhir atau berpisah. Karena, pertemuan adalah awal dari adanya perpisahan. 

Sudah lama, sejak aku terakhir kali main ayodance. Ayodance banyak sekali mengajarkanku mengenai berbagai hal. Dari kehidupan, percintaan, perbucinan, perselingkuhan, drama, perselisihan dan apapun itu. Dunia maya terlihat lebih eksis, namun juga terlihat menyeramkan jika tidak digunakan sebaik mungkin sesuai dengan tujuannya. 

Teruntuk teman-temanku dan segala orang yang pernah mengajarkanku berbagai hal. Terimakasih. Semoga dilain waktu kita bisa bertemu secara langsung dan bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik, ya. 

12:17 PM

Pikiran Sebelum Tidur

16/01 [#Colourof2021]

Aku mungkin tidak akan tahu kedepannya akan seperti apa dan bagaimana. Terlalu banyak kekhawatiran yang aku pikirkan. Terlalu banyak keraguan di dalam kehidupanku. Banyak hal yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui rencana Tuhan dan tujuannya pun kita tidak tahu. 

Tapi satu hal yang aku percaya. Bahwa janji-Nya selalu ya dan amin. Bahwa rencana-Nya bukan rencana malapetaka ataupun hal yang jelek dan jahat. Semua telah disusun sebagaimana adanya untuk kebahagiaan kita.

Aku khawatir, aku ragu, aku takut dan lain hal nya. Semoga kasih sayang dan damai sejahteranya selalu melimpah dan beserta kita. 

[1:30 AM]

Harapan Kecil

15/01 #Colourof2021

Malam ini, semua terasa semu. Bayanganmu tiba-tiba selalu hadir di dalam pikiranku. Bukan untuk sesuatu hal yang tidak-tidak, tapi perihal yang entah berantah aku tidak memahaminya.

Bukan untuk mengisi hari yang tiba-tiba senyap, tapi sekarang mengisi pikiranku. Ada apa sebenarnya? Mungkin ada yang salah, mungkin ada yang telah terbiasa. Benar, semua perihal dari kebiasaan dan menjadi kebutuhan.

Aku berharap, semoga kamu tidak berpikir hal yang sama dengan ku. Karena, aku rasa, keadaan ini hanyalah berasal dari perasaan yang tiba-tiba dan oleh karena keadaan.

Terimakasih atas segala sesuatunya. Dimulai dari segala cerita, kebahagiaan, kegalauan, jawaban, pengalaman, dan semuanya. Semoga kamu, tidak pernah menyesali pertemuan kita dan tidak pernah menyesal telah mengenali diriku yang tidak sempurna ini.

Semesta ã…Ą izinkan aku untuk menyampaikan segala rasa yang aku tidak dapat definisikan melalui kata-kata, biarkan semua itu tersampaikan melalui semilir anginmu yang sejuk, agar dapat menyejukan jiwa raganya yang mungkin sedang hampa dan memiliki suasana yang aku tidak ketahui. Semoga suatu saat kita bisa bercengkrama kembaliã…Ą dengan perasaan yang biasa saja dan keadaan yang baik-baik saja.

23.46 PM

Hujan dan Kenangan

14/01 #colourof2021 

Hujan membawa kenangan manis yang telah dilalui. Dinginnya suasana justru membuat perasaan semakin membeku. Ternyata, mau sebaik apapun kita memperbaiki. Yang telah rusak tetap rusak. Yang telah hampa, tetap hampa. 

[1.37 AM]

Jumat, 25 Desember 2020

Hallo, 25 Desember 2020

Menulis menjadi moment yang paling menyenangkan, menenangkan dan paling mengerti disaat seperti ini. 

ã…ĄIya, disaat aku merasakan kegelisahan, kegalauan, dan kekhwatiran yang berlebihan. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetap saja terpikirkan.

Semoga untuk kamu yang sedang merasakan ini, bisa cepat pulih ya! 

Disaat seperti ini, banyak hal yang patut dipertanyakan, dijawab, dan ditumpahkan. Dan tiada tempat yang paling benar, menumpahkannya ke Tuhan yang Maha Esa. 

Menumpahkannya ke manusia terkadang menjadi kekhawatiran baru. Dan lebih menenangkan lagi jika aku bisa menumpahkannya ke dalam tulisan. Terkadang emang, ada sesuatu yang lebih mudah diungkapkan dengan tulisan. 

Di natal tahun 2020 ini, aku bersyukur sekali. Walaupun mungkin natal tahun ini berbeda, tapi betapa baiknya Tuhan selalu menyertai aku di tahun 2020. Banyak hal yang terjadi, banyak warna yang telah ditorehkan dalam canvas tahun 2020. Menjadi memori yang tidak terlupakan dan selalu terkenang di dalam pikiran. 

Tuhan, aku benar-benar bersyukur atas segalanya. Aku dipertemukan oleh orang-orang yang peduli, dan baik terhadap aku. 
Aku bersyukur telah merasakan jatuh cinta kembali. Biarpun aku jatuh pada titik yang sama, yang tidak bisa untuk bersatu. Sekali lagi, aku percaya, bahwa itu adalah proses. 

Aku menikmati segala sesuatunya. 
Segala kebaikannya, segala kejahilannya, segala kemanisannya, segala kenangannya, orangnya dan semuanya!

Tuhan itu baik. Dia mencobai aku untuk merasakan keindahan dan kebahagiaan, kemudian mendatangkan kesedihan dan kegalauan. Tapi, sekali lagi, aku bersyukur masih bisa merasakan seperti itu. Aku bersyukur, banyak hal yang bisa menambah pengalaman ku. 

Tuhan itu baik. Dia mencobai aku untuk merasakan kegelisahan pertemanan ku. Tapi aku percaya bahwa segalanya punya alasan. Everything happen for a reason. Aku percaya aku dihadapi ini semua karena sesuatu hal yang Tuhan ingin sampaikan ke aku agar semua ini terjadi atas izin dan kehendak-Nya. Dan aku lagi-lagi berterimakasih. 

Tuhan itu baik. Selalu menyertai apapun yang aku lakukan. Aku berada dititik ini juga aku percaya itu semua atas Rencana-Nya. Terimakasih Tuhan. 

Indah dan buruknya rencanamu, aku percaya bahwa semuanya atas kehendakmu. 

Selamat hari Natal tahun 2020.
Semoga sukacita natal selalu menyertai kita semua. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. ðŸĪ—

25 Desember 2020
1:45 AM.

Kamis, 30 Juli 2020

Waktu

Haai semuanya. Apa kabar? Aku harap kalian yang lagi membaca ini dalam situasi dan kondisi yang baik-baik saja, sehat lahir batin juga :).

Begitulah kehidupan, ada yang datang lalu pergi. Ada yang singgah dalam waktu lama, dan ada yang singgah dalam waktu singkat.

Orang yang muncul kemudian sempat redup, dan kembali hadir. Terimakasih kepada kenangan dan kehidupan bahwa segala sesuatunya yang terjadi bukan karena kebetulan. Aku selalu percaya pada prinsip, "segala sesuatunya pasti akan ada alasan dibaliknya." Tak terkecualikan dengan orang-orang yang datang kemudian pergi.

Dari situ, banyak pembelajaran dan hal yang bisa dipetik, diambil, dan dipelajari. Bahwa setidak-tidaknya kita sebagai manusia, jangan mudah untuk terlena. Jangan mudah untuk lekas percaya. Jangan mudah untuk bergantung pada orang lain.

Seiring waktu berjalan, semua mengajarkanku pada hukum alam, "setiap orang akan ada masanya, dan setiap masa akan ada orangnya." Tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang akan datang dan pergi dengan waktunya masing-masing. Dengan caranya masing-masing. 

Tetapi, sekali lagi, waktu akan membuat segalanya menjadi biasa. Menjadi suatu hal yang wajar, yang akan terlihat "oh seperti itu, ternyata aku bisa melaluinya".

Perihal datang dan pergi sudah menjadi hukum alam. Tidak semua orang menetap pada hati yang sama dalam waktu panjang. Terkadang merelakan adalah jalan terbaik yang dapat diambil. 

Dan ternyata, aku telah selesai di fase itu, fase dimana aku harus merelakan. Dimana ketika kita mendengar dan menyebut namanya tidak merasakan apa-apa lagi. Dimana, tidak penasaran, tidak kepo dengan hal itu lagi. 

Begitulah waktu dapat menyembuhkan. Walau lama, tapi setidaknya berangsur hilang dan biasa saja. 

Palangkaraya, 30 Juli 2020
20:34 WIB

Kamis, 21 Mei 2020

Secercah Isi Hati

Haai semuanya, apa kabar? Harapanku semoga kalian dalam kabar yang baik dan sehat selalu. Senang sekali bahwa aku hari ini punya waktu dan niat untuk menulis lagi. Iya, setelah lama tidak nulis, akhirnya bisa nulis lagi! So happy. 

Sebenarnya, aku nggak tau mau nulis apa untuk postingan kali ini. Tapi aku ingin sedikit menceritakan beberapa hal yang terjadi belakangan ini. Pengalamanku untuk kembali membangkitkan club ku di Ayodance. Kalau dulu, aku pernah cerita aku bikin club di tahun 2015 silam dengan nama QualityTime, sekarang betapa bertenggernya nama QualityTime di beberapa server ayodance. 

Bahagia mempunyai pengalaman seperti itu, berharap bahwa semuanya tidaklah cepat untuk berlalu. Kenangan itu biarlah menjadi kenangan yang indah. Tapi sayang, semua pengalaman indah tersebut pasti ada dilengkapi dengan pengalaman pahit dan kelam. Aku harus merasakan perpisahan kembali. Aku harus merasakan sepi lagi. 

Sama seperti hukum alam pada dasarnya, setiap pertemuan ada perpisahannya. Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Ini yang terjadi sekarang. Bingung sekali untuk kembali bangkit di situasi yang seperti ini. 

Aku harus merasakan perpisahan ke beberapa orang. Jujur, aku kalau diminta untuk mengungkapkannya, aku juga tidak tau mau berkata apa, dan mau berkata seperti apa. Semua terjadi begitu saja, semua terasa asing, dan semua terasa sedih..hampa. 

Tuhan, jika memang aku dipertemukan untuk dipisahkan. Mengapa engkau mencoba memperlihatkan ini padaku? 

Tuhan, jika memang sesingkat ini pertemananku padanya, untuk apa kau pertemukan? 

Tuhan, jika aku memang diberikan perasaan yang sangat perasa, kenapa aku harus merasakan hal ini? Menjadi orang yang terlalu perasa sangatlah sulit, dan sangatlah membuat overthinking terus menerus. 

Tuhan, bila memang ini sudah menjadi jalanku untuk bertemu dan dipisahkan. Setidaknya, perpisahannya harus baik-baik saja. Setidaknya, engkau mungkin tidak perlu membuatku untuk mengenalnya sedalam itu. Aku terlalu perasa, terlalu takut untuk melakukan suatu hal. Tapi, aku juga berterimakasih, karena aku selalu percaya, bahwa setidaknya ada pengalaman dan kenangan baik pahit ataupun manis bersama. 

Selalu ada alasan kan dibalik dari suatu pertemuan dan perkenalan? 

Terimakasih atas segala pengalamannya. Next time aku akan cerita pengalamanku yang lain! Terkait beasiswa, dan hal lainnya yang mungkin bisa dijadikan tulisan dan ketika kelak, bisa dibaca oleh beberapa orang dan akan aku baca kembali. Bahwa aku bisa untuk melalui ini semua. 

Sekian tulisan ini aku tulis dengan sepenuh hati. Besok-besok semoga bisa kembali menulis di sini, ya! See you, when i see you again. 

Palangka Raya,
21 Mei 2020


Rabu, 11 Desember 2019

Keresahan Hati

Halo semua. 
Selamat pagi. 
Selamat beraktivitas untuk hari ini. 

Menjelang memasuki tahun 2020, hati aku seperti ketar-ketir tidak jelas. Entah memikirkan apa. Tiba-tiba aku bisa yang merasa sedih, galau dan kehilangan. Tiba-tiba aku bisa merasa bahagia dan fine-fine saja. Tiba-tiba aku bisa merasa panik dan ragu akan sesuatu. 

Aku tidak tau, tidak paham bagaimana itu bisa terjadi. Apakah ini salah satu menjadi pendeeasaan diri? Halah, entahlah. Setelah kejadian musma, pikiranku hanya berpatok akan itu. Aku menjadi takut untuk melakukan sesuatu hal. Menjadi ragu untuk bertindak dan berbicara. 

Semua berubah menjadi keraguan semata. 
Semua berubah menjadi ketakutan. 
Semua berubah menjadi kekhawatiran. 

Apakah hal ini wajar? 
Apakah hal ini dapat dikatakan sebagai pendewasaan diri? 
Atau hanya sebagai kekhawatiran dan ketakutan belaka? 

Aku sedih, ingin sekali bercerita dengan seseorang yang percaya penuh terhadap aku. Menyayangi aku. 

Cuman berpikir hal itu. Emang ada? 

Hahaha. Sedih ketika memikirkan hal itu. Aku sadar, bahwa aku di sini, kembali lagi, tidak ada yang benar-benar ada. Tidak ada yang benar-benar sayang. 

Ketika ku memposisikan diriku dengan diri orang lain. Apakah posisi mereka juga memikirkan hal seperti itu? Tentu saja. I never know. Apakah ya atau tidak. 

Aku hanya berdoa yang terbaik untuk kedepannya. Karena aku percaya, bahwa semua akan indah pada waktunya. 

Okay. Sekian curhatan ku di pagi hari ini. Semoga kedepannya akan lebih baik lagi. 
Karena, sepertinya aku merasakan yang namanya sindrom mengantuk 😂. Selamat beraktivitas sayang-sayangku. ❤️

Senin, 09 Desember 2019

Change to be better?

Hai! Apa kabar semuanya? Setelah melalui berbagai rintangan, kesulitan, tantangan, kebencian dan lain halnya, pada akhirnya aku merasakan kesepian lagi. Hidup ini seakan sendiri saja, tanpa adanya orang yang benar-benar menemani. Benarkah seperti itu? Atau hanya sekedar pemikiranku yang pendek ini? We never know. 

Terkadang, memang apa yang kita kerjakan mungkin saja terbilang sia-sia, benarkah? Atau hanya suatu pemikiran negatif saja? Entahlah, memikirkan apa yang orang lain pikirkan tidak pernah akan membuahkan suatu hasil. 

Mendengarkan orang lain terkadang sah-sah saja. Tapi ketika kita berbicara, apakah sah-sah saja ketika kita tidak didengarkan? Melelahkan, pada akhirnya. 

Aku tidak tau, apa inti dari pembahasan ini, yang mana, hari ini situasi hati aku naik dan turun. Sedih, kemudian bahagia, kemudian turun lagi jadi galau, dan terkesan bahagia lagi. Pura-pura kah? Atau mencoba memahami bahwa kita seharusnya bahagia saja. 

Oh, Tuhan.
Ajarkan aku untuk selalu bersyukur. 
Aku juga terkadang bisa capek dengan semua ini.
Terkadang, aku juga ingin menyerah dengan semua ini. 

Memikirkan feedback jangka pendek yang akan didapat, mungkin tidak berakhir sampai disini. Entahlah.. apakah aku akan mendapatkannya nanti di beberapa tahun mendatang? 

Ah, jadi mendapat inspirasi tentang postingan selanjutnya, kayaknya seru kalau ngebahas, "nambah relasi = nambah musuh?" We will try next time. 

Anyway, besok katanya bakalan UAS. Tapi dengan santainya aku belajar cuman segitu saja. Hm, menjadi tanda untuk aku yang jadi malas-malasan lagi. Butuh kembali ke dasarnya, dimana harus konsisten dan berkomitmen untuk mempertahankan nilai, dapat beasiswa, dan organisasi pun jalan.

Oh ya. Diet pun juga harus jalan. Jam tidur dan jam bangun yang kembali konsisten. Olahraga yang teratur, mengurangi minum kopi yang sepertinya perlahan menjadi candu untuk aku juga. 

Pikiran, hati, dan keinginan tidak pernah sinkron emang. 

Ah, membahas permasalahan hidup tidak akan pernah selesai. Tidak cukup hanya dengan postingan belaka. Tapi, setidaknya, dengan adanya ini, aku bisa lebih lega, setidak-tidaknya aku bisa menyalurkan sedikit keluh-kesahku di sini. 

Apapun rintangan, tantangan dan lain halnya di masa mendatang, aku harus bisa. Aku harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yang bisa menjadi pribadi yang kuat mental, fisik dan batin. Menjadi pribadi yang lebih pembawa sustu aura positif, bukan negatif. Serta menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sekitarku. 

Semoga, semoga dan semoga. 
Segala sesuatunya hanya harapan dan doa.
Realisasinya, sebagaimana usaha itu terjalani. 
Tetap, lakukan yang terbaik. 
I believe that everything will be alright,  will be better really soon. 

Cepatlah sembuh dan pulih, hatiku, perasaanku, dan mentalku. Kita harus bekerja sama untuk keberlangsungan hidup ini. 🌝


Palangkaraya, 9 Desember 2019
24:00 WIB 

Rabu, 04 Desember 2019

Motivasi Kehidupan

Selamat pagi, dunia.
Selamat beraktivitas untuk kita semua. 

Ketika aku membaca postingan blog aku yang sebelumnya, tepat ketika aku menyelesaikan tugasku sebagai pengurus HMJ Periode 2018/2019, aku merasa sedih kembali. Postingan itu biarlah menjadi saksi, dimana aku sangat bersedih, sangat kecewa, dan sangat merasa bersalah akan apa yang telah aku lakukan dan perbuat. 

Hari ini adalah, hari Rabu, 4 Desember 2019. Selamat datang bulan terakhir di 2019. Banyak hal yang aku pelajari selama di tahun 2019 ini. Terimakasih, hingga saat ini aku masih diberikan kekuatan dan kesabaran untuk sampai di titik ini. 

Ada masa dimana aku merasa sangat jenuh, sangat kecewa, sangat sedih, sangat senang, dan perasaan-perasaan lainnya. Semua telah dilalui... Terimakasih. 

Hari ini adalah empat hari setelah kejadian itu. Hal ini menjadi refleksi untuk aku sendiri, untuk menjadi lebih pribadi yang lebih baik lagi. Aku banyak berpikir untuk kedepannya. Aku juga banyak mendapat saran-saran dari teman-teman online ku ataupun teman real lifeku. Kakak-kakak tingkat yang sepemikiran terhadap aku, yang perhatian dengan aku, teman-teman yang masih mendukung aku, terimakasih banyak. 

Aku tidak menyangka, aku masih mempunyai banyak teman dekat yang peduli dengan aku. Semoga kedepannya juga akan seperti itu. 

Untuk teman-teman onlineku, terimakasih banyak juga. Kalian mau mendengarkan keluh kesahku yang sebenarnya tidaklah penting bagi kalian. Aku terharu. Aku merasa disayangi, aku merasa diperhatikan. 

Bukan berarti, aku harus melakukannya kembali, aku harus tetap merubah diri aku sendiri untuk menjadi lebih baik. I can do it. Still. Do the best ❤️. 

Rabu, 4 Desember 2019
8:16