Selasa, 16 Februari 2021

Keambiguan Ini

Segala kebingungan ini sudah kuungkapkan dan telah ku tumpahkan.
Tapi, entahlah, yang ku dapat hanyalah keambiguan tersebut. 

Kedepannya, entah bagaimana, semoga aku bisa selalu sanggup bertahan dan bersabar. Terimakasih pernah ada, dan terimakasih telah membuat momen indah bersama.

Sabtu, 16 Januari 2021

Kebersamaan

Aku pernah berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana kalau kita diciptakan dengan sikap dan watak yang sama hanya saja paras kita yang berbeda?

Mungkin hidup ini tidak ada misterinya.

Unity in diversity, sebagai manusia yang makhluk sosial, dan sebagai anak Indonesia yang lahir dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika seharusnya, kita harus berbangga diri akan keragaman yang kita miliki.

Tapi, tanpa kita sadari, hal tersebut bisa saja menjadi kelemahan kita. Bisa menjadi sesuatu yang membuat kita terpecah belah.

Ayodance, juga mengajarkanku apa artinya sebuah kebersamaan dalam keberagaman. Walaupun tidak 100% melalui suatu club atau simpelnya bisa dibilang komunitas di dalam ayodance. Tapi kenal orang-orang yang berbeda agama, ras, suku, sikap, dan watak juga membuat aku sedikit paham mengenai arti keberagamaan.

Sebagai makhluk sosial yang rasional, kita harus saling menghargai satu sama lain. Tanpa adanya 'menghargai' tidak mungkin ada namanya 'kebersamaan'. Kita akan terpecah belah. Karena itulah, pentingnya arti 'menghargai orang lain'.

Memang pada realitanya tidak semudah dalam menulis dan berbicara. Kita dihadapkan oleh banyaknya pemikiran, sikap, watak, kepribadian dan lain-lain yang tidak sama. Tantangan untuk kita agar bisa menjaga keberagaman tersebut dalam suatu wadah. 

Dimanapun kamu berada, jika mengalami hal yang mungkin membuat kalian tidak menentu arahnya, semoga cepat menemukan jalannya. Semoga lekas memulih, semoga lekas menemukan solusi. 

Percayalah bahwa semua memiliki ujung. Mungkin ujungnya harus berakhir atau berpisah. Karena, pertemuan adalah awal dari adanya perpisahan. 

Sudah lama, sejak aku terakhir kali main ayodance. Ayodance banyak sekali mengajarkanku mengenai berbagai hal. Dari kehidupan, percintaan, perbucinan, perselingkuhan, drama, perselisihan dan apapun itu. Dunia maya terlihat lebih eksis, namun juga terlihat menyeramkan jika tidak digunakan sebaik mungkin sesuai dengan tujuannya. 

Teruntuk teman-temanku dan segala orang yang pernah mengajarkanku berbagai hal. Terimakasih. Semoga dilain waktu kita bisa bertemu secara langsung dan bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik, ya. 

12:17 PM

Pikiran Sebelum Tidur

16/01 [#Colourof2021]

Aku mungkin tidak akan tahu kedepannya akan seperti apa dan bagaimana. Terlalu banyak kekhawatiran yang aku pikirkan. Terlalu banyak keraguan di dalam kehidupanku. Banyak hal yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui rencana Tuhan dan tujuannya pun kita tidak tahu. 

Tapi satu hal yang aku percaya. Bahwa janji-Nya selalu ya dan amin. Bahwa rencana-Nya bukan rencana malapetaka ataupun hal yang jelek dan jahat. Semua telah disusun sebagaimana adanya untuk kebahagiaan kita.

Aku khawatir, aku ragu, aku takut dan lain hal nya. Semoga kasih sayang dan damai sejahteranya selalu melimpah dan beserta kita. 

[1:30 AM]

Harapan Kecil

15/01 #Colourof2021

Malam ini, semua terasa semu. Bayanganmu tiba-tiba selalu hadir di dalam pikiranku. Bukan untuk sesuatu hal yang tidak-tidak, tapi perihal yang entah berantah aku tidak memahaminya.

Bukan untuk mengisi hari yang tiba-tiba senyap, tapi sekarang mengisi pikiranku. Ada apa sebenarnya? Mungkin ada yang salah, mungkin ada yang telah terbiasa. Benar, semua perihal dari kebiasaan dan menjadi kebutuhan.

Aku berharap, semoga kamu tidak berpikir hal yang sama dengan ku. Karena, aku rasa, keadaan ini hanyalah berasal dari perasaan yang tiba-tiba dan oleh karena keadaan.

Terimakasih atas segala sesuatunya. Dimulai dari segala cerita, kebahagiaan, kegalauan, jawaban, pengalaman, dan semuanya. Semoga kamu, tidak pernah menyesali pertemuan kita dan tidak pernah menyesal telah mengenali diriku yang tidak sempurna ini.

Semesta γ…‘ izinkan aku untuk menyampaikan segala rasa yang aku tidak dapat definisikan melalui kata-kata, biarkan semua itu tersampaikan melalui semilir anginmu yang sejuk, agar dapat menyejukan jiwa raganya yang mungkin sedang hampa dan memiliki suasana yang aku tidak ketahui. Semoga suatu saat kita bisa bercengkrama kembaliγ…‘ dengan perasaan yang biasa saja dan keadaan yang baik-baik saja.

23.46 PM

Hujan dan Kenangan

14/01 #colourof2021 

Hujan membawa kenangan manis yang telah dilalui. Dinginnya suasana justru membuat perasaan semakin membeku. Ternyata, mau sebaik apapun kita memperbaiki. Yang telah rusak tetap rusak. Yang telah hampa, tetap hampa. 

[1.37 AM]

Jumat, 25 Desember 2020

Hallo, 25 Desember 2020

Menulis menjadi moment yang paling menyenangkan, menenangkan dan paling mengerti disaat seperti ini. 

γ…‘Iya, disaat aku merasakan kegelisahan, kegalauan, dan kekhwatiran yang berlebihan. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetap saja terpikirkan.

Semoga untuk kamu yang sedang merasakan ini, bisa cepat pulih ya! 

Disaat seperti ini, banyak hal yang patut dipertanyakan, dijawab, dan ditumpahkan. Dan tiada tempat yang paling benar, menumpahkannya ke Tuhan yang Maha Esa. 

Menumpahkannya ke manusia terkadang menjadi kekhawatiran baru. Dan lebih menenangkan lagi jika aku bisa menumpahkannya ke dalam tulisan. Terkadang emang, ada sesuatu yang lebih mudah diungkapkan dengan tulisan. 

Di natal tahun 2020 ini, aku bersyukur sekali. Walaupun mungkin natal tahun ini berbeda, tapi betapa baiknya Tuhan selalu menyertai aku di tahun 2020. Banyak hal yang terjadi, banyak warna yang telah ditorehkan dalam canvas tahun 2020. Menjadi memori yang tidak terlupakan dan selalu terkenang di dalam pikiran. 

Tuhan, aku benar-benar bersyukur atas segalanya. Aku dipertemukan oleh orang-orang yang peduli, dan baik terhadap aku. 
Aku bersyukur telah merasakan jatuh cinta kembali. Biarpun aku jatuh pada titik yang sama, yang tidak bisa untuk bersatu. Sekali lagi, aku percaya, bahwa itu adalah proses. 

Aku menikmati segala sesuatunya. 
Segala kebaikannya, segala kejahilannya, segala kemanisannya, segala kenangannya, orangnya dan semuanya!

Tuhan itu baik. Dia mencobai aku untuk merasakan keindahan dan kebahagiaan, kemudian mendatangkan kesedihan dan kegalauan. Tapi, sekali lagi, aku bersyukur masih bisa merasakan seperti itu. Aku bersyukur, banyak hal yang bisa menambah pengalaman ku. 

Tuhan itu baik. Dia mencobai aku untuk merasakan kegelisahan pertemanan ku. Tapi aku percaya bahwa segalanya punya alasan. Everything happen for a reason. Aku percaya aku dihadapi ini semua karena sesuatu hal yang Tuhan ingin sampaikan ke aku agar semua ini terjadi atas izin dan kehendak-Nya. Dan aku lagi-lagi berterimakasih. 

Tuhan itu baik. Selalu menyertai apapun yang aku lakukan. Aku berada dititik ini juga aku percaya itu semua atas Rencana-Nya. Terimakasih Tuhan. 

Indah dan buruknya rencanamu, aku percaya bahwa semuanya atas kehendakmu. 

Selamat hari Natal tahun 2020.
Semoga sukacita natal selalu menyertai kita semua. Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. πŸ€—

25 Desember 2020
1:45 AM.

Kamis, 30 Juli 2020

Waktu

Haai semuanya. Apa kabar? Aku harap kalian yang lagi membaca ini dalam situasi dan kondisi yang baik-baik saja, sehat lahir batin juga :).

Begitulah kehidupan, ada yang datang lalu pergi. Ada yang singgah dalam waktu lama, dan ada yang singgah dalam waktu singkat.

Orang yang muncul kemudian sempat redup, dan kembali hadir. Terimakasih kepada kenangan dan kehidupan bahwa segala sesuatunya yang terjadi bukan karena kebetulan. Aku selalu percaya pada prinsip, "segala sesuatunya pasti akan ada alasan dibaliknya." Tak terkecualikan dengan orang-orang yang datang kemudian pergi.

Dari situ, banyak pembelajaran dan hal yang bisa dipetik, diambil, dan dipelajari. Bahwa setidak-tidaknya kita sebagai manusia, jangan mudah untuk terlena. Jangan mudah untuk lekas percaya. Jangan mudah untuk bergantung pada orang lain.

Seiring waktu berjalan, semua mengajarkanku pada hukum alam, "setiap orang akan ada masanya, dan setiap masa akan ada orangnya." Tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang akan datang dan pergi dengan waktunya masing-masing. Dengan caranya masing-masing. 

Tetapi, sekali lagi, waktu akan membuat segalanya menjadi biasa. Menjadi suatu hal yang wajar, yang akan terlihat "oh seperti itu, ternyata aku bisa melaluinya".

Perihal datang dan pergi sudah menjadi hukum alam. Tidak semua orang menetap pada hati yang sama dalam waktu panjang. Terkadang merelakan adalah jalan terbaik yang dapat diambil. 

Dan ternyata, aku telah selesai di fase itu, fase dimana aku harus merelakan. Dimana ketika kita mendengar dan menyebut namanya tidak merasakan apa-apa lagi. Dimana, tidak penasaran, tidak kepo dengan hal itu lagi. 

Begitulah waktu dapat menyembuhkan. Walau lama, tapi setidaknya berangsur hilang dan biasa saja. 

Palangkaraya, 30 Juli 2020
20:34 WIB

Kamis, 21 Mei 2020

Secercah Isi Hati

Haai semuanya, apa kabar? Harapanku semoga kalian dalam kabar yang baik dan sehat selalu. Senang sekali bahwa aku hari ini punya waktu dan niat untuk menulis lagi. Iya, setelah lama tidak nulis, akhirnya bisa nulis lagi! So happy. 

Sebenarnya, aku nggak tau mau nulis apa untuk postingan kali ini. Tapi aku ingin sedikit menceritakan beberapa hal yang terjadi belakangan ini. Pengalamanku untuk kembali membangkitkan club ku di Ayodance. Kalau dulu, aku pernah cerita aku bikin club di tahun 2015 silam dengan nama QualityTime, sekarang betapa bertenggernya nama QualityTime di beberapa server ayodance. 

Bahagia mempunyai pengalaman seperti itu, berharap bahwa semuanya tidaklah cepat untuk berlalu. Kenangan itu biarlah menjadi kenangan yang indah. Tapi sayang, semua pengalaman indah tersebut pasti ada dilengkapi dengan pengalaman pahit dan kelam. Aku harus merasakan perpisahan kembali. Aku harus merasakan sepi lagi. 

Sama seperti hukum alam pada dasarnya, setiap pertemuan ada perpisahannya. Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Ini yang terjadi sekarang. Bingung sekali untuk kembali bangkit di situasi yang seperti ini. 

Aku harus merasakan perpisahan ke beberapa orang. Jujur, aku kalau diminta untuk mengungkapkannya, aku juga tidak tau mau berkata apa, dan mau berkata seperti apa. Semua terjadi begitu saja, semua terasa asing, dan semua terasa sedih..hampa. 

Tuhan, jika memang aku dipertemukan untuk dipisahkan. Mengapa engkau mencoba memperlihatkan ini padaku? 

Tuhan, jika memang sesingkat ini pertemananku padanya, untuk apa kau pertemukan? 

Tuhan, jika aku memang diberikan perasaan yang sangat perasa, kenapa aku harus merasakan hal ini? Menjadi orang yang terlalu perasa sangatlah sulit, dan sangatlah membuat overthinking terus menerus. 

Tuhan, bila memang ini sudah menjadi jalanku untuk bertemu dan dipisahkan. Setidaknya, perpisahannya harus baik-baik saja. Setidaknya, engkau mungkin tidak perlu membuatku untuk mengenalnya sedalam itu. Aku terlalu perasa, terlalu takut untuk melakukan suatu hal. Tapi, aku juga berterimakasih, karena aku selalu percaya, bahwa setidaknya ada pengalaman dan kenangan baik pahit ataupun manis bersama. 

Selalu ada alasan kan dibalik dari suatu pertemuan dan perkenalan? 

Terimakasih atas segala pengalamannya. Next time aku akan cerita pengalamanku yang lain! Terkait beasiswa, dan hal lainnya yang mungkin bisa dijadikan tulisan dan ketika kelak, bisa dibaca oleh beberapa orang dan akan aku baca kembali. Bahwa aku bisa untuk melalui ini semua. 

Sekian tulisan ini aku tulis dengan sepenuh hati. Besok-besok semoga bisa kembali menulis di sini, ya! See you, when i see you again. 

Palangka Raya,
21 Mei 2020


Rabu, 11 Desember 2019

Keresahan Hati

Halo semua. 
Selamat pagi. 
Selamat beraktivitas untuk hari ini. 

Menjelang memasuki tahun 2020, hati aku seperti ketar-ketir tidak jelas. Entah memikirkan apa. Tiba-tiba aku bisa yang merasa sedih, galau dan kehilangan. Tiba-tiba aku bisa merasa bahagia dan fine-fine saja. Tiba-tiba aku bisa merasa panik dan ragu akan sesuatu. 

Aku tidak tau, tidak paham bagaimana itu bisa terjadi. Apakah ini salah satu menjadi pendeeasaan diri? Halah, entahlah. Setelah kejadian musma, pikiranku hanya berpatok akan itu. Aku menjadi takut untuk melakukan sesuatu hal. Menjadi ragu untuk bertindak dan berbicara. 

Semua berubah menjadi keraguan semata. 
Semua berubah menjadi ketakutan. 
Semua berubah menjadi kekhawatiran. 

Apakah hal ini wajar? 
Apakah hal ini dapat dikatakan sebagai pendewasaan diri? 
Atau hanya sebagai kekhawatiran dan ketakutan belaka? 

Aku sedih, ingin sekali bercerita dengan seseorang yang percaya penuh terhadap aku. Menyayangi aku. 

Cuman berpikir hal itu. Emang ada? 

Hahaha. Sedih ketika memikirkan hal itu. Aku sadar, bahwa aku di sini, kembali lagi, tidak ada yang benar-benar ada. Tidak ada yang benar-benar sayang. 

Ketika ku memposisikan diriku dengan diri orang lain. Apakah posisi mereka juga memikirkan hal seperti itu? Tentu saja. I never know. Apakah ya atau tidak. 

Aku hanya berdoa yang terbaik untuk kedepannya. Karena aku percaya, bahwa semua akan indah pada waktunya. 

Okay. Sekian curhatan ku di pagi hari ini. Semoga kedepannya akan lebih baik lagi. 
Karena, sepertinya aku merasakan yang namanya sindrom mengantuk πŸ˜‚. Selamat beraktivitas sayang-sayangku. ❤️

Senin, 09 Desember 2019

Change to be better?

Hai! Apa kabar semuanya? Setelah melalui berbagai rintangan, kesulitan, tantangan, kebencian dan lain halnya, pada akhirnya aku merasakan kesepian lagi. Hidup ini seakan sendiri saja, tanpa adanya orang yang benar-benar menemani. Benarkah seperti itu? Atau hanya sekedar pemikiranku yang pendek ini? We never know. 

Terkadang, memang apa yang kita kerjakan mungkin saja terbilang sia-sia, benarkah? Atau hanya suatu pemikiran negatif saja? Entahlah, memikirkan apa yang orang lain pikirkan tidak pernah akan membuahkan suatu hasil. 

Mendengarkan orang lain terkadang sah-sah saja. Tapi ketika kita berbicara, apakah sah-sah saja ketika kita tidak didengarkan? Melelahkan, pada akhirnya. 

Aku tidak tau, apa inti dari pembahasan ini, yang mana, hari ini situasi hati aku naik dan turun. Sedih, kemudian bahagia, kemudian turun lagi jadi galau, dan terkesan bahagia lagi. Pura-pura kah? Atau mencoba memahami bahwa kita seharusnya bahagia saja. 

Oh, Tuhan.
Ajarkan aku untuk selalu bersyukur. 
Aku juga terkadang bisa capek dengan semua ini.
Terkadang, aku juga ingin menyerah dengan semua ini. 

Memikirkan feedback jangka pendek yang akan didapat, mungkin tidak berakhir sampai disini. Entahlah.. apakah aku akan mendapatkannya nanti di beberapa tahun mendatang? 

Ah, jadi mendapat inspirasi tentang postingan selanjutnya, kayaknya seru kalau ngebahas, "nambah relasi = nambah musuh?" We will try next time. 

Anyway, besok katanya bakalan UAS. Tapi dengan santainya aku belajar cuman segitu saja. Hm, menjadi tanda untuk aku yang jadi malas-malasan lagi. Butuh kembali ke dasarnya, dimana harus konsisten dan berkomitmen untuk mempertahankan nilai, dapat beasiswa, dan organisasi pun jalan.

Oh ya. Diet pun juga harus jalan. Jam tidur dan jam bangun yang kembali konsisten. Olahraga yang teratur, mengurangi minum kopi yang sepertinya perlahan menjadi candu untuk aku juga. 

Pikiran, hati, dan keinginan tidak pernah sinkron emang. 

Ah, membahas permasalahan hidup tidak akan pernah selesai. Tidak cukup hanya dengan postingan belaka. Tapi, setidaknya, dengan adanya ini, aku bisa lebih lega, setidak-tidaknya aku bisa menyalurkan sedikit keluh-kesahku di sini. 

Apapun rintangan, tantangan dan lain halnya di masa mendatang, aku harus bisa. Aku harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yang bisa menjadi pribadi yang kuat mental, fisik dan batin. Menjadi pribadi yang lebih pembawa sustu aura positif, bukan negatif. Serta menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sekitarku. 

Semoga, semoga dan semoga. 
Segala sesuatunya hanya harapan dan doa.
Realisasinya, sebagaimana usaha itu terjalani. 
Tetap, lakukan yang terbaik. 
I believe that everything will be alright,  will be better really soon. 

Cepatlah sembuh dan pulih, hatiku, perasaanku, dan mentalku. Kita harus bekerja sama untuk keberlangsungan hidup ini. 🌝


Palangkaraya, 9 Desember 2019
24:00 WIB 

Rabu, 04 Desember 2019

Motivasi Kehidupan

Selamat pagi, dunia.
Selamat beraktivitas untuk kita semua. 

Ketika aku membaca postingan blog aku yang sebelumnya, tepat ketika aku menyelesaikan tugasku sebagai pengurus HMJ Periode 2018/2019, aku merasa sedih kembali. Postingan itu biarlah menjadi saksi, dimana aku sangat bersedih, sangat kecewa, dan sangat merasa bersalah akan apa yang telah aku lakukan dan perbuat. 

Hari ini adalah, hari Rabu, 4 Desember 2019. Selamat datang bulan terakhir di 2019. Banyak hal yang aku pelajari selama di tahun 2019 ini. Terimakasih, hingga saat ini aku masih diberikan kekuatan dan kesabaran untuk sampai di titik ini. 

Ada masa dimana aku merasa sangat jenuh, sangat kecewa, sangat sedih, sangat senang, dan perasaan-perasaan lainnya. Semua telah dilalui... Terimakasih. 

Hari ini adalah empat hari setelah kejadian itu. Hal ini menjadi refleksi untuk aku sendiri, untuk menjadi lebih pribadi yang lebih baik lagi. Aku banyak berpikir untuk kedepannya. Aku juga banyak mendapat saran-saran dari teman-teman online ku ataupun teman real lifeku. Kakak-kakak tingkat yang sepemikiran terhadap aku, yang perhatian dengan aku, teman-teman yang masih mendukung aku, terimakasih banyak. 

Aku tidak menyangka, aku masih mempunyai banyak teman dekat yang peduli dengan aku. Semoga kedepannya juga akan seperti itu. 

Untuk teman-teman onlineku, terimakasih banyak juga. Kalian mau mendengarkan keluh kesahku yang sebenarnya tidaklah penting bagi kalian. Aku terharu. Aku merasa disayangi, aku merasa diperhatikan. 

Bukan berarti, aku harus melakukannya kembali, aku harus tetap merubah diri aku sendiri untuk menjadi lebih baik. I can do it. Still. Do the best ❤️. 

Rabu, 4 Desember 2019
8:16 

Sabtu, 30 November 2019

2018/2019

Hari ini adalah hari terakhir aku menjadi pengurus HMJ Akuntansi periode 2018/2019. Aku telah menyelesaikan tanggung jawabku selama ada dalam HMJ. Banyak hal yang dapat aku pelajari di dalamnya dan banyak hal yang membuatku cukup terkejut. 

Di hari terakhir di bulan November ini, benar-benar membuatku seperti orang yang dihilangkan motivasi hidupnya.

Jujur saja, hal ini sangat melelahkan. Sangat menyakitkan hati. Sangat membuatku berpikir segala sesuatunya adalah aku salah. Apa yang aku kerjakan itu adalah sia-sia. Aku gagal. Aku jelek. Aku buruk. Aku tidak bisa menjadi pribadi yang dapat diandalkan. 

Aku sangat lelah. Lelah sekali... Berpikir bahwa untuk apa aku hidup di dunia ini? Ketika dunia saja tidak menerimaku? Kerja kerasku seakan-akan sia-sia. Entah di dunia organisasi ataupun di rumah.

...
...
...

Melelahkan. Apakah ini sudah menjadi jalannya Tuhan? Yang membuatku menjadi seseorang yang kuat dan berlapang dada dengan hal itu? 

...

Jujur saja, aku tidak tau harus berkata apa. Bertindak apa. Karna, aku merasa bahwa semua yang aku lakukan itu salah. 

πŸ™‚

Tuhan, tolong saya.

Kamis, 26 September 2019

New Chance

New chance, new life?

Haai! Selamat malam semuanya! Para pembaca yang hm, sok-sokan kayak ada yang baca aja gitu ya wkwk. Anggap aja ada deh! Apa kabar? Aku harap kalian semua dalam keadaan yang baik-baik aja yah!

Hari ini, hari Kamis, 26 September 2019. Tepat pada hari ini, aku mengadakan rapat untuk memperingati kegiatan hari tani Sabtu nanti, dan juga pengumuman penerimaan anggota baru KSPM GIBEI UPR. Wow! How grate i am. Bener-bener diminta Tuhan untuk selalu berkembang ini namanya. Semoga memang benar ini adalah rencana Tuhan dan aku percaya bahwa rencana Tuhan selalu indah pada waktunya 😇.

Firasatku mengatakan bahwa aku akan gagal, karena jujur saja dari wawancara aku sudah banyak blank nya, banyak kacaunya, dan seakan-akan kayak "gak niat". Ga lama dari itu juga, aku dapat kabar dari temenku kalau nilai wawancara ku rendah dibanding temanku yang lain. Sudah makin menciut ini untuk masuk, dan sudah berkecil hati juga. Tapi ternyata, aku bisa diterima sebagai pengurus KSPM GIBEI UPR.

Senang? Ya jelas, senang. Karena, ini adalah organisasi kedua aku setelah masuk HMJ Akuntansi. Sekarang, di semester 3, aku memulai dengan organisasi baru yang mana itu merupakan hal dan akan jadi keluarga baru juga buat aku nantinya. Pasti bakal sibuk dan lebih sibuk dari semester-semester sebelumnya. Dan itulah tantangannya untuk aku, gimana caranya bisa membagi waktu sedemikian rupa untuk bisa menghandle semuanya. Iya! Harus seperti itu supaya kedepannya bisa lebih bijak dalam memanajemen waktu. Terimakasih Tuhan. Sekali lagi, Engkau memberikan aku kesempatan baru dengan orang-orang baru untuk aku yang mau memiliki pemikiran dan wawasan yang baru dan lebih bijak lagi.

Semoga, aku akan selalu konsisten dan bertanggung jawab dalam kedepannya nanti untuk KSPM GIBEI UPR. Ini adalah new challenge buat aku, pembelajaran baru, dan juga keluarga baru. It will be not easy journey. Tapi bukanlah suatu hal yang mustahil untuk tetap bisa maju. I can do it! Do it by love and do the best! 💫

Anyway, next time mau cerita tentang hari yang mendekati ultah aku, dan aku bener-bener bete sama orangtua aku sendiri. But next time ya, itu pun juga kalau niat 😅. Oke deh, besok aku ada kelas pagi dan aku adalah ketua kelasnya, sooo! Lets sleep! 💃 Semoga hari-hari esok dan selamanya adalah hari yang diberkati Tuhan. Have a nice day!

Kamis, 26 September 2019
23:00

Kamis, 19 September 2019

Keluar Dari Zona Nyaman

Setelah selesai makrab, merasakan bagaimana aktifnya dalam kepanitiaan dan lebih mengakrabkan diri juga dengan para anggota organisasi, merupakan suatu hal yang luar biasa bagi aku pribadi. Dan hal tersebut merupakan suatu hal yang baru dalam kehidupan aku. Dan hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, bergabung, bersosialisasi, dan beradaptasi di dalamnya yang penuh dengan banyak pemikiran, sifat dan pandangan yang berbeda-beda.

Semuanya tentu butuh proses. Butuh perjuangan dan butuh pengorbanan. Semuanya juga telah aku lakukan dengan seikhlas dan sebaik mungkin sebagaimana aku bisa melakukannya. Hal ini merupakan suatu momentum dimana aku bisa keluar dari zona nyaman aku. Membagi waktu antara kuliah dan organisasi merupakan suatu hal yang sulit dan baru untuk aku.

Dan di semester 3 ini, aku benar-benar tidak habis pikir untuk ikut lagi 1 organisasi internal kampus. Iya, i know it'll never be easy for me. Tapi ini lah saatnya untuk aku berusaha bagaimana memanajemen waktu aku. Sekali lagi, aku keluar dari zona nyaman aku sendiri. Disatu sisi, aku cukup mengkhawatirkan segala studi aku. Tapi disisi lain, its my time to do my organization. Jiwa-jiwa bersosialisasi aku, jiwa-jiwa untuk aku memiliki pemikiran yang lebih maju, yang lebih terbuka dengan dunia yang keras, untuk lebih mengerti dan paham mengenai watak dan sifat orang lain. Bagaimana cara menghadapinya. Bagaimana cara mengkontrolnya. Dan lain-lain.

Dan, semua itu merupakan hal yang diluar zona nyaman aku. Dan aku berusaha untuk melakukannya. Walau ini sedikit sulit, tapi kita tidak akan pernah tahu, jika tidak dicoba 🙂.

Besok-besok, mungkin akan ada uploadan mengenai hal yang lain. Dikarenakan yang menulis sudah mengantuk, saatnya saya tidur~

Terimakasih semuanya. Selamat tidur 💘

Kamis, 19 September 2019
23:42

Minggu, 15 September 2019

Perasaan Itu Kembali Hadir

Again, i never thought that my feelings is back again. I tried with my best to forget and dont over thinking about him anymore. Tapi ternyata.. ketika Tuhan telah merencanakan sesuatu yang lain, telah menyediakan rencana yang lain diluar dugaan aku, akhirnya aku merasakan ini lagi.

Bedanya.. ini di dunia nyata. Bukan di dunia game lagi. Sejujurnya, aku nggak tau harus gimana. Karena, tetap saja hal itu tidak memungkinkan.

Aku juga tidak tahu pasti apakah ini benar-benar perasaan suka atau hanya sekedar rasa bersalah? Karena, aku ingat betul sebelum hari H, aku mengacaukan sesuatu yang membuatku sangat merasa bersalah. Sampai aku begitu memikirkan hal tersebut, selalu merasa bersalah dam selalu menatapnya. Mungkin, perasaan itu berawal dari itu. Tapi apakah mungkin? Serasa tidak memungkinkan hal itu terjadi, aku harus ngapain? Tolong, perasaan ini sangatlah tidak karu-karuan, mau cerita tapi bingung banget mau cerita kesiapa. Benar-benar buta dengan hal ini, dan mesti gimana.

Sekali lagi, aku bingung. Dan aku tidak tau harus gimana. :) Mohon hatii, cepatlah pulih, cepatlah seperti semula. Jangan begini, please. 🙂🙂

Minggu, 15 September 2019
Palangkaraya, 0:17